Material Bangunan Ramah Lingkungan Jadi Tren Hunian Modern
Rabu, 08 Juli 2026 - 17:04 WIB
loading...
Kesadaran masyarakat terhadap hunian sehat dan pembangunan berkelanjutan semakin meningkat.
A
A
A
JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap hunian sehat dan pembangunan berkelanjutan semakin meningkat. Hal ini turut mendorong hadirnya berbagai inovasi material bangunan yang lebih ramah lingkungan, termasuk cat dan pelapis berbasis air atau water-based.
Inovasi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pameran material bangunan yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026. Ajang ini mempertemukan pelaku industri konstruksi, arsitektur, interior, hingga masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat solusi hunian modern dan berkelanjutan.
Teknologi berbasis air dinilai menjadi pilihan yang semakin relevan karena memiliki emisi lebih rendah, lebih aman digunakan, serta dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi, bangunan komersial, hingga sektor industri. Selain mendukung tampilan bangunan, pemilihan material yang tepat juga berperan dalam menciptakan lingkungan tinggal yang lebih sehat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya sektor konstruksi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan industri material dalam negeri.
"Sektor konstruksi dalam setiap pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperbesar penggunaan material, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia," ujar Agus Harimurti Yudhoyono.
Selain aspek ekonomi, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan masa kini. Konsep hunian modern tidak lagi hanya berfokus pada desain yang menarik, tetapi juga mempertimbangkan faktor kesehatan, kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Dalam pameran tersebut, sejumlah inovasi ditampilkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Di antaranya teknologi pelapis untuk interior dan eksterior, sistem pelindung lantai, pelapis antikotor, pelapis tahan panas, hingga solusi perlindungan bangunan dari kelembapan dan api.
Tren warna untuk hunian juga menjadi perhatian. Warna putih dengan tingkat kecerahan tinggi, misalnya, banyak diminati karena memberi kesan bersih, luas, elegan, dan modern. Warna ini kerap digunakan pada hunian bergaya minimalis maupun ruang komersial yang ingin menampilkan kesan profesional.
Tidak hanya menampilkan produk, pameran ini juga menghadirkan edukasi melalui demonstrasi aplikasi material secara langsung. Pengunjung dapat memahami cara penggunaan, keunggulan teknologi, serta manfaat material bangunan yang lebih aman bagi pengguna dan lingkungan.
Kehadiran inovasi material ramah lingkungan menunjukkan bahwa gaya hidup berkelanjutan kini tidak hanya diterapkan dalam konsumsi sehari-hari, tetapi juga dalam cara masyarakat membangun dan merawat hunian. Dengan pemilihan material yang tepat, rumah tidak hanya tampak indah, tetapi juga lebih sehat dan mendukung masa depan yang lebih hijau.
Inovasi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pameran material bangunan yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026. Ajang ini mempertemukan pelaku industri konstruksi, arsitektur, interior, hingga masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat solusi hunian modern dan berkelanjutan.
Teknologi berbasis air dinilai menjadi pilihan yang semakin relevan karena memiliki emisi lebih rendah, lebih aman digunakan, serta dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi, bangunan komersial, hingga sektor industri. Selain mendukung tampilan bangunan, pemilihan material yang tepat juga berperan dalam menciptakan lingkungan tinggal yang lebih sehat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya sektor konstruksi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan industri material dalam negeri.
"Sektor konstruksi dalam setiap pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperbesar penggunaan material, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia," ujar Agus Harimurti Yudhoyono.
Selain aspek ekonomi, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan masa kini. Konsep hunian modern tidak lagi hanya berfokus pada desain yang menarik, tetapi juga mempertimbangkan faktor kesehatan, kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Dalam pameran tersebut, sejumlah inovasi ditampilkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Di antaranya teknologi pelapis untuk interior dan eksterior, sistem pelindung lantai, pelapis antikotor, pelapis tahan panas, hingga solusi perlindungan bangunan dari kelembapan dan api.
Tren warna untuk hunian juga menjadi perhatian. Warna putih dengan tingkat kecerahan tinggi, misalnya, banyak diminati karena memberi kesan bersih, luas, elegan, dan modern. Warna ini kerap digunakan pada hunian bergaya minimalis maupun ruang komersial yang ingin menampilkan kesan profesional.
Tidak hanya menampilkan produk, pameran ini juga menghadirkan edukasi melalui demonstrasi aplikasi material secara langsung. Pengunjung dapat memahami cara penggunaan, keunggulan teknologi, serta manfaat material bangunan yang lebih aman bagi pengguna dan lingkungan.
Kehadiran inovasi material ramah lingkungan menunjukkan bahwa gaya hidup berkelanjutan kini tidak hanya diterapkan dalam konsumsi sehari-hari, tetapi juga dalam cara masyarakat membangun dan merawat hunian. Dengan pemilihan material yang tepat, rumah tidak hanya tampak indah, tetapi juga lebih sehat dan mendukung masa depan yang lebih hijau.
(dra)
Lihat Juga :