Perempuan Desa Ambil Peran, Perkuat Generasi Muda Nusantara
Jum'at, 03 Juli 2026 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Kombinasi antara kepekaan sosial dan kecerdasan manajerial ini juga digarisbawahi oleh Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari S.H., MIB. Pengusaha nasional ini memberikan penekanan khusus pada transformasi peran perempuan dari penggerak domestik menjadi arsitek strategi pembangunan yang berdampak makro.
"Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap ornamen pembangunan, melainkan elemen strategis yang memegang kunci efisiensi dan inovasi ekonomi. Ketika potensi lokal dikelola dengan pendekatan yang inklusif dan modern oleh para perempuan tangguh ini, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri. Srikandi Jaga Desa harus mampu menjadi jembatan kemajuan tersebut," jelas Maya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga harus dibarengi dengan perluasan akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, dan penguatan kapasitas kewirausahaan agar potensi ekonomi desa mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah awal penguatan ini turut dikawal langsung oleh jajaran tokoh strategis nasional yang hadir memberikan pengarahan taktis kepada seluruh peserta sidang pranatacara tersebut. Dalam arahannya, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan pentingnya peran pengawasan dari kaum perempuan.
"Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika kaum perempuan dilibatkan secara aktif untuk mengawal arah kebijakan desa, maka potensi penyimpangan dapat ditekan dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat menjadi jauh lebih terukur," tegas Prof. Reda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., menyoroti pentingnya integrasi gerakan perempuan dalam tubuh organisasi.
"Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap ornamen pembangunan, melainkan elemen strategis yang memegang kunci efisiensi dan inovasi ekonomi. Ketika potensi lokal dikelola dengan pendekatan yang inklusif dan modern oleh para perempuan tangguh ini, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri. Srikandi Jaga Desa harus mampu menjadi jembatan kemajuan tersebut," jelas Maya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga harus dibarengi dengan perluasan akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, dan penguatan kapasitas kewirausahaan agar potensi ekonomi desa mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah awal penguatan ini turut dikawal langsung oleh jajaran tokoh strategis nasional yang hadir memberikan pengarahan taktis kepada seluruh peserta sidang pranatacara tersebut. Dalam arahannya, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan pentingnya peran pengawasan dari kaum perempuan.
"Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika kaum perempuan dilibatkan secara aktif untuk mengawal arah kebijakan desa, maka potensi penyimpangan dapat ditekan dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat menjadi jauh lebih terukur," tegas Prof. Reda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., menyoroti pentingnya integrasi gerakan perempuan dalam tubuh organisasi.
Lihat Juga :