Menjadi Talenta Berdampak lewat Prestasi, Kreativitas, dan Keberanian
Selasa, 28 Juli 2026 - 18:05 WIB
loading...
Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian generasi muda Indonesia.
A
A
A
JAKARTA - Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian generasi muda Indonesia. Padahal, akses pendidikan yang memadai dapat membuka jalan untuk mengembangkan kemampuan akademik, olahraga, kepemimpinan, kreativitas digital, hingga kepedulian sosial.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia berada di kisaran 31,45%. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 38,04% pada 2029.
Kondisi ini menunjukkan masih banyak lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program beasiswa pun menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus membantu anak muda mengembangkan potensi mereka.
Salah satu program yang kembali dibuka adalah BINUS Scholarship untuk tahun akademik 2027/2028. Beasiswa tersebut tersedia bagi pelajar dengan berbagai potensi, mulai dari prestasi akademik, olahraga, kepemimpinan, kreativitas digital, hingga kontribusi sosial.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan beasiswa seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.
“BINUS Scholarship bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan,” ujar Dr. Nelly.
“Kami ingin setiap mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan potensi akademik, karakter, kepemimpinan, dan kreativitas agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi Indonesia,” lanjutnya.
Menyeimbangkan Pendidikan dan Prestasi
Kesempatan memperoleh beasiswa dapat memberikan dukungan bagi pelajar yang ingin tetap mengejar pendidikan tanpa meninggalkan prestasi di bidang lain.
Hal itu dirasakan Keira Hadinoto, penerima beasiswa kategori atlet. Sebagai mahasiswa sekaligus atlet, ia harus menjalani latihan, kompetisi, dan kegiatan akademik secara bersamaan.
“Setiap latihan dan kompetisi mengajarkan saya arti disiplin, sementara pendidikan membantu saya mempersiapkan masa depan. Beasiswa ini membuat saya semakin yakin untuk terus mengejar keduanya tanpa harus memilih salah satu,” kata Keira.
Menurutnya, pendidikan dan prestasi bukan hanya menjadi bagian dari usaha mewujudkan impian pribadi, tetapi juga bekal untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Saya berharap semakin banyak pelajar berprestasi berani mengambil kesempatan seperti ini. Bagi saya, pendidikan dan prestasi bukan hanya tentang meraih mimpi pribadi, tetapi juga bekal untuk suatu hari nanti bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.
Pengalaman berbeda disampaikan Akmal Insan Purwandha. Bagi penerima Beasiswa Widia tersebut, dukungan pendidikan menjadi pencapaian yang turut menghadirkan kebanggaan bagi keluarga.
“Menerima beasiswa ini membuat saya sangat bersyukur karena bukan hanya menjadi pencapaian bagi diri saya, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga. Dukungan dan doa dari orang tua menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik,” tutur Akmal.
Ia juga mendorong para pelajar agar tidak takut mencoba berbagai peluang yang tersedia.
“Saya ingin mengajak teman-teman untuk tidak ragu mencoba setiap kesempatan beasiswa yang ada, karena setiap usaha dan keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.
Kreativitas Digital Membuka Peluang Pendidikan
Di tengah perkembangan media sosial, kreativitas digital juga dapat menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan. Konten yang dibuat secara positif dan bertanggung jawab tidak hanya membangun portofolio, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Hal tersebut dialami Almeyda Nayara, penerima Beasiswa BINUSFLUENCER. Ia memulai perjalanannya dari kegemaran membuat konten dan membagikan berbagai hal yang disukainya.
“Saya memulai semuanya dari ketertarikan untuk membuat konten dan berbagi hal-hal yang saya sukai. Dalam menjalani proses tersebut, saya selalu mengomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada orang tua,” ujar Almeyda.
Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan mengembangkan kreativitas di ruang digital.
“Dukungan, kepercayaan, dan restu dari mereka membuat saya semakin yakin untuk terus mengembangkan kreativitas secara positif. Saya tidak pernah menyangka bahwa perjalanan ini dapat membuka kesempatan bagi saya untuk memperoleh beasiswa,” katanya.
Almeyda menilai kreativitas sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membuka peluang pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan pesan yang bermanfaat.
“Bagi saya, kreativitas bukan hanya membuka peluang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi cara untuk menghadirkan konten yang positif, menginspirasi, dan memberikan dampak bagi lebih banyak orang,” ungkapnya.
Selain dukungan biaya pendidikan, mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi. Salah satunya dengan memahami pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI secara tepat, kreatif, etis, dan bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut diperlukan agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan dan menciptakan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui semakin banyaknya pilihan beasiswa, pelajar dari berbagai latar belakang diharapkan lebih berani mencari peluang. Prestasi akademik bukan satu-satunya modal karena kemampuan olahraga, kepemimpinan, aktivitas sosial, serta kreativitas juga dapat menjadi pintu menuju pendidikan tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia berada di kisaran 31,45%. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 38,04% pada 2029.
Kondisi ini menunjukkan masih banyak lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program beasiswa pun menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus membantu anak muda mengembangkan potensi mereka.
Salah satu program yang kembali dibuka adalah BINUS Scholarship untuk tahun akademik 2027/2028. Beasiswa tersebut tersedia bagi pelajar dengan berbagai potensi, mulai dari prestasi akademik, olahraga, kepemimpinan, kreativitas digital, hingga kontribusi sosial.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan beasiswa seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.
“BINUS Scholarship bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan,” ujar Dr. Nelly.
“Kami ingin setiap mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan potensi akademik, karakter, kepemimpinan, dan kreativitas agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi Indonesia,” lanjutnya.
Menyeimbangkan Pendidikan dan Prestasi
Kesempatan memperoleh beasiswa dapat memberikan dukungan bagi pelajar yang ingin tetap mengejar pendidikan tanpa meninggalkan prestasi di bidang lain.
Hal itu dirasakan Keira Hadinoto, penerima beasiswa kategori atlet. Sebagai mahasiswa sekaligus atlet, ia harus menjalani latihan, kompetisi, dan kegiatan akademik secara bersamaan.
“Setiap latihan dan kompetisi mengajarkan saya arti disiplin, sementara pendidikan membantu saya mempersiapkan masa depan. Beasiswa ini membuat saya semakin yakin untuk terus mengejar keduanya tanpa harus memilih salah satu,” kata Keira.
Menurutnya, pendidikan dan prestasi bukan hanya menjadi bagian dari usaha mewujudkan impian pribadi, tetapi juga bekal untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Saya berharap semakin banyak pelajar berprestasi berani mengambil kesempatan seperti ini. Bagi saya, pendidikan dan prestasi bukan hanya tentang meraih mimpi pribadi, tetapi juga bekal untuk