Lewat Lagu Baru, Lucky Dwi Ariya Angkat Kisah Luka Batin dan Harapan Anak Muda
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:38 WIB
loading...
Musisi muda asal Sumatera Utara, Lucky Dwi Ariya, kembali memperkenalkan karya terbarunya melalui single bertajuk Hati yang Terluka.
A
A
A
JAKARTA - Musisi muda asal Sumatera Utara, Lucky Dwi Ariya, kembali memperkenalkan karya terbarunya melalui single bertajuk Hati yang Terluka. Lagu ini menjadi salah satu karya personal Lucky yang mengangkat cerita tentang kesepian, keterasingan, hingga perjuangan seseorang dalam menghadapi tekanan batin.
Single Hati yang Terluka menjadi langkah baru Lucky dalam membangun kariernya sebagai musisi independen. Di usia muda, ia tidak hanya aktif sebagai penyanyi dan penulis lagu, tetapi juga menekuni dunia programming serta content creation.
Lucky mengatakan, lagu tersebut lahir dari pengalaman emosional yang ia tuangkan secara jujur ke dalam lirik dan melodi. Ia ingin menghadirkan karya yang dekat dengan perasaan banyak anak muda, terutama mereka yang pernah merasa tidak dipahami atau kerap dibanding-bandingkan oleh lingkungan sekitar.
“Lagu ini menyampaikan realitas emosional tentang rasa kesepian, keterasingan, dan beratnya beban batin ketika seseorang merasa dibanding-bandingkan dengan orang lain di lingkungan sekolah,” ujar Lucky.
Meski mengangkat tema luka batin, Lucky menegaskan lagu ini tidak berhenti pada kesedihan. Ia justru ingin membawa pesan tentang ketahanan diri dan keberanian untuk bangkit dari keadaan sulit.
“Bagian akhir lagu ini membawa pesan kuat tentang ketangguhan, yaitu tekad untuk menyembuhkan luka sendiri dan terus berjalan mencari cahaya di ujung kegelapan,” katanya.
Proses kreatif lagu ini disebut berjalan secara natural. Lucky menyusun lirik dengan alur emosional yang dimulai dari suasana sunyi dan gelap, kemudian perlahan bergerak menuju harapan.
“Proses kreatifnya mengalir dari refleksi rasa sedih yang jujur hingga berubah menjadi sebuah harapan. Saya ingin pendengar bisa merasakan perjalanan emosinya dari awal sampai akhir,” ungkapnya.
Bagi Lucky, musik menjadi ruang untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung. Menariknya, latar belakangnya di bidang Rekayasa Perangkat Lunak tidak membuatnya jauh dari dunia seni. Ia justru melihat musik dan teknologi sebagai dua hal yang saling melengkapi.
“Saya suka bidang-bidang ini karena menggabungkan logika dan kreativitas. Programming mengasah pola pikir saya, sementara musik menjadi ruang untuk mengekspresikan emosi,” tutur pemilik akun Instagram @lucky.dwi_arya itu.
Selain bermusik, Lucky juga aktif mengembangkan kemampuan coding dan editing video digital. Ia mengelola channel YouTube pribadinya, @luckyda15, sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas visual dan eksplorasi konten.
Namun, menjalani beberapa minat sekaligus bukan tanpa tantangan. Lucky mengaku harus belajar mengatur waktu agar semua bidang yang ia tekuni dapat berjalan seimbang.
“Tantangan terbesar adalah manajemen waktu dan fokus. Karena saya mendalami programming, musik, dan editing konten sekaligus, saya harus pintar membagi energi agar semuanya bisa berjalan seimbang,” katanya.
Melalui single Hati yang Terluka, Lucky berharap lagunya dapat menemani pendengar yang sedang merasa sendiri, terluka, atau tidak dimengerti. Ia ingin karya tersebut menjadi ruang katarsis sekaligus sumber kekuatan.
“Tujuannya adalah menjadi wadah katarsis bagi siapa saja yang merasa sendiri dan tidak dimengerti. Saya berharap lagu ini bisa memberi kekuatan agar mereka tidak menyerah dan tetap percaya akan ada cinta yang nyata di masa depan,” ujar Lucky.
