Ahli Biologi China Gagas Perempuan Haid 4 Kali Setahun, Dokter Ungkap Risikonya
Jum'at, 17 Juli 2026 - 12:15 WIB
loading...
Ahli Biologi China menggagas perempuan haid hanya 4 kali setahun. Foto: Ascencus Health
A
A
A
JAKARTA - Seorang ahli biologi asal Tiongkok bednama Hongmei Wang sempat mengeluarkan gagasan untuk membuat perempuan hanya mengalami menstruasi empat kali dalam setahun.Hal ini pun menuai pro kontra di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.
Menurut Wang, frekuensi menstruasi yang lebih jarang berpotensi memperpanjang masa subur wanita. Menanggapi hal itu, dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata pun memberikan penjelasannya.
Dokter Adam Prabata menjelaskan, secara teori menstruasi yang hanya terjadi setiap tiga bulan sekali memang berpotensi membuat cadangan sel telur di ovarium lebih awet.
Baca Juga : Waspada! Olahraga Berlebihan Ternyata Bisa Mengganggu Siklus Haid
Dengan begitu, masa subur seorang perempuan bisa berlangsung lebih lama dan menopause berpotensi datang lebih lambat.
“Membuat wanita menstruasi 4 kali dalam setahun, atau setiap 3 bulan sekali, memang secara teori bisa memperpanjang masa subur wanita karena cadangan sel telur di ovarium bisa lebih lama awet, bahkan bisa menunda menopause,” jelas dr Adam.
Namun, ia mengingatkan bahwa konsep itu juga memiliki potensi konsekuensi terhadap kesehatan tubuh. Di mana hormon estrogen yang diproduksi selama siklus menstruasi normal memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan tulang, jantung, hingga otak.
“Namun tentunya akan ada efek sampingnya yaitu penurunan berbagai fungsi tubuh, karena estrogen yang diproduksi saat siklus normal menstruasi sangat penting untuk kesehatan tulang, jantung, dan otak,” ujarnya.
Baca Juga : 6 Buah yang Bisa Membantu Meredakan Kram Saat Haid Secara Alami
Selain itu, penurunan kadar estrogen juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular pada perempuan yang telah memasuki masa menopause. Misalnya risiko serangan jantung yang meningkat pada wanita yang sudah menopause.
“Bahkan risiko serangan jantung pun akan meningkat pada wanita yang sudah menopause,” katanya.
Maka dari itu, meski terdengar menjanjikan, dr Adam menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung penerapan konsep tersebut.
Menurut Wang, frekuensi menstruasi yang lebih jarang berpotensi memperpanjang masa subur wanita. Menanggapi hal itu, dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata pun memberikan penjelasannya.
Dokter Adam Prabata menjelaskan, secara teori menstruasi yang hanya terjadi setiap tiga bulan sekali memang berpotensi membuat cadangan sel telur di ovarium lebih awet.
Baca Juga : Waspada! Olahraga Berlebihan Ternyata Bisa Mengganggu Siklus Haid
Dengan begitu, masa subur seorang perempuan bisa berlangsung lebih lama dan menopause berpotensi datang lebih lambat.
“Membuat wanita menstruasi 4 kali dalam setahun, atau setiap 3 bulan sekali, memang secara teori bisa memperpanjang masa subur wanita karena cadangan sel telur di ovarium bisa lebih lama awet, bahkan bisa menunda menopause,” jelas dr Adam.
Namun, ia mengingatkan bahwa konsep itu juga memiliki potensi konsekuensi terhadap kesehatan tubuh. Di mana hormon estrogen yang diproduksi selama siklus menstruasi normal memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan tulang, jantung, hingga otak.
“Namun tentunya akan ada efek sampingnya yaitu penurunan berbagai fungsi tubuh, karena estrogen yang diproduksi saat siklus normal menstruasi sangat penting untuk kesehatan tulang, jantung, dan otak,” ujarnya.
Baca Juga : 6 Buah yang Bisa Membantu Meredakan Kram Saat Haid Secara Alami
Selain itu, penurunan kadar estrogen juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular pada perempuan yang telah memasuki masa menopause. Misalnya risiko serangan jantung yang meningkat pada wanita yang sudah menopause.
“Bahkan risiko serangan jantung pun akan meningkat pada wanita yang sudah menopause,” katanya.
Maka dari itu, meski terdengar menjanjikan, dr Adam menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung penerapan konsep tersebut.
(wur)
Lihat Juga :