Biasa Bikin Ketawa, Fajar Nugra Kini Siap Bikin Merinding di Film 'Pemikat Jiwa'
Rabu, 01 Juli 2026 - 09:21 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Industri perfilman horor Indonesia kembali kedatangan karya terbaru. Diproduksi oleh Shanker R S, Rama Tribudiman, dan Madam Mystery di bawah naungan Makara Production, film berjudul Pemikat Jiwa siap menghadirkan ketegangan dan kengerian yang akut bagi para pencinta sinema klenik.
Film yang naskahnya ditulis oleh Reza Keling dan disutradarai Dom Dharmo ini menghadirkan kisah mencekam yang berakar dari kepercayaan mistis masyarakat.
“Pemikat Jiwa ini memadukan unsur cinta, obsesi, dan praktik ilmu pengasihan yang berujung petaka,” kata sang sutradara, Dom Dharmo, saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Pusat.
Cerita yang tertuang dalam film ini rupanya diangkat dari kisah nyata berdasarkan penuturan Nuugro Agung.
“Apa yang tergambar dalam film berangkat dari kisah langsung yang dialami bapak saya. Beliau dahulu menyembuhkan korban dari ilmu hitam atau pelet ini,” tutur Nuugro Agung pada kesempatan yang sama.
Produser Shanker R S pun menegaskan alasannya memilih tema tersebut sebagai fokus utama dalam film produksi terbarunya. Menurutnya, isu klenik seperti pelet masih sangat dekat dengan realitas masyarakat.
“Soal pelet, ini sangat relatable dengan kehidupan kita. Dari sekian banyak cerita yang ada, kisah asli dari Nuugro Agung ini yang paling menarik, hingga akhirnya kami pilih untuk diangkat,” ujar Shanker.
Tantangan Fajar Nugra: Keluar dari Zona Komedi dan Adegan Menantang
Aktor sekaligus komika Fajar Nugra didapuk sebagai pemeran utama bernama Jay. Baginya, film ini menjadi tantangan besar karena ia harus berakting serius dan menjaga karakter agar tidak memancing tawa penonton.
“Ini karakter perdana di film yang gue anggap sinting atau gila. Awalnya saya takut menimbulkan sesi tawa penonton. Tapi lucu juga, di film ini pas pakai celana kolor, saya lihat penonton kok pada tertawa ya, haha,” ungkap Fajar sembari tersenyum.
Tak hanya dituntut keluar dari zona nyaman komedi, Fajar mengaku sempat dilanda kepanikan saat harus melakoni adegan intim bersama lawan mainnya, Givina Lukita. Pengalaman tersebut merupakan kali pertama bagi Fajar di depan kamera.
“Aku khawatir adegan seperti ini disalahartikan oleh lawan main maupun orang-orang di set syuting,” katanya.
Untuk meminimalisasi rasa cemas tersebut, pihak produksi menyediakan seorang Intimacy Coordinator bernama Runi. Tugasnya adalah memastikan batasan kenyamanan, keamanan, dan profesionalitas kedua aktor tetap terjaga selama proses pengambilan gambar berlangsung.
Kekhawatiran Fajar rupanya mencairkan suasana set setelah sutradara meneriakkan kata "cut". Karena takut aroma tubuhnya mengganggu kenyamanan Givina, ia spontan berteriak meminta tisu basah untuk lawan mainnya itu.
“Ketika break karakter, pas kata ‘cut’ itu, aku merasa aduh nggak enak banget sama Givina, takutnya bau kan. Jadi aku yang langsung minta, ‘Tisu basah! Tisu basah buat Givina, tisu basah!’ Aku yang heboh sendiri,” jelas Fajar seraya tertawa.
Selain memikirkan kenyamanan rekan kerja, Fajar juga mengomunikasikan peran ini kepada sang istri di rumah. Beruntung, istrinya memberikan dukungan penuh terhadap profesionalitas karier aktingnya.
“Gimana ya izin sama istri? Itu sih sebenarnya yang sempat dipikirkan. Cuma alhamdulillah istriku profesional juga dan mengizinkan. Dia bahkan hadir untuk memberikan dukungan,” tuturnya.
Berbeda dari film horor konvensional yang kerap mengandalkan kemunculan makhluk gaib (jumpscare), Pemikat Jiwa lebih mengeksplorasi sisi gelap manusia ketika rasa cinta berubah menjadi ambisi yang berbahaya. Konflik psikologis menjadi salah satu kekuatan utama yang ditawarkan film ini.
Pemikat Jiwa mengisahkan tentang Jay (Fajar Nugra), seorang penjual ayam di pasar yang diam-diam menaruh hati kepada Wulan (Givina Lukita). Namun, perasaan tulus yang dipendamnya tak pernah mendapatkan balasan dari perempuan yang dicintainya itu.
Tak mampu menerima kenyataan pahit tersebut, Jay memilih jalan pintas yang berbahaya. Ia nekat menggunakan praktik klenik dan ilmu mistis demi memikat hati Wulan. Alih-alih menemukan kebahagiaan, keputusan nekat itu justru menyeret keduanya ke dalam rangkaian peristiwa mengerikan yang dipenuhi teror, trauma, dan konsekuensi tidak terduga.
