Sukses Lewat 'Cerita Lila', SHOW Bersiap Dukung Deretan Film Indonesia Go International
Jum'at, 26 Juni 2026 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
-Decentralized Executive Producing: Hak untuk mendukung pendanaan film-film yang telah bekerja sama dengan SHOW.
-Exclusive Behind-the-Scenes Access: Hak akses eksklusif untuk melihat proses di balik layar.
-Governance & Voting Rights: Hak suara dalam pengambilan keputusan kreatif tertentu.
-Exclusive Reward: Kesempatan mendapatkan apresiasi berbasis kekayaan intelektual (IP) melalui ekosistem SHOW.
Komitmen Investasi US$ 100 Juta di Asia Tenggara
Langkah ekspansi masif ini didorong oleh komitmen kuat untuk membangun ekosistem jangka panjang di kawasan regional. Joshua Khubani, COO SHOW, menambahkan:
“Target investasi seratus juta dolar kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital. Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu.”
Peluncuran ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi film, dan komunitas teknologi. Bersama-sama, mereka akan mengawal pemanfaatan blockchain dan AI demi masa depan sinema Indonesia yang sehat, inklusif, dan berkembang lebih baik bagi para penulis, sutradara, hingga animator—sekaligus membawa kreativitas Nusantara bersinar di kancah internasional.
-Exclusive Behind-the-Scenes Access: Hak akses eksklusif untuk melihat proses di balik layar.
-Governance & Voting Rights: Hak suara dalam pengambilan keputusan kreatif tertentu.
-Exclusive Reward: Kesempatan mendapatkan apresiasi berbasis kekayaan intelektual (IP) melalui ekosistem SHOW.
Komitmen Investasi US$ 100 Juta di Asia Tenggara
Langkah ekspansi masif ini didorong oleh komitmen kuat untuk membangun ekosistem jangka panjang di kawasan regional. Joshua Khubani, COO SHOW, menambahkan:
“Target investasi seratus juta dolar kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital. Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu.”
Peluncuran ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi film, dan komunitas teknologi. Bersama-sama, mereka akan mengawal pemanfaatan blockchain dan AI demi masa depan sinema Indonesia yang sehat, inklusif, dan berkembang lebih baik bagi para penulis, sutradara, hingga animator—sekaligus membawa kreativitas Nusantara bersinar di kancah internasional.
(unt)
Lihat Juga :