Dari Hukum ke Dunia Digital, Fajar Ryan Akbar Sukses Bangun Karier sebagai Affiliate Creator
Senin, 29 Juni 2026 - 12:03 WIB
loading...
Perjalanan karier seseorang tidak selalu berjalan sesuai rencana awal. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Perjalanan karier seseorang tidak selalu berjalan sesuai rencana awal. Hal itu dialami Fajar Ryan Akbar, Sarjana Hukum asal Bandar Lampung yang kini menekuni dunia digital sebagai kreator konten affiliate di berbagai platform media sosial.
Pria yang akrab disapa Jarr tersebut dikenal melalui akun TikTok @rekomendasijarrr. Lewat akun itu, ia aktif membagikan konten rekomendasi produk yang kini menjadi salah satu sumber penghasilan utamanya. Basis audiensnya pun terus berkembang, dengan puluhan ribu pengikut di TikTok dan Shopee.
Fajar lahir di Bandar Lampung pada 6 April 1997. Ia memiliki latar belakang pendidikan hukum dari Universitas Lampung. Tidak hanya meraih gelar Sarjana Hukum, Fajar juga mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan lulus Ujian Profesi Advokat (UPA).
Meski memiliki bekal kuat di bidang hukum, jalan hidup membawanya untuk menekuni bidang lain. Ia mulai mengenal dunia wirausaha, pemasaran digital, hingga e-commerce yang kemudian menjadi ruang baru untuk mengembangkan diri.
“Passion saya sebenarnya ada di bidang hukum, tapi kondisi hidup membuat saya harus beradaptasi ke dunia digital, pemasaran e-commerce, dan kewirausahaan. Semua saya pelajari langsung di lapangan,” ujar Fajar.
Sejak muda, Fajar dikenal sebagai sosok aktif dan kompetitif. Saat sekolah, ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS. Ia juga menekuni bela diri Shorinji Kempo dan meraih sejumlah prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Jiwa kompetitif itu kemudian ikut membentuk cara Fajar menghadapi dunia bisnis. Ketertarikannya pada wirausaha sudah muncul sejak SMA, ketika ia mulai berjualan cokelat secara online melalui marketplace. Dari hasil penjualan itu, ia berhasil membeli kamera fotografi profesional untuk menunjang hobinya.
Saat kuliah, Fajar tetap aktif berorganisasi sembari bekerja sebagai personal trainer. Setelah lulus, ia sempat mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS dan melamar ke sejumlah perusahaan. Namun, pandemi Covid-19 membuat kondisi berubah.
Situasi ekonomi keluarga yang sebelumnya stabil mengalami penurunan. Bahkan, kamera kesayangannya harus dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Momen itu menjadi salah satu titik penting yang mendorong Fajar mencari peluang baru.
“Itu menjadi titik balik besar dalam hidup saya. Dari situ saya sadar harus bergerak cepat dan mencari peluang baru,” katanya.
Di tengah tekanan ekonomi, Fajar membangun bisnis kuliner online bernama mafem.id. Usaha tersebut masih aktif hingga kini dan melayani pelanggan melalui sejumlah platform, seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.
Selain menjalankan bisnis kuliner, Fajar juga pernah bekerja di berbagai bidang, mulai dari host live streaming komersial, admin gudang, hingga HRD di perusahaan tambang. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami komunikasi, manajemen konflik, dan perilaku audiens.
Kini, Fajar memilih fokus sebagai affiliate content creator. Akun TikTok miliknya telah memiliki lebih dari 45 ribu pengikut. Sementara itu, akun Shopee-nya menembus 20 ribu pengikut dan menyandang status Golden Tick Creator.
Sejumlah konten Fajar juga berhasil meraih jutaan tayangan, terutama pada kategori fashion dan aksesori. Menurutnya, keberhasilan di dunia digital tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga konsistensi dan kemampuan membaca perubahan tren.
“Dunia digital itu bergerak cepat. Algoritma berubah, tren berubah, bahkan teknologi AI juga berkembang sangat pesat. Kalau tidak adaptif, kita bisa tertinggal,” ujarnya.
Ke depan, Fajar menargetkan perluasan audiens lintas platform. Ia juga ingin mendapatkan verifikasi resmi di TikTok sebagai bagian dari penguatan personal branding.
Lebih dari itu, Fajar memiliki visi untuk membangun ekosistem bisnis digital yang mampu memberi manfaat lebih luas. Ia ingin menggabungkan pengalaman di dunia digital dengan ilmu hukum yang dimilikinya, terutama untuk membantu pelaku UMKM.
“Saya ingin suatu saat bisa menggabungkan dunia digital dan ilmu hukum yang saya miliki untuk membantu UMKM berkembang dengan aman secara legal,” tutupnya.
Pria yang akrab disapa Jarr tersebut dikenal melalui akun TikTok @rekomendasijarrr. Lewat akun itu, ia aktif membagikan konten rekomendasi produk yang kini menjadi salah satu sumber penghasilan utamanya. Basis audiensnya pun terus berkembang, dengan puluhan ribu pengikut di TikTok dan Shopee.
Fajar lahir di Bandar Lampung pada 6 April 1997. Ia memiliki latar belakang pendidikan hukum dari Universitas Lampung. Tidak hanya meraih gelar Sarjana Hukum, Fajar juga mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan lulus Ujian Profesi Advokat (UPA).
Meski memiliki bekal kuat di bidang hukum, jalan hidup membawanya untuk menekuni bidang lain. Ia mulai mengenal dunia wirausaha, pemasaran digital, hingga e-commerce yang kemudian menjadi ruang baru untuk mengembangkan diri.
“Passion saya sebenarnya ada di bidang hukum, tapi kondisi hidup membuat saya harus beradaptasi ke dunia digital, pemasaran e-commerce, dan kewirausahaan. Semua saya pelajari langsung di lapangan,” ujar Fajar.
Sejak muda, Fajar dikenal sebagai sosok aktif dan kompetitif. Saat sekolah, ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS. Ia juga menekuni bela diri Shorinji Kempo dan meraih sejumlah prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Jiwa kompetitif itu kemudian ikut membentuk cara Fajar menghadapi dunia bisnis. Ketertarikannya pada wirausaha sudah muncul sejak SMA, ketika ia mulai berjualan cokelat secara online melalui marketplace. Dari hasil penjualan itu, ia berhasil membeli kamera fotografi profesional untuk menunjang hobinya.
Saat kuliah, Fajar tetap aktif berorganisasi sembari bekerja sebagai personal trainer. Setelah lulus, ia sempat mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS dan melamar ke sejumlah perusahaan. Namun, pandemi Covid-19 membuat kondisi berubah.
Situasi ekonomi keluarga yang sebelumnya stabil mengalami penurunan. Bahkan, kamera kesayangannya harus dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Momen itu menjadi salah satu titik penting yang mendorong Fajar mencari peluang baru.
“Itu menjadi titik balik besar dalam hidup saya. Dari situ saya sadar harus bergerak cepat dan mencari peluang baru,” katanya.
Di tengah tekanan ekonomi, Fajar membangun bisnis kuliner online bernama mafem.id. Usaha tersebut masih aktif hingga kini dan melayani pelanggan melalui sejumlah platform, seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.
Selain menjalankan bisnis kuliner, Fajar juga pernah bekerja di berbagai bidang, mulai dari host live streaming komersial, admin gudang, hingga HRD di perusahaan tambang. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami komunikasi, manajemen konflik, dan perilaku audiens.
Kini, Fajar memilih fokus sebagai affiliate content creator. Akun TikTok miliknya telah memiliki lebih dari 45 ribu pengikut. Sementara itu, akun Shopee-nya menembus 20 ribu pengikut dan menyandang status Golden Tick Creator.
Sejumlah konten Fajar juga berhasil meraih jutaan tayangan, terutama pada kategori fashion dan aksesori. Menurutnya, keberhasilan di dunia digital tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga konsistensi dan kemampuan membaca perubahan tren.
“Dunia digital itu bergerak cepat. Algoritma berubah, tren berubah, bahkan teknologi AI juga berkembang sangat pesat. Kalau tidak adaptif, kita bisa tertinggal,” ujarnya.
Ke depan, Fajar menargetkan perluasan audiens lintas platform. Ia juga ingin mendapatkan verifikasi resmi di TikTok sebagai bagian dari penguatan personal branding.
Lebih dari itu, Fajar memiliki visi untuk membangun ekosistem bisnis digital yang mampu memberi manfaat lebih luas. Ia ingin menggabungkan pengalaman di dunia digital dengan ilmu hukum yang dimilikinya, terutama untuk membantu pelaku UMKM.
“Saya ingin suatu saat bisa menggabungkan dunia digital dan ilmu hukum yang saya miliki untuk membantu UMKM berkembang dengan aman secara legal,” tutupnya.
(dra)
Lihat Juga :