Lucky menilai, karya ini juga menjadi bukti bahwa seseorang tetap bisa berkembang di bidang teknis tanpa meninggalkan sisi kreatif dan seni. Ke depan, ia bertekad terus memperluas jangkauan pendengar serta membangun karier yang lebih kuat, baik di industri musik maupun dunia teknologi.
Single Hati yang Terluka menjadi langkah baru Lucky dalam membangun kariernya sebagai musisi independen. Di usia muda, ia tidak hanya aktif sebagai penyanyi dan penulis lagu, tetapi juga menekuni dunia programming serta content creation.
Lucky mengatakan, lagu tersebut lahir dari pengalaman emosional yang ia tuangkan secara jujur ke dalam lirik dan melodi. Ia ingin menghadirkan karya yang dekat dengan perasaan banyak anak muda, terutama mereka yang pernah merasa tidak dipahami atau kerap dibanding-bandingkan oleh lingkungan sekitar.
“Lagu ini menyampaikan realitas emosional tentang rasa kesepian, keterasingan, dan beratnya beban batin ketika seseorang merasa dibanding-bandingkan dengan orang lain di lingkungan sekolah,” ujar Lucky.
Meski mengangkat tema luka batin, Lucky menegaskan lagu ini tidak berhenti pada kesedihan. Ia justru ingin membawa pesan tentang ketahanan diri dan keberanian untuk bangkit dari keadaan sulit.
“Bagian akhir lagu ini membawa pesan kuat tentang ketangguhan, yaitu tekad untuk menyembuhkan luka sendiri dan terus berjalan mencari cahaya di ujung kegelapan,” katanya.
Proses kreatif lagu ini disebut berjalan secara natural. Lucky menyusun lirik dengan alur emosional yang dimulai dari suasana sunyi dan gelap, kemudian perlahan bergerak menuju harapan.
“Proses kreatifnya mengalir dari refleksi rasa sedih yang jujur hingga berubah menjadi sebuah harapan. Saya ingin pendengar bisa merasakan perjalanan emosinya dari awal sampai akhir,” ungkapnya.
Bagi Lucky, musik menjadi ruang untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung. Menariknya, latar belakangnya di bidang Rekayasa Perangkat Lunak tidak membuatnya jauh dari dunia seni. Ia justru melihat musik dan teknologi sebagai dua hal yang saling melengkapi.
“Saya suka bidang-bidang ini karena menggabungkan logika dan kreativitas. Programming mengasah pola pikir saya, sementara musik menjadi ruang untuk mengekspresikan emosi,” tutur pemilik akun Instagram @lucky.dwi_arya itu.
Selain bermusik, Lucky juga aktif mengembangkan kemampuan coding dan editing video digital. Ia mengelola channel YouTube pribadinya, @luckyda15, sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas visual dan eksplorasi konten.
Namun, menjalani beberapa minat sekaligus bukan tanpa tantangan. Lucky mengaku harus belajar mengatur waktu agar semua bidang yang ia tekuni dapat berjalan seimbang.
“Tantangan terbesar adalah manajemen waktu dan fokus. Karena saya mendalami programming, musik, dan editing konten sekaligus, saya harus pintar membagi energi agar semuanya bisa berjalan seimbang,” katanya.
Melalui single Hati yang Terluka, Lucky berharap lagunya dapat menemani pendengar yang sedang merasa sendiri, terluka, atau tidak dimengerti. Ia ingin karya tersebut menjadi ruang katarsis sekaligus sumber kekuatan.
“Tujuannya adalah menjadi wadah katarsis bagi siapa saja yang merasa sendiri dan tidak dimengerti. Saya berharap lagu ini bisa memberi kekuatan agar mereka tidak menyerah dan tetap percaya akan ada cinta yang nyata di masa depan,” ujar Lucky.
Lucky menilai, karya ini juga menjadi bukti bahwa seseorang tetap bisa berkembang di bidang teknis tanpa meninggalkan sisi kreatif dan seni. Ke depan, ia bertekad terus memperluas jangkauan pendengar serta membangun karier yang lebih kuat, baik di industri musik maupun dunia teknologi.
(dra)
Lihat Juga :