Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Minggu, 28 Juni 2026 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Popularitas yang mereka raih tidak berhenti sebagai kapital personal. Anas dan Risky aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari fakir miskin hingga warga yang memerlukan uluran tangan—dan kegiatan tersebut bukan sekadar konten tambahan. "Kegiatan sosial yang kami lakukan adalah bagian integral dari perjalanan kami, bukan hanya sekadar konten tambahan. Ketika kami melihat masyarakat yang membutuhkan, kami merasa terpanggil untuk membantu. Popularitas di media sosial harus bermakna, harus ada dampak nyata bagi kehidupan orang-orang sekitar kita," kata Anas.
Pandangan itu senada dengan apa yang disampaikan Risky. "Kami ingin dikenal bukan hanya karena konten yang viral, tetapi juga karena manfaat yang bisa kami berikan kepada orang lain. Kehadiran keluarga kecil kami menjadi penyemangat untuk terus berkarya, bekerja, dan berbagi kepada sesama," ujar Risky. Ia juga berharap platform digital bisa bergeser menjadi ruang yang lebih bermakna.
"Kami berharap media sosial dapat menjadi ruang yang lebih positif. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi tempat untuk menebarkan semangat kepedulian dan saling menguatkan," tambahnya.
Di luar dunia konten, Anas dan Risky juga mengembangkan usaha skincare dengan merek Allface. Bagi Anas, langkah ini adalah bentuk keseriusan mereka sebagai pelaku ekonomi kreatif yang tidak hanya mengandalkan algoritma. "Bisnis skincare Allface yang kami jalankan bersama-sama adalah wujud nyata dari semangat berwirausaha kami. Kami tidak ingin hanya dilihat sebagai kreator konten yang bergantung pada algoritma, tetapi juga sebagai pelaku bisnis yang serius membangun produk berkualitas untuk masyarakat," tegasnya.
Latar belakang daerah yang mereka miliki justru menjadi kekuatan, bukan keterbatasan. "Di Sampang, tempat saya lahir, dan di Bondowoso tempat istri saya berasal, kami melihat banyak potensi yang belum tersentuh. Melalui platform digital, kami ingin menunjukkan bahwa dari daerah manapun, kita bisa bersinar dan berkontribusi untuk yang lebih luas. Semangat lokal dengan jangkauan global adalah moto kami," ujar Anas.
Pandangan itu senada dengan apa yang disampaikan Risky. "Kami ingin dikenal bukan hanya karena konten yang viral, tetapi juga karena manfaat yang bisa kami berikan kepada orang lain. Kehadiran keluarga kecil kami menjadi penyemangat untuk terus berkarya, bekerja, dan berbagi kepada sesama," ujar Risky. Ia juga berharap platform digital bisa bergeser menjadi ruang yang lebih bermakna.
"Kami berharap media sosial dapat menjadi ruang yang lebih positif. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi tempat untuk menebarkan semangat kepedulian dan saling menguatkan," tambahnya.
Di luar dunia konten, Anas dan Risky juga mengembangkan usaha skincare dengan merek Allface. Bagi Anas, langkah ini adalah bentuk keseriusan mereka sebagai pelaku ekonomi kreatif yang tidak hanya mengandalkan algoritma. "Bisnis skincare Allface yang kami jalankan bersama-sama adalah wujud nyata dari semangat berwirausaha kami. Kami tidak ingin hanya dilihat sebagai kreator konten yang bergantung pada algoritma, tetapi juga sebagai pelaku bisnis yang serius membangun produk berkualitas untuk masyarakat," tegasnya.
Latar belakang daerah yang mereka miliki justru menjadi kekuatan, bukan keterbatasan. "Di Sampang, tempat saya lahir, dan di Bondowoso tempat istri saya berasal, kami melihat banyak potensi yang belum tersentuh. Melalui platform digital, kami ingin menunjukkan bahwa dari daerah manapun, kita bisa bersinar dan berkontribusi untuk yang lebih luas. Semangat lokal dengan jangkauan global adalah moto kami," ujar Anas.
Lihat Juga :