10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu
Selasa, 07 Juli 2026 - 06:31 WIB
loading...
Konten Kreator Riandi Lamusu.
A
A
A
JAKARTA - Di era digital saat ini, konten review telah menjadi salah satu jenis konten yang paling berpengaruh dalam membentuk keputusan konsumen. Namun, tidak semua kreator mampu membuat review yang benar-benar dipercaya audiens. Dibutuhkan pengalaman, konsistensi, serta kemampuan menyampaikan informasi secara jujur agar sebuah konten memiliki nilai lebih.
Hal itu yang menjadi prinsip Riandi Lamusu, kreator konten bernama asli Ahlan Riandi Lamusu, yang kini dikenal aktif membuat konten review di berbagai platform media sosial. Lahir di Langowan, 23 September 2001, Riandi memiliki hobi membaca dan berlari, dua aktivitas yang menurutnya turut membentuk pola pikir disiplin dan rasa ingin terus belajar.
Melalui akun Instagram @riandi.lamusu, TikTok @riandilamusu yang telah memiliki sekitar 36 ribu pengikut, serta Facebook Riandi Lamusu, ia terus membangun reputasi sebagai kreator yang mengedepankan ulasan objektif dan informatif.
Perjalanan Riandi di dunia konten dimulai pada 2020 melalui video lipsync yang saat itu sedang populer. Seiring bertambahnya pengalaman, ia mendirikan agency KOL dan pada 2024 mulai aktif membuat konten untuk mempromosikan agency tersebut. Memasuki 2025 hingga sekarang, fokusnya berubah menjadi kreator konten review yang memberikan informasi lengkap mengenai berbagai produk.
Menurut Riandi, membuat konten review bukan hanya soal memegang kamera dan berbicara di depan layar. Dibutuhkan strategi agar video mampu menarik perhatian sekaligus membangun kepercayaan.
“Review yang bagus bukan yang membuat semua produk terlihat sempurna, tetapi yang mampu membantu orang mengambil keputusan dengan informasi yang jujur,” ujar Riandi.
Berikut 10 tips membuat konten review ala Riandi Lamusu.
1. Gunakan Produk Sampai Benar-Benar Memahami Pengalamannya
Kesalahan terbesar kreator pemula adalah langsung merekam video hanya beberapa menit setelah membuka kemasan produk. Padahal, pengalaman penggunaan merupakan inti dari sebuah review.
Riandi menyarankan untuk menggunakan produk dalam jangka waktu yang cukup sehingga bisa mengetahui performanya secara nyata. Dengan begitu, kreator dapat menjelaskan kelebihan, kekurangan, daya tahan, hingga siapa yang cocok menggunakan produk tersebut.
Menurutnya, review berdasarkan pengalaman pribadi akan jauh lebih meyakinkan dibanding sekadar membaca spesifikasi yang sudah tersedia di internet.
“Semakin lama kita mencoba produknya, semakin banyak informasi yang bisa kita bagikan kepada penonton.”
2. Lakukan Riset Sebelum Kamera Mulai Merekam
Sebelum membuat review, cari tahu terlebih dahulu informasi mengenai produk, harga, pesaing, hingga keunggulan yang ditawarkan.
Dengan riset yang matang, kreator dapat membuat pembahasan lebih mendalam sehingga video tidak terasa dangkal. Penonton pun mendapatkan informasi yang benar-benar mereka butuhkan sebelum membeli.
“Banyak orang mencari review karena ingin mendapatkan informasi yang tidak mereka temukan di iklan.”
3. Buat Pembukaan Video yang Langsung Mengundang Rasa Penasaran
Beberapa detik pertama menentukan nasib sebuah video.
Riandi menyarankan agar pembukaan video langsung menampilkan hasil penggunaan, masalah yang akan dibahas, atau pertanyaan yang membuat penonton penasaran.
Contohnya, daripada membuka dengan salam panjang, lebih baik langsung mengatakan, “Produk ini viral, tapi apakah benar-benar sebagus yang dikatakan orang?”
“Kalau tiga detik pertama berhasil menarik perhatian, peluang video ditonton sampai selesai akan jauh lebih tinggi.”
