Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Kamis, 09 Juli 2026 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan konektivitas yang semakin luas, peluang peningkatan kunjungan wisatawan, pertukaran budaya, kegiatan MICE, investasi pariwisata, serta pengembangan paket wisata berbasis budaya, spiritualitas, wellness, dan warisan budaya atau heritage diharapkan semakin terbuka.
Sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan dan fasilitasi bagi wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, Kementerian Pariwisata juga telah mendorong India untuk masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi turis. Usulan tersebut saat ini masih dalam proses pembahas dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia.
Kedekatan budaya Indonesia dan India juga menjadikan sejumlah destinasi di Indonesia memiliki potensi kuat untuk dikembangkan bagi pasar wisatawan India, khususnya pada segmen wisata spiritual dan budaya. Sejak 2025, pemerintah Indonesia mengembangkan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan budaya yang berpotensi menarik wisatawan mancanegara asal India.
Berbagai kegiatan lain juga terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kawasan Prambanan, antara lain Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, serta beragam kegiatan budaya dan pariwisata lainnya.
Kementerian Pariwisata memandang India sebagai salah satu pasar sekaligus mitra penting bagi pengembangan pariwisata Indonesia. Adapun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal India dari Januari hingga Mei 2026 sebesar 298.450 kunjungan, meningkat (+0.40%) dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Kunjungan wisatawan India juga menunjukan tren positif selama periode 2023 hingga 2025, yaitu bertumbuh dari 606.439 di tahun 2023 menjadi 734.490 di tahun 2025.Tren pertumbuhan kunjungan wisatawan India yang positif ini menunjukkan meningkatnya minat dan permintaan pasar India terhadap perjalanan wisata ke Indonesia.
Hubungan pariwisata kedua negara diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pengalaman wisata, penguatan kedekatan budaya, serta interaksi antarmasyarakat yang semakin erat.
Kementerian Pariwisata berharap kunjungan Perdana Menteri Modi dapat semakin meningkatkan eksposur pariwisata Indonesia, khususnya Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.
“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” ucap Menteri Pariwisata.
Sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan dan fasilitasi bagi wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, Kementerian Pariwisata juga telah mendorong India untuk masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi turis. Usulan tersebut saat ini masih dalam proses pembahas dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia.
Kedekatan budaya Indonesia dan India juga menjadikan sejumlah destinasi di Indonesia memiliki potensi kuat untuk dikembangkan bagi pasar wisatawan India, khususnya pada segmen wisata spiritual dan budaya. Sejak 2025, pemerintah Indonesia mengembangkan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan budaya yang berpotensi menarik wisatawan mancanegara asal India.
Berbagai kegiatan lain juga terus dikembangkan untuk memperkuat daya tarik kawasan Prambanan, antara lain Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, serta beragam kegiatan budaya dan pariwisata lainnya.
Kementerian Pariwisata memandang India sebagai salah satu pasar sekaligus mitra penting bagi pengembangan pariwisata Indonesia. Adapun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal India dari Januari hingga Mei 2026 sebesar 298.450 kunjungan, meningkat (+0.40%) dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Kunjungan wisatawan India juga menunjukan tren positif selama periode 2023 hingga 2025, yaitu bertumbuh dari 606.439 di tahun 2023 menjadi 734.490 di tahun 2025.Tren pertumbuhan kunjungan wisatawan India yang positif ini menunjukkan meningkatnya minat dan permintaan pasar India terhadap perjalanan wisata ke Indonesia.
Hubungan pariwisata kedua negara diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pengalaman wisata, penguatan kedekatan budaya, serta interaksi antarmasyarakat yang semakin erat.
Kementerian Pariwisata berharap kunjungan Perdana Menteri Modi dapat semakin meningkatkan eksposur pariwisata Indonesia, khususnya Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.
“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” ucap Menteri Pariwisata.
(nnz)
Lihat Juga :