Libur Sekolah Jadi Momentum Anak Aktif Bereksplorasi di Luar Ruangan
Kamis, 25 Juni 2026 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Masa istirahat juga dapat dikemas secara menyenangkan. Orang tua dapat menyebutnya sebagai sesi “pit stop”, seperti mobil balap yang berhenti sejenak sebelum kembali ke lintasan. Pendekatan imajinatif membuat anak tidak merasa waktu bermainnya dihentikan secara paksa.
Persiapan Membantu Orang Tua Lebih Tenang
Senior Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak, Jesica Christianty, menilai kekhawatiran orang tua terhadap kondisi anak selama bermain di luar ruangan merupakan hal yang wajar.
“Kami sangat mengerti dilema yang dihadapi para ibu saat liburan sekolah tiba. Para ibu sadar betul anaknya butuh jeda dari gadget dan ingin mereka aktif bereksplorasi di luar ruangan. Namun, pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa anak akan drop atau jatuh sakit akibat cuaca yang tidak menentu kerap kali menghantui,” ujar Jesica.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut sebaiknya direspons dengan persiapan, bukan dengan membatasi seluruh aktivitas anak. Orang tua dapat memeriksa kondisi cuaca, memilih lokasi yang sesuai, membawa air minum, menyediakan pakaian pengganti, serta memastikan anak mendapat waktu istirahat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan di luar ruangan dapat menjadi bekal penting bagi perkembangan anak apabila dilakukan dengan dukungan yang tepat.
“Fondasi mental yang kuat tidak dibentuk di dalam ruangan. Anak-anak sangat membutuhkan kebebasan untuk berlari, memanjat, berinteraksi dengan alam, dan belajar memecahkan masalahnya sendiri. Dengan dukungan serta persiapan matang dari orang tua, kegiatan yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka kelak,” katanya.
Libur sekolah pada akhirnya tidak harus dipenuhi perjalanan mahal atau rangkaian kegiatan yang padat. Bermain di halaman, mengunjungi taman, bersepeda, berkebun, atau menjelajahi lingkungan sekitar dapat menjadi pengalaman bermakna bagi anak.
Hal terpenting adalah memberikan keseimbangan antara kebebasan, keamanan, dan kehadiran orang tua. Anak membutuhkan kesempatan untuk menghadapi tantangan, tetapi juga perlu mengetahui bahwa orang tuanya selalu siap membantu.
“Anak menjadi tangguh bukan karena dilindungi dari segala hal, melainkan karena dipercaya, sambil tahu ibunya selalu bisa ia jangkau,” tutur Saskhya.
Persiapan Membantu Orang Tua Lebih Tenang
Senior Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak, Jesica Christianty, menilai kekhawatiran orang tua terhadap kondisi anak selama bermain di luar ruangan merupakan hal yang wajar.
“Kami sangat mengerti dilema yang dihadapi para ibu saat liburan sekolah tiba. Para ibu sadar betul anaknya butuh jeda dari gadget dan ingin mereka aktif bereksplorasi di luar ruangan. Namun, pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa anak akan drop atau jatuh sakit akibat cuaca yang tidak menentu kerap kali menghantui,” ujar Jesica.
Menurutnya, kekhawatiran tersebut sebaiknya direspons dengan persiapan, bukan dengan membatasi seluruh aktivitas anak. Orang tua dapat memeriksa kondisi cuaca, memilih lokasi yang sesuai, membawa air minum, menyediakan pakaian pengganti, serta memastikan anak mendapat waktu istirahat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan di luar ruangan dapat menjadi bekal penting bagi perkembangan anak apabila dilakukan dengan dukungan yang tepat.
“Fondasi mental yang kuat tidak dibentuk di dalam ruangan. Anak-anak sangat membutuhkan kebebasan untuk berlari, memanjat, berinteraksi dengan alam, dan belajar memecahkan masalahnya sendiri. Dengan dukungan serta persiapan matang dari orang tua, kegiatan yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka kelak,” katanya.
Libur sekolah pada akhirnya tidak harus dipenuhi perjalanan mahal atau rangkaian kegiatan yang padat. Bermain di halaman, mengunjungi taman, bersepeda, berkebun, atau menjelajahi lingkungan sekitar dapat menjadi pengalaman bermakna bagi anak.
Hal terpenting adalah memberikan keseimbangan antara kebebasan, keamanan, dan kehadiran orang tua. Anak membutuhkan kesempatan untuk menghadapi tantangan, tetapi juga perlu mengetahui bahwa orang tuanya selalu siap membantu.
“Anak menjadi tangguh bukan karena dilindungi dari segala hal, melainkan karena dipercaya, sambil tahu ibunya selalu bisa ia jangkau,” tutur Saskhya.
(dra)
Lihat Juga :