Takkan Kubiarkan Kau Menangis Pecah di Gala Premiere, Penonton Berurai Air Mata
Jum'at, 17 Juli 2026 - 21:16 WIB
loading...
Film drama keluarga Takkan Kubiarkan Kau Menangis berhasil mencuri perhatian publik setelah mendapatkan sambutan pada malam Gala Premiere di Epicentrum XXI.
A
A
A
JAKARTA - Film drama keluarga Takkan Kubiarkan Kau Menangis berhasil mencuri perhatian publik setelah mendapatkan sambutan hangat pada malam Gala Premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta. Karya perdana sutradara muda Ferly Halim itu menjadi sorotan karena mampu mematahkan keraguan sejumlah pihak yang sebelumnya meragukan kemampuannya menggarap film bertema keluarga yang sarat emosi.
Film produksi Langit Pictures Indonesia tersebut diputar perdana pada Senin (13/7) malam. Sejak awal pengembangannya, karya ini sempat dipandang sebelah mata karena digarap oleh sineas perempuan yang baru menjalani debut sebagai sutradara film layar lebar. Namun, respons para tamu undangan dan penonton justru menunjukkan hal sebaliknya.
Suasana Gala Premiere berlangsung meriah dengan konsep red carpet yang megah. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang peluncuran film, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap para pekerja di balik layar. Penyelenggara bahkan menghadirkan galeri foto kru produksi sebagai penghormatan atas kontribusi mereka selama proses pembuatan film.
Kemegahan acara semakin terasa dengan hadirnya sejumlah figur publik, seperti Kiesha Alvaro yang membawakan Original Soundtrack film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Penta Boys, Naufal Utomo, hingga Dianna Dee Starlight.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh penting turut memberikan dukungan dengan menghadiri acara tersebut. Di antaranya Menteri UMKM R Maman Abdurrahman bersama istri Tina Astari Maman, Deputi Kreatif Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Kepala BAZNAS Sodik Mudjahid, serta sejumlah perwakilan kementerian dan pemerintah daerah.
Kehadiran para pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan dan industri kreatif dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan perfilman nasional, khususnya bagi para sineas muda yang tengah membangun karier di industri tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS mengajak ratusan anak yatim untuk menyaksikan film ini bersama-sama. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman edukatif sekaligus motivasi melalui tayangan yang mengangkat nilai-nilai keluarga dan keteguhan hidup.
Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengisahkan perjuangan sebuah keluarga menghadapi persoalan komunikasi dan tekanan ekonomi. Cerita yang diangkat berfokus pada ketegaran, kasih sayang, dan pentingnya menjaga harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Film yang mulai tayang di bioskop pada 16 Juli 2026 itu juga membawa pesan tentang arti ketulusan, daya juang, dan pentingnya membangun hubungan keluarga yang sehat. Melalui kisah yang dekat dengan realitas masyarakat, film ini diharapkan mampu menjadi ruang refleksi bagi para penontonnya.
Ferly Halim berharap karya debutnya dapat memberikan dampak positif bagi keluarga Indonesia.
"Semoga film ini menjadi inspirasi dan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis lagi dalam hal komunikasi sehari-hari di dalam rumah," ucap Ferly.
Film produksi Langit Pictures Indonesia tersebut diputar perdana pada Senin (13/7) malam. Sejak awal pengembangannya, karya ini sempat dipandang sebelah mata karena digarap oleh sineas perempuan yang baru menjalani debut sebagai sutradara film layar lebar. Namun, respons para tamu undangan dan penonton justru menunjukkan hal sebaliknya.
Suasana Gala Premiere berlangsung meriah dengan konsep red carpet yang megah. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang peluncuran film, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap para pekerja di balik layar. Penyelenggara bahkan menghadirkan galeri foto kru produksi sebagai penghormatan atas kontribusi mereka selama proses pembuatan film.
Kemegahan acara semakin terasa dengan hadirnya sejumlah figur publik, seperti Kiesha Alvaro yang membawakan Original Soundtrack film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Penta Boys, Naufal Utomo, hingga Dianna Dee Starlight.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh penting turut memberikan dukungan dengan menghadiri acara tersebut. Di antaranya Menteri UMKM R Maman Abdurrahman bersama istri Tina Astari Maman, Deputi Kreatif Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Kepala BAZNAS Sodik Mudjahid, serta sejumlah perwakilan kementerian dan pemerintah daerah.
Kehadiran para pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan dan industri kreatif dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan perfilman nasional, khususnya bagi para sineas muda yang tengah membangun karier di industri tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS mengajak ratusan anak yatim untuk menyaksikan film ini bersama-sama. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman edukatif sekaligus motivasi melalui tayangan yang mengangkat nilai-nilai keluarga dan keteguhan hidup.
Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengisahkan perjuangan sebuah keluarga menghadapi persoalan komunikasi dan tekanan ekonomi. Cerita yang diangkat berfokus pada ketegaran, kasih sayang, dan pentingnya menjaga harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Film yang mulai tayang di bioskop pada 16 Juli 2026 itu juga membawa pesan tentang arti ketulusan, daya juang, dan pentingnya membangun hubungan keluarga yang sehat. Melalui kisah yang dekat dengan realitas masyarakat, film ini diharapkan mampu menjadi ruang refleksi bagi para penontonnya.
Ferly Halim berharap karya debutnya dapat memberikan dampak positif bagi keluarga Indonesia.
"Semoga film ini menjadi inspirasi dan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis lagi dalam hal komunikasi sehari-hari di dalam rumah," ucap Ferly.
(dra)
Lihat Juga :