4. Jelaskan Kelebihan dan Kekurangan Secara Seimbang
Salah satu alasan penonton mempercayai kreator adalah karena mereka menyampaikan informasi secara objektif.
Riandi selalu berusaha menjelaskan apa saja kelebihan produk, tetapi tidak menutupi kekurangannya apabila memang ditemukan saat penggunaan.
Menurutnya, review yang terlalu memuji justru membuat audiens ragu terhadap kredibilitas kreator.
“Jujur tidak akan membuat kita kehilangan pekerjaan. Justru kejujuran membuat audiens terus kembali.”
5. Tampilkan Bukti Visual, Jangan Hanya Berbicara
Konten review akan jauh lebih menarik apabila penonton bisa melihat langsung bagaimana produk digunakan.
Riandi menyarankan untuk mengambil gambar detail produk, memperlihatkan proses penggunaan, hasil sebelum dan sesudah, hingga close-up bagian penting yang sedang dibahas.
Visual yang kuat membantu penonton memahami informasi tanpa harus membayangkannya sendiri. “Penonton lebih percaya apa yang mereka lihat daripada apa yang hanya kita ucapkan.”
6. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami Semua Kalangan
Tidak semua penonton memiliki pengetahuan mengenai produk yang sedang direview.
Karena itu, Riandi menghindari penggunaan istilah teknis yang terlalu rumit. Jika memang harus menggunakan istilah tertentu, ia akan menjelaskan artinya dengan bahasa sederhana agar semua orang bisa mengikuti pembahasan.
“Semakin mudah dipahami, semakin besar peluang video dibagikan ke orang lain.”
7. Bangun Gaya Review yang Menjadi Identitas Pribadi
Persaingan kreator semakin ketat. Karena itu, jangan hanya mengikuti gaya orang lain.
Riandi percaya setiap kreator memiliki karakter yang bisa menjadi ciri khas, mulai dari cara berbicara, konsep pengambilan gambar, gaya penyampaian, hingga proses editing.
Identitas inilah yang nantinya membuat audiens mudah mengenali sebuah video bahkan sebelum melihat nama akun.
“Orang mungkin lupa produknya, tapi mereka akan ingat cara kita menyampaikan review.”
8. Konsisten Mengunggah Konten dan Terus Belajar
Menurut Riandi, algoritma media sosial lebih menyukai kreator yang aktif.
Namun konsisten bukan sekadar sering mengunggah video, melainkan juga terus meningkatkan kualitas konten dari waktu ke waktu.
Ia mengaku rutin mempelajari tren baru, teknik editing, hingga cara berbicara di depan kamera agar kemampuan terus berkembang.
“Konsisten adalah investasi. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi akan terasa dalam jangka panjang.”
9. Bangun Interaksi dengan Audiens
Riandi selalu meluangkan waktu membaca komentar, menjawab pertanyaan, hingga menerima kritik dari penonton.
Masukan tersebut sering menjadi ide untuk konten berikutnya sekaligus membantu memahami kebutuhan audiens.
Interaksi yang baik juga membuat pengikut merasa dihargai sehingga hubungan antara kreator dan penonton menjadi lebih kuat.
“Jangan hanya ingin didengar. Kreator yang baik juga harus mau mendengarkan.”
10. Utamakan Kepercayaan, Bukan Sekadar Mengejar Kerja Sama Brand
Di tengah banyaknya konten promosi, Riandi mengingatkan bahwa aset terbesar seorang kreator adalah kepercayaan audiens.
Ia memilih hanya menerima kerja sama dengan produk yang sesuai dan tetap memberikan penilaian berdasarkan pengalaman penggunaan.
Menurutnya, reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun jauh lebih berharga dibanding keuntungan sesaat.
“Brand bisa datang dan pergi, tetapi kepercayaan penonton adalah hal yang harus dijaga selama kita berkarya.”
Bagi Riandi Lamusu, perjalanan dari konten lipsync pada 2020, mengembangkan agency KOL pada 2024, hingga fokus sebagai kreator review pada 2025 menjadi bukti bahwa seorang kreator harus berani beradaptasi mengikuti perkembangan industri digital.
