Tren Sepatu Hybrid Performance, Padukan Fungsi Olahraga dan Gaya Harian
Sabtu, 04 Juli 2026 - 10:18 WIB
loading...
PT Vita Nova Atletik melalui merek olahraga lokal Ortuseight menghadirkan HYPERFIT.
A
A
A
JAKARTA - Sejalan dengan perkembangan tren olahraga hybrid yang menggabungkan endurance, strength, dan functional movement, PT Vita Nova Atletik melalui merek olahraga lokal Ortuseight menghadirkan HYPERFIT, sebuah inovasi sepatu yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan atlet modern melalui pendekatan hybrid performance footwear. Dirancang untuk mengakomodasi dua performa dalam satu platform, HYPERFIT menggabungkan responsivitas dan efisiensi saat berlari dengan stabilitas yang dibutuhkan dalam aktivitas functional training dan gym. Dengan karakter tersebut, HYPERFIT hadir sebagai solusi bagi atlet dan fitness enthusiast yang membutuhkan sepatu dengan kemampuan adaptasi tinggi di berbagai jenis aktivitas. Seperti dikutip dari akun Instagram resmi Ortuseight @ortuseight, “Built for the Hybrid Athlete. Modern fitness isn’t about specializing; it’s about conquering the space between pacing, endurance, and functional strength. The Hyperfit provides the precise support needed to handle the multi-disciplinary demands of Indonesia’s upcoming fitness race, from the track to the functional zone.”
Fokus pengembangan utama HYPERFIT berada pada penyempurnaan geometry outsole midsole, rocker, heel structure serta grip untuk menciptakan karakter sepatu hybrid yang stabil dan adaptif. Teguh Sarwoko, selaku Product Development Manager dari PT Vita Nova Atletik mengungkapkan perbedaan HYPERFIT dengan sepatu running konvensional: "Desain pada midsole dan outsole kita adjust secara khusus, jadi hasil akhirnya ketika dipakai ayunannya tidak terasa terlalu agresif, otomatis pijakan jadi jauh lebih solid dan terkontrol, terutama saat transisi antara running dan functional training ya," tegasnya.
Pada area vamp quarter, sepatu ini menggunakan konstruksi engineered mesh dengan cutting press logo Ortuseight yang memberikan struktur support, sirkulasi udara optimal sekaligus fleksibilitas saat terjadi perpindahan cepat antara running dan functional movement. Sementara sistem webbing pada area eyestay turut membantu memberikan penguncian kaki yang lebih presisi saat melakukan gerakan dinamis. Seperti dikutip dari Octrisany D. Putra, Product Development Manager Ortuseight, “di area upper, fokus pengembangannya adalah menciptakan struktur yang lebih firm dengan material yang tidak terlalu elastis ya, jadi buat menjaga lockdown-fit, itu yang penting dan krusial untuk movement olahraga hybrid,” ujarnya.
Sementara itu, pada bagian midsole, HYPERFIT menggunakan dual-density Pebax Foam dengan kombinasi tingkat kepadatan pebax foam 35–40 dan 45–50 yang memberikan keseimbangan antara cushioning, responsivitas, serta energy return saat running dan stabilitas saat functional training. Pada bagian heel, area diperbesar untuk meningkatkan stabilitas sepatu. Tak lupa, seri ini juga sudah dilengkapi dengan material carbon plate berkualitas yang berfungsi membantu meningkatkan responsivitas, efisiensi transfer energi, serta memberikan dukungan tambahan saat melakukan pergerakan eksplosif.
Pada area outsole, HYPERFIT menggunakan desain traction pattern yang dikembangkan untuk memberikan kontrol optimal ketika digunakan. Pola groove berbentuk zig-zag yang tersebar pada area forefoot hingga heel membantu meningkatkan grip, stabilitas, dan respons saat melakukan akselerasi dan perubahan arah secara cepat. Dipadukan dengan compound rubber hardness 55–60, seri ini diklaim memiliki keseimbangan sempurna antara durability dan traction.