Selain Fajar Nugra dan Givina Lukita, film ini juga turut dibintangi oleh Erdin Wedrayana yang memerankan karakter Damar. Kisah penuh kengerian dan ketegangan ini dijadwalkan bakal segera menyapa penonton di seluruh bioskop Tanah Air pada 9 Juli 2026 mendatang.
Film yang naskahnya ditulis oleh Reza Keling dan disutradarai Dom Dharmo ini menghadirkan kisah mencekam yang berakar dari kepercayaan mistis masyarakat.
“Pemikat Jiwa ini memadukan unsur cinta, obsesi, dan praktik ilmu pengasihan yang berujung petaka,” kata sang sutradara, Dom Dharmo, saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Pusat.
Cerita yang tertuang dalam film ini rupanya diangkat dari kisah nyata berdasarkan penuturan Nuugro Agung.
“Apa yang tergambar dalam film berangkat dari kisah langsung yang dialami bapak saya. Beliau dahulu menyembuhkan korban dari ilmu hitam atau pelet ini,” tutur Nuugro Agung pada kesempatan yang sama.
Produser Shanker R S pun menegaskan alasannya memilih tema tersebut sebagai fokus utama dalam film produksi terbarunya. Menurutnya, isu klenik seperti pelet masih sangat dekat dengan realitas masyarakat.
“Soal pelet, ini sangat relatable dengan kehidupan kita. Dari sekian banyak cerita yang ada, kisah asli dari Nuugro Agung ini yang paling menarik, hingga akhirnya kami pilih untuk diangkat,” ujar Shanker.
Tantangan Fajar Nugra: Keluar dari Zona Komedi dan Adegan Menantang
Aktor sekaligus komika Fajar Nugra didapuk sebagai pemeran utama bernama Jay. Baginya, film ini menjadi tantangan besar karena ia harus berakting serius dan menjaga karakter agar tidak memancing tawa penonton.
“Ini karakter perdana di film yang gue anggap sinting atau gila. Awalnya saya takut menimbulkan sesi tawa penonton. Tapi lucu juga, di film ini pas pakai celana kolor, saya lihat penonton kok pada tertawa ya, haha,” ungkap Fajar sembari tersenyum.
Tak hanya dituntut keluar dari zona nyaman komedi, Fajar mengaku sempat dilanda kepanikan saat harus melakoni adegan intim bersama lawan mainnya, Givina Lukita. Pengalaman tersebut merupakan kali pertama bagi Fajar di depan kamera.
“Aku khawatir adegan seperti ini disalahartikan oleh lawan main maupun orang-orang di set syuting,” katanya.
Untuk meminimalisasi rasa cemas tersebut, pihak produksi menyediakan seorang Intimacy Coordinator bernama Runi. Tugasnya adalah memastikan batasan kenyamanan, keamanan, dan profesionalitas kedua aktor tetap terjaga selama proses pengambilan gambar berlangsung.
Kekhawatiran Fajar rupanya mencairkan suasana set setelah sutradara meneriakkan kata "cut". Karena takut aroma tubuhnya mengganggu kenyamanan Givina, ia spontan berteriak meminta tisu basah untuk lawan mainnya itu.
“Ketika break karakter, pas kata ‘cut’ itu, aku merasa aduh nggak enak banget sama Givina, takutnya bau kan. Jadi aku yang langsung minta, ‘Tisu basah! Tisu basah buat Givina, tisu basah!’ Aku yang heboh sendiri,” jelas Fajar seraya tertawa.
Selain memikirkan kenyamanan rekan kerja, Fajar juga mengomunikasikan peran ini kepada sang istri di rumah. Beruntung, istrinya memberikan dukungan penuh terhadap profesionalitas karier aktingnya.
“Gimana ya izin sama istri? Itu sih sebenarnya yang sempat dipikirkan. Cuma alhamdulillah istriku profesional juga dan mengizinkan. Dia bahkan hadir untuk memberikan dukungan,” tuturnya.
Berbeda dari film horor konvensional yang kerap mengandalkan kemunculan makhluk gaib (jumpscare), Pemikat Jiwa lebih mengeksplorasi sisi gelap manusia ketika rasa cinta berubah menjadi ambisi yang berbahaya. Konflik psikologis menjadi salah satu kekuatan utama yang ditawarkan film ini.
Pemikat Jiwa mengisahkan tentang Jay (Fajar Nugra), seorang penjual ayam di pasar yang diam-diam menaruh hati kepada Wulan (Givina Lukita). Namun, perasaan tulus yang dipendamnya tak pernah mendapatkan balasan dari perempuan yang dicintainya itu.
Tak mampu menerima kenyataan pahit tersebut, Jay memilih jalan pintas yang berbahaya. Ia nekat menggunakan praktik klenik dan ilmu mistis demi memikat hati Wulan. Alih-alih menemukan kebahagiaan, keputusan nekat itu justru menyeret keduanya ke dalam rangkaian peristiwa mengerikan yang dipenuhi teror, trauma, dan konsekuensi tidak terduga.
Selain Fajar Nugra dan Givina Lukita, film ini juga turut dibintangi oleh Erdin Wedrayana yang memerankan karakter Damar. Kisah penuh kengerian dan ketegangan ini dijadwalkan bakal segera menyapa penonton di seluruh bioskop Tanah Air pada 9 Juli 2026 mendatang.
(unt)
Lihat Juga :