Dengan mengutamakan kejujuran, kualitas informasi, dan konsistensi, ia berharap semakin banyak kreator muda yang mampu menghasilkan konten review yang tidak hanya menarik ditonton, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu yang menjadi prinsip Riandi Lamusu, kreator konten bernama asli Ahlan Riandi Lamusu, yang kini dikenal aktif membuat konten review di berbagai platform media sosial. Lahir di Langowan, 23 September 2001, Riandi memiliki hobi membaca dan berlari, dua aktivitas yang menurutnya turut membentuk pola pikir disiplin dan rasa ingin terus belajar.
Melalui akun Instagram @riandi.lamusu, TikTok @riandilamusu yang telah memiliki sekitar 36 ribu pengikut, serta Facebook Riandi Lamusu, ia terus membangun reputasi sebagai kreator yang mengedepankan ulasan objektif dan informatif.
Perjalanan Riandi di dunia konten dimulai pada 2020 melalui video lipsync yang saat itu sedang populer. Seiring bertambahnya pengalaman, ia mendirikan agency KOL dan pada 2024 mulai aktif membuat konten untuk mempromosikan agency tersebut. Memasuki 2025 hingga sekarang, fokusnya berubah menjadi kreator konten review yang memberikan informasi lengkap mengenai berbagai produk.
Menurut Riandi, membuat konten review bukan hanya soal memegang kamera dan berbicara di depan layar. Dibutuhkan strategi agar video mampu menarik perhatian sekaligus membangun kepercayaan.
“Review yang bagus bukan yang membuat semua produk terlihat sempurna, tetapi yang mampu membantu orang mengambil keputusan dengan informasi yang jujur,” ujar Riandi.
Berikut 10 tips membuat konten review ala Riandi Lamusu.
1. Gunakan Produk Sampai Benar-Benar Memahami Pengalamannya
Kesalahan terbesar kreator pemula adalah langsung merekam video hanya beberapa menit setelah membuka kemasan produk. Padahal, pengalaman penggunaan merupakan inti dari sebuah review.
Riandi menyarankan untuk menggunakan produk dalam jangka waktu yang cukup sehingga bisa mengetahui performanya secara nyata. Dengan begitu, kreator dapat menjelaskan kelebihan, kekurangan, daya tahan, hingga siapa yang cocok menggunakan produk tersebut.
Menurutnya, review berdasarkan pengalaman pribadi akan jauh lebih meyakinkan dibanding sekadar membaca spesifikasi yang sudah tersedia di internet.
“Semakin lama kita mencoba produknya, semakin banyak informasi yang bisa kita bagikan kepada penonton.”
2. Lakukan Riset Sebelum Kamera Mulai Merekam
Sebelum membuat review, cari tahu terlebih dahulu informasi mengenai produk, harga, pesaing, hingga keunggulan yang ditawarkan.
Dengan riset yang matang, kreator dapat membuat pembahasan lebih mendalam sehingga video tidak terasa dangkal. Penonton pun mendapatkan informasi yang benar-benar mereka butuhkan sebelum membeli.
“Banyak orang mencari review karena ingin mendapatkan informasi yang tidak mereka temukan di iklan.”
3. Buat Pembukaan Video yang Langsung Mengundang Rasa Penasaran
Beberapa detik pertama menentukan nasib sebuah video.
Riandi menyarankan agar pembukaan video langsung menampilkan hasil penggunaan, masalah yang akan dibahas, atau pertanyaan yang membuat penonton penasaran.
Contohnya, daripada membuka dengan salam panjang, lebih baik langsung mengatakan, “Produk ini viral, tapi apakah benar-benar sebagus yang dikatakan orang?”
“Kalau tiga detik pertama berhasil menarik perhatian, peluang video ditonton sampai selesai akan jauh lebih tinggi.”
4. Jelaskan Kelebihan dan Kekurangan Secara Seimbang
Salah satu alasan penonton mempercayai kreator adalah karena mereka menyampaikan informasi secara objektif.