Pengembangan HYPERFIT tidak terlepas dari dukungan tim riset Ortuseight yang memiliki keahlian multidisiplin dalam menghadirkan produk berstandar performa tinggi. Salah satu sosok yang berperan dalam proses pengembangan ini adalah Mike Trees, seorang pegiat olahraga terkemuka dengan pengalaman panjang di dunia atletik. Melalui perpaduan antara pendekatan ilmiah, pengalaman sebagai atlet, serta proses pengujian langsung di lapangan, Mike Trees bersama tim Ortuseight menyempurnakan berbagai aspek HYPERFIT — mulai dari biomekanika, material, hingga karakter performa sepatu agar mampu memenuhi kebutuhan olahraga hybrid modern. “Peran saya adalah membawa perspektif sports science ke dalam proses pengembangan produk dengan menggabungkan pengalaman sebagai atlet, pelari, praktisi gym training, dan pelatih selama kurang lebih 50 tahun,” ungkap Mike Trees saat dimintai keterangan terkait peluncuran HYPERFIT. “Kualitas seri ini selevel dengan world-class performance footwear global lainnya, jadi pantas disebut gear kelas elite,” tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai bagian dari peluncuran HYPERFIT, sejumlah atlet dan Brand Ambassador Ortuseight turut ambil bagian dalam kompetisi fitness fungsional berstandar internasional yang digelar di Jakarta. Ajang ini menguji daya tahan peserta melalui format 8 km lari yang diselingi 8 stasiun latihan kekuatan — sekaligus menjadi pembuktian nyata kesiapan HYPERFIT dalam mendukung kebutuhan hybrid athlete, mulai dari strength hingga endurance.
Keandalan HYPERFIT terbukti di lintasan lewat hasil akhir yang dicatat Brand Ambassador Ortuseight. Di kategori Mixed Relay 40+, Egidio Antonio Latorraca dan Dev Anggarini mengamankan peringkat 3 dengan catatan waktu 1:08:34. Pasangan Nadzrul dan Bianca Marcon menempati peringkat 5 Mixed Doubles 40–44 tahun dengan waktu 1:08:15, disusul Aimi Iwasaki dan Aina Iwasaki di peringkat 6 Women Doubles 25–29 tahun dengan 1:14:40. Sementara itu, Bastian Tendean Dan Dick Deefe mencatatkan waktu 1:00:48 di Men Doubles 30–34 tahun.
Dengan harga retail resmi Rp2.199.000, Ortuseight HYPERFIT akan tersedia mulai kuartal ketiga 2026 dalam ukuran 37–46. Varian warna ELECTRICITY hadir dengan karakter visual berani melalui perpaduan hijau neon kekuningan yang dinamis. Untuk pembelian secara praktis, pembeli dapat secara online melalui aplikasi mobile Ortuseight serta situs resmi ortuseight.com. Selain itu, HYPERFIT juga tersedia secara offline melalui jaringan Official Distribution Channel Ortuseight – PT Vita Nova Atletik yang telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia.
Fokus pengembangan utama HYPERFIT berada pada penyempurnaan geometry outsole midsole, rocker, heel structure serta grip untuk menciptakan karakter sepatu hybrid yang stabil dan adaptif. Teguh Sarwoko, selaku Product Development Manager dari PT Vita Nova Atletik mengungkapkan perbedaan HYPERFIT dengan sepatu running konvensional: "Desain pada midsole dan outsole kita adjust secara khusus, jadi hasil akhirnya ketika dipakai ayunannya tidak terasa terlalu agresif, otomatis pijakan jadi jauh lebih solid dan terkontrol, terutama saat transisi antara running dan functional training ya," tegasnya.
Pada area vamp quarter, sepatu ini menggunakan konstruksi engineered mesh dengan cutting press logo Ortuseight yang memberikan struktur support, sirkulasi udara optimal sekaligus fleksibilitas saat terjadi perpindahan cepat antara running dan functional movement. Sementara sistem webbing pada area eyestay turut membantu memberikan penguncian kaki yang lebih presisi saat melakukan gerakan dinamis. Seperti dikutip dari Octrisany D. Putra, Product Development Manager Ortuseight, “di area upper, fokus pengembangannya adalah menciptakan struktur yang lebih firm dengan material yang tidak terlalu elastis ya, jadi buat menjaga lockdown-fit, itu yang penting dan krusial untuk movement olahraga hybrid,” ujarnya.
