GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Selasa, 30 Juni 2026 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Seiring meningkatnya tuntutan terhadap penyelenggaraan event yang lebih ramah lingkungan, ICE BSD terus memperkuat perannya sebagai destinasi MICE yang mengintegrasikan aspek operasional dengan tanggung jawab lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi lewat pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, sistem daur ulang air, hingga penyediaan EV Charging Station bagi pengunjung dan peserta acara.
Dalam penyelenggaraan GSDC 2026, ICE BSD juga berkolaborasi dengan Rekosistem untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Inisiatif ini mencakup penyediaan tempat sampah terpilah, pendampingan edukator dalam proses pemilahan, serta penyediaan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mendorong partisipasi peserta dalam pengumpulan material daur ulang.
Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama penyelenggaraan GSDC 2026. Dari jumlah itu, Rekosistem mencatat tingkat pemulihan atau recovery rate mencapai 41% yang berhasil dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk masuk ke proses daur ulang.
Sementara itu, 57,30% sampah tercatat sebagai residu dan 1,60% lainnya berupa sampah organik. Dari total sampah yang dikumpulkan dalam empat kali frekuensi pengangkutan, material anorganik yang berhasil diselamatkan didominasi plastik sebesar 14,35% dan kertas sebesar 10,07%, disusul botol plastik, kardus, kaca, hingga logam.
Upaya pemilahan dan pengelolaan sampah terpadu tersebut juga berdampak pada pengurangan emisi karbon hingga 667,9 kg CO2. Angka itu setara dengan penanaman 11,35 bibit pohon selama 10 tahun, penghematan 285,70 liter bensin, atau 333,25 kg batu bara.
"Melalui GSDC 2026, kami ingin menunjukkan bahwa penyelenggaraan forum internasional berskala global dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara event lainnya dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas bagi industri MICE," kata Siti Karmila.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi lewat pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, sistem daur ulang air, hingga penyediaan EV Charging Station bagi pengunjung dan peserta acara.
Dalam penyelenggaraan GSDC 2026, ICE BSD juga berkolaborasi dengan Rekosistem untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Inisiatif ini mencakup penyediaan tempat sampah terpilah, pendampingan edukator dalam proses pemilahan, serta penyediaan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mendorong partisipasi peserta dalam pengumpulan material daur ulang.
Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama penyelenggaraan GSDC 2026. Dari jumlah itu, Rekosistem mencatat tingkat pemulihan atau recovery rate mencapai 41% yang berhasil dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk masuk ke proses daur ulang.
Sementara itu, 57,30% sampah tercatat sebagai residu dan 1,60% lainnya berupa sampah organik. Dari total sampah yang dikumpulkan dalam empat kali frekuensi pengangkutan, material anorganik yang berhasil diselamatkan didominasi plastik sebesar 14,35% dan kertas sebesar 10,07%, disusul botol plastik, kardus, kaca, hingga logam.
Upaya pemilahan dan pengelolaan sampah terpadu tersebut juga berdampak pada pengurangan emisi karbon hingga 667,9 kg CO2. Angka itu setara dengan penanaman 11,35 bibit pohon selama 10 tahun, penghematan 285,70 liter bensin, atau 333,25 kg batu bara.
"Melalui GSDC 2026, kami ingin menunjukkan bahwa penyelenggaraan forum internasional berskala global dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara event lainnya dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas bagi industri MICE," kata Siti Karmila.
Lihat Juga :