Riandi selalu berusaha menjelaskan apa saja kelebihan produk, tetapi tidak menutupi kekurangannya apabila memang ditemukan saat penggunaan.
Menurutnya, review yang terlalu memuji justru membuat audiens ragu terhadap kredibilitas kreator.
“Jujur tidak akan membuat kita kehilangan pekerjaan. Justru kejujuran membuat audiens terus kembali.”
5. Tampilkan Bukti Visual, Jangan Hanya Berbicara
Konten review akan jauh lebih menarik apabila penonton bisa melihat langsung bagaimana produk digunakan.
Riandi menyarankan untuk mengambil gambar detail produk, memperlihatkan proses penggunaan, hasil sebelum dan sesudah, hingga close-up bagian penting yang sedang dibahas.
Visual yang kuat membantu penonton memahami informasi tanpa harus membayangkannya sendiri. “Penonton lebih percaya apa yang mereka lihat daripada apa yang hanya kita ucapkan.”
6. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami Semua Kalangan
Tidak semua penonton memiliki pengetahuan mengenai produk yang sedang direview.
Karena itu, Riandi menghindari penggunaan istilah teknis yang terlalu rumit. Jika memang harus menggunakan istilah tertentu, ia akan menjelaskan artinya dengan bahasa sederhana agar semua orang bisa mengikuti pembahasan.
“Semakin mudah dipahami, semakin besar peluang video dibagikan ke orang lain.”
7. Bangun Gaya Review yang Menjadi Identitas Pribadi
Persaingan kreator semakin ketat. Karena itu, jangan hanya mengikuti gaya orang lain.
Riandi percaya setiap kreator memiliki karakter yang bisa menjadi ciri khas, mulai dari cara berbicara, konsep pengambilan gambar, gaya penyampaian, hingga proses editing.
Identitas inilah yang nantinya membuat audiens mudah mengenali sebuah video bahkan sebelum melihat nama akun.
“Orang mungkin lupa produknya, tapi mereka akan ingat cara kita menyampaikan review.”
8. Konsisten Mengunggah Konten dan Terus Belajar
Menurut Riandi, algoritma media sosial lebih menyukai kreator yang aktif.
Namun konsisten bukan sekadar sering mengunggah video, melainkan juga terus meningkatkan kualitas konten dari waktu ke waktu.
Ia mengaku rutin mempelajari tren baru, teknik editing, hingga cara berbicara di depan kamera agar kemampuan terus berkembang.
“Konsisten adalah investasi. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi akan terasa dalam jangka panjang.”
9. Bangun Interaksi dengan Audiens
Riandi selalu meluangkan waktu membaca komentar, menjawab pertanyaan, hingga menerima kritik dari penonton.
Masukan tersebut sering menjadi ide untuk konten berikutnya sekaligus membantu memahami kebutuhan audiens.
Interaksi yang baik juga membuat pengikut merasa dihargai sehingga hubungan antara kreator dan penonton menjadi lebih kuat.
“Jangan hanya ingin didengar. Kreator yang baik juga harus mau mendengarkan.”
10. Utamakan Kepercayaan, Bukan Sekadar Mengejar Kerja Sama Brand
Di tengah banyaknya konten promosi, Riandi mengingatkan bahwa aset terbesar seorang kreator adalah kepercayaan audiens.
Ia memilih hanya menerima kerja sama dengan produk yang sesuai dan tetap memberikan penilaian berdasarkan pengalaman penggunaan.
Menurutnya, reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun jauh lebih berharga dibanding keuntungan sesaat.
“Brand bisa datang dan pergi, tetapi kepercayaan penonton adalah hal yang harus dijaga selama kita berkarya.”
Bagi Riandi Lamusu, perjalanan dari konten lipsync pada 2020, mengembangkan agency KOL pada 2024, hingga fokus sebagai kreator review pada 2025 menjadi bukti bahwa seorang kreator harus berani beradaptasi mengikuti perkembangan industri digital.
Dengan mengutamakan kejujuran, kualitas informasi, dan konsistensi, ia berharap semakin banyak kreator muda yang mampu menghasilkan konten review yang tidak hanya menarik ditonton, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(wur)
Lihat Juga :