Sementara itu, pada bagian midsole, HYPERFIT menggunakan dual-density Pebax Foam dengan kombinasi tingkat kepadatan pebax foam 35–40 dan 45–50 yang memberikan keseimbangan antara cushioning, responsivitas, serta energy return saat running dan stabilitas saat functional training. Pada bagian heel, area diperbesar untuk meningkatkan stabilitas sepatu. Tak lupa, seri ini juga sudah dilengkapi dengan material carbon plate berkualitas yang berfungsi membantu meningkatkan responsivitas, efisiensi transfer energi, serta memberikan dukungan tambahan saat melakukan pergerakan eksplosif.
Pada area outsole, HYPERFIT menggunakan desain traction pattern yang dikembangkan untuk memberikan kontrol optimal ketika digunakan. Pola groove berbentuk zig-zag yang tersebar pada area forefoot hingga heel membantu meningkatkan grip, stabilitas, dan respons saat melakukan akselerasi dan perubahan arah secara cepat. Dipadukan dengan compound rubber hardness 55–60, seri ini diklaim memiliki keseimbangan sempurna antara durability dan traction.
Pengembangan HYPERFIT tidak terlepas dari dukungan tim riset Ortuseight yang memiliki keahlian multidisiplin dalam menghadirkan produk berstandar performa tinggi. Salah satu sosok yang berperan dalam proses pengembangan ini adalah Mike Trees, seorang pegiat olahraga terkemuka dengan pengalaman panjang di dunia atletik. Melalui perpaduan antara pendekatan ilmiah, pengalaman sebagai atlet, serta proses pengujian langsung di lapangan, Mike Trees bersama tim Ortuseight menyempurnakan berbagai aspek HYPERFIT — mulai dari biomekanika, material, hingga karakter performa sepatu agar mampu memenuhi kebutuhan olahraga hybrid modern. “Peran saya adalah membawa perspektif sports science ke dalam proses pengembangan produk dengan menggabungkan pengalaman sebagai atlet, pelari, praktisi gym training, dan pelatih selama kurang lebih 50 tahun,” ungkap Mike Trees saat dimintai keterangan terkait peluncuran HYPERFIT. “Kualitas seri ini selevel dengan world-class performance footwear global lainnya, jadi pantas disebut gear kelas elite,” tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai bagian dari peluncuran HYPERFIT, sejumlah atlet dan Brand Ambassador Ortuseight turut ambil bagian dalam kompetisi fitness fungsional berstandar internasional yang digelar di Jakarta. Ajang ini menguji daya tahan peserta melalui format 8 km lari yang diselingi 8 stasiun latihan kekuatan — sekaligus menjadi pembuktian nyata kesiapan HYPERFIT dalam mendukung kebutuhan hybrid athlete, mulai dari strength hingga endurance.
Keandalan HYPERFIT terbukti di lintasan lewat hasil akhir yang dicatat Brand Ambassador Ortuseight. Di kategori Mixed Relay 40+, Egidio Antonio Latorraca dan Dev Anggarini mengamankan peringkat 3 dengan catatan waktu 1:08:34. Pasangan Nadzrul dan Bianca Marcon menempati peringkat 5 Mixed Doubles 40–44 tahun dengan waktu 1:08:15, disusul Aimi Iwasaki dan Aina Iwasaki di peringkat 6 Women Doubles 25–29 tahun dengan 1:14:40. Sementara itu, Bastian Tendean Dan Dick Deefe mencatatkan waktu 1:00:48 di Men Doubles 30–34 tahun.
Dengan harga retail resmi Rp2.199.000, Ortuseight HYPERFIT akan tersedia mulai kuartal ketiga 2026 dalam ukuran 37–46. Varian warna ELECTRICITY hadir dengan karakter visual berani melalui perpaduan hijau neon kekuningan yang dinamis. Untuk pembelian secara praktis, pembeli dapat secara online melalui aplikasi mobile Ortuseight serta situs resmi ortuseight.com. Selain itu, HYPERFIT juga tersedia secara offline melalui jaringan Official Distribution Channel Ortuseight – PT Vita Nova Atletik yang telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia.
(dra)
Lihat Juga :