Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Kamis, 09 Juli 2026 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada 30 Mei 2018, Indonesia dan India juga sepakat membentuk Satuan Tugas Bersama atau Joint Task Force untuk meningkatkan konektivitas antara Kepulauan Andaman dan Nicobar dengan provinsi-provinsi di Pulau Sumatra. Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendorong perdagangan, pariwisata, serta hubungan antarmasyarakat.
Tindak lanjut Satuan Tugas Bersama tersebut terus dilakukan hingga 2020, antara lain melalui promosi pariwisata bersama (joint tourism promotion), pengembangan paket wisata (development of tourism packages), serta pertukaran budaya (cultural exchanges).
Hubungan Indonesia dan India juga semakin diperkuat melalui berbagai forum kerja sama multilateral. Di antaranya kerja sama ASEAN–India terkait Pernyataan Bersama mengenai kerja sama dalam mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Kedua negara juga terlibat aktif dalam forum G20 dan UN Tourism.
India memegang Keketuaan BRICS pada 2026 dan akan menyelenggarakan sejumlah pertemuan terkait sektor pariwisata. Salah satunya Pertemuan Menteri Pariwisata BRICS yang dijadwalkan berlangsung pada 19–22 Agustus 2026 di Jaipur, Rajasthan, India.
India saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dan bersama Indonesia memimpin Kelompok Kerja Ekonomi Biru atau Working Group on Blue Economy.
Dalam aspek promosi, Kementerian Pariwisata terus meningkatkan eksposur Candi Prambanan di pasar India dan internasional. Momentum kunjungan Perdana Menteri India dimanfaatkan sebagai sarana promosi bernilai tinggi atau high-value publicity untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat global.
Kementerian Pariwisata juga menekankan pentingnya memperluas konektivitas antara kota-kota di India dan berbagai destinasi di Indonesia. Penguatan konektivitas tidak hanya diperlukan untuk rute menuju Bali dan Jakarta, tetapi juga Yogyakarta, Jawa Tengah, serta berbagai destinasi pariwisata prioritas lainnya.
Kementerian Pariwisata turut mendorong pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA), antara lain melalui koordinasi dengan pemerintah India untuk membuka rute menuju YIA, serta mendorong Angkasa Pura memberikan insentif berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat atau free landing fee dan parking fee pada periode tertentu.
“Ke depan, Kemenpar akan terus berupaya dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata,” kata Menteri Pariwisata.
Tindak lanjut Satuan Tugas Bersama tersebut terus dilakukan hingga 2020, antara lain melalui promosi pariwisata bersama (joint tourism promotion), pengembangan paket wisata (development of tourism packages), serta pertukaran budaya (cultural exchanges).
Hubungan Indonesia dan India juga semakin diperkuat melalui berbagai forum kerja sama multilateral. Di antaranya kerja sama ASEAN–India terkait Pernyataan Bersama mengenai kerja sama dalam mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Kedua negara juga terlibat aktif dalam forum G20 dan UN Tourism.
India memegang Keketuaan BRICS pada 2026 dan akan menyelenggarakan sejumlah pertemuan terkait sektor pariwisata. Salah satunya Pertemuan Menteri Pariwisata BRICS yang dijadwalkan berlangsung pada 19–22 Agustus 2026 di Jaipur, Rajasthan, India.
India saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) dan bersama Indonesia memimpin Kelompok Kerja Ekonomi Biru atau Working Group on Blue Economy.
Dalam aspek promosi, Kementerian Pariwisata terus meningkatkan eksposur Candi Prambanan di pasar India dan internasional. Momentum kunjungan Perdana Menteri India dimanfaatkan sebagai sarana promosi bernilai tinggi atau high-value publicity untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat global.
Kementerian Pariwisata juga menekankan pentingnya memperluas konektivitas antara kota-kota di India dan berbagai destinasi di Indonesia. Penguatan konektivitas tidak hanya diperlukan untuk rute menuju Bali dan Jakarta, tetapi juga Yogyakarta, Jawa Tengah, serta berbagai destinasi pariwisata prioritas lainnya.
Kementerian Pariwisata turut mendorong pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA), antara lain melalui koordinasi dengan pemerintah India untuk membuka rute menuju YIA, serta mendorong Angkasa Pura memberikan insentif berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat atau free landing fee dan parking fee pada periode tertentu.
“Ke depan, Kemenpar akan terus berupaya dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata,” kata Menteri Pariwisata.
Lihat Juga :