Teknologi Perawatan Kulit Non-Invasif Makin Diminati
Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB
loading...
Tren perawatan kulit berbasis teknologi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap prosedur estetika yang praktis, nyaman. Foto/ist
A
A
A
BALI - Tren perawatan kulit berbasis teknologi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap prosedur estetika yang praktis, nyaman, dan minim waktu pemulihan. Bali sebagai salah satu destinasi lifestyle dan wellness internasional kini ikut menjadi pasar potensial bagi layanan estetika berstandar global.
Salah satu teknologi skin tightening generasi terbaru kini resmi hadir di Bali melalui kolaborasi antara penyedia teknologi estetika dan klinik kecantikan lokal. Kehadiran teknologi ini dinilai menjadi bagian dari perkembangan industri medical aesthetics, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara yang mencari perawatan non-invasif.
Peluncuran tersebut digelar di Bali dan dihadiri oleh jajaran manajemen idsMED Aesthetics Indonesia, perwakilan klinik, media, serta tamu undangan dari kalangan beauty enthusiasts dan praktisi estetika. Momen ini sekaligus menandai perluasan akses terhadap teknologi perawatan kulit berbasis sains di salah satu destinasi wellness terbesar di Asia.
Teknologi skin tightening yang diperkenalkan merupakan perangkat berbasis monopolar radio frequency dengan kombinasi dua frekuensi. Teknologi ini disebut dirancang untuk membantu menghantarkan energi secara presisi ke beberapa lapisan kulit, sehingga mendukung tampilan kulit yang lebih kencang dan terawat tanpa prosedur bedah.
Bali dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan layanan estetika modern. Selain memiliki pasar domestik, Pulau Dewata juga menjadi tujuan wisatawan internasional yang semakin memperhatikan layanan kecantikan, wellness, dan perawatan diri selama berlibur. Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, mengatakan Bali merupakan pasar strategis bagi perkembangan industri estetika.
“Bali merupakan salah satu pasar estetika yang sangat strategis, tidak hanya karena pertumbuhan industri beauty dan wellness yang pesat, tetapi juga karena tingginya jumlah wisatawan internasional yang datang setiap tahunnya. Kehadiran XERF secara eksklusif di Elea Clinic Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan inovasi estetika global yang dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat dan pasien internasional. Kami percaya kolaborasi ini akan semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi medical aesthetics berkelas dunia,” ujar Andy.
Senada, Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, menyebut kehadiran teknologi skin tightening premium di Bali relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. “Kami mengucapkan selamat kepada Elea Clinic Bali atas pencapaiannya sebagai klinik pertama di Bali yang menghadirkan XERF by Cynosure Lutronic. Bali merupakan salah satu destinasi lifestyle dan wellness terkemuka di dunia, sehingga kehadiran teknologi skin tightening premium seperti XERF menjadi sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Elea Clinic Bali untuk menghadirkan standar baru dalam perawatan non-invasif, sekaligus memperluas akses masyarakat lokal maupun wisatawan internasional terhadap teknologi estetika kelas dunia,” kata Marisa.
Sementara itu, Head Doctor of Elea Clinic Bali, dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE, mengatakan masyarakat kini semakin mencari perawatan estetika yang efektif, nyaman, dan tidak membutuhkan waktu pemulihan panjang. “Di Elea Clinic Bali, kami selalu berkomitmen untuk menghadirkan teknologi estetika terbaik yang didukung oleh bukti ilmiah dan memberikan pengalaman treatment yang nyaman bagi pasien. Kehadiran XERF merupakan jawaban atas meningkatnya kebutuhan pasien terhadap solusi skin tightening non-invasif yang efektif dengan minim downtime. Sebagai destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional, kami berharap XERF dapat menjadi pilihan utama bagi pasien yang menginginkan perawatan estetika premium dengan teknologi terkini di Bali,” ujar dr. Jesslyn.
Tren perawatan non-invasif sendiri semakin diminati karena dinilai sesuai dengan gaya hidup modern yang menuntut efisiensi waktu. Prosedur dengan durasi singkat dan minim downtime menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat urban maupun wisatawan yang memiliki jadwal padat.
Kehadiran teknologi ini juga menunjukkan bagaimana industri kecantikan di Bali terus bergerak mengikuti kebutuhan pasar global. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Bali kini semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan wellness dan perawatan estetika yang menggabungkan pengalaman, teknologi, dan layanan profesional.
Peluncuran ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem estetika nasional, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap teknologi perawatan kulit modern bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan internasional.
Salah satu teknologi skin tightening generasi terbaru kini resmi hadir di Bali melalui kolaborasi antara penyedia teknologi estetika dan klinik kecantikan lokal. Kehadiran teknologi ini dinilai menjadi bagian dari perkembangan industri medical aesthetics, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara yang mencari perawatan non-invasif.
Peluncuran tersebut digelar di Bali dan dihadiri oleh jajaran manajemen idsMED Aesthetics Indonesia, perwakilan klinik, media, serta tamu undangan dari kalangan beauty enthusiasts dan praktisi estetika. Momen ini sekaligus menandai perluasan akses terhadap teknologi perawatan kulit berbasis sains di salah satu destinasi wellness terbesar di Asia.
Teknologi skin tightening yang diperkenalkan merupakan perangkat berbasis monopolar radio frequency dengan kombinasi dua frekuensi. Teknologi ini disebut dirancang untuk membantu menghantarkan energi secara presisi ke beberapa lapisan kulit, sehingga mendukung tampilan kulit yang lebih kencang dan terawat tanpa prosedur bedah.
Bali dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan layanan estetika modern. Selain memiliki pasar domestik, Pulau Dewata juga menjadi tujuan wisatawan internasional yang semakin memperhatikan layanan kecantikan, wellness, dan perawatan diri selama berlibur. Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, mengatakan Bali merupakan pasar strategis bagi perkembangan industri estetika.
“Bali merupakan salah satu pasar estetika yang sangat strategis, tidak hanya karena pertumbuhan industri beauty dan wellness yang pesat, tetapi juga karena tingginya jumlah wisatawan internasional yang datang setiap tahunnya. Kehadiran XERF secara eksklusif di Elea Clinic Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan inovasi estetika global yang dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat dan pasien internasional. Kami percaya kolaborasi ini akan semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi medical aesthetics berkelas dunia,” ujar Andy.
Senada, Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, menyebut kehadiran teknologi skin tightening premium di Bali relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. “Kami mengucapkan selamat kepada Elea Clinic Bali atas pencapaiannya sebagai klinik pertama di Bali yang menghadirkan XERF by Cynosure Lutronic. Bali merupakan salah satu destinasi lifestyle dan wellness terkemuka di dunia, sehingga kehadiran teknologi skin tightening premium seperti XERF menjadi sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Elea Clinic Bali untuk menghadirkan standar baru dalam perawatan non-invasif, sekaligus memperluas akses masyarakat lokal maupun wisatawan internasional terhadap teknologi estetika kelas dunia,” kata Marisa.
Sementara itu, Head Doctor of Elea Clinic Bali, dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE, mengatakan masyarakat kini semakin mencari perawatan estetika yang efektif, nyaman, dan tidak membutuhkan waktu pemulihan panjang. “Di Elea Clinic Bali, kami selalu berkomitmen untuk menghadirkan teknologi estetika terbaik yang didukung oleh bukti ilmiah dan memberikan pengalaman treatment yang nyaman bagi pasien. Kehadiran XERF merupakan jawaban atas meningkatnya kebutuhan pasien terhadap solusi skin tightening non-invasif yang efektif dengan minim downtime. Sebagai destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional, kami berharap XERF dapat menjadi pilihan utama bagi pasien yang menginginkan perawatan estetika premium dengan teknologi terkini di Bali,” ujar dr. Jesslyn.
Tren perawatan non-invasif sendiri semakin diminati karena dinilai sesuai dengan gaya hidup modern yang menuntut efisiensi waktu. Prosedur dengan durasi singkat dan minim downtime menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat urban maupun wisatawan yang memiliki jadwal padat.
Kehadiran teknologi ini juga menunjukkan bagaimana industri kecantikan di Bali terus bergerak mengikuti kebutuhan pasar global. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Bali kini semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan wellness dan perawatan estetika yang menggabungkan pengalaman, teknologi, dan layanan profesional.
Peluncuran ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem estetika nasional, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap teknologi perawatan kulit modern bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan internasional.
(dra)
Lihat Juga :