Citra Art Studio Terpilih Ikuti Pendampingan untuk Perkuat Ekosistem Seni Pertunjukan
Selasa, 21 Juli 2026 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
“Senang sekali dapat berkolaborasi dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Titimangsa. Kami bertemu dengan banyak pegiat seni yang bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi,” ujar Happy.
Ia berharap sanggar yang terpilih dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, serta semakin percaya diri dalam menjalani perjalanan berkesenian.
“Harapan kami, sanggar yang terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” lanjutnya.
Sementara itu, Nungki Kusumastuti mengingatkan bahwa terpilih sebagai peserta program bukan hanya menjadi pencapaian, tetapi juga membawa tanggung jawab bagi sanggar untuk memperkuat pengelolaan dan program yang akan dijalankan.
“Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri,” ujar Nungki.
Pendampingan terhadap sanggar dinilai penting karena komunitas seni memiliki peran strategis sebagai ruang belajar, regenerasi seniman, pelestarian tradisi, sekaligus tempat lahirnya berbagai karya baru.
Dengan tata kelola yang semakin baik, sanggar seni diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan aktivitasnya, tetapi juga memperluas jangkauan pertunjukan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia berharap sanggar yang terpilih dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, serta semakin percaya diri dalam menjalani perjalanan berkesenian.
“Harapan kami, sanggar yang terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan baru, dan semakin yakin melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” lanjutnya.
Sementara itu, Nungki Kusumastuti mengingatkan bahwa terpilih sebagai peserta program bukan hanya menjadi pencapaian, tetapi juga membawa tanggung jawab bagi sanggar untuk memperkuat pengelolaan dan program yang akan dijalankan.
“Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berharap sanggar yang terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri,” ujar Nungki.
Pendampingan terhadap sanggar dinilai penting karena komunitas seni memiliki peran strategis sebagai ruang belajar, regenerasi seniman, pelestarian tradisi, sekaligus tempat lahirnya berbagai karya baru.
Dengan tata kelola yang semakin baik, sanggar seni diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan aktivitasnya, tetapi juga memperluas jangkauan pertunjukan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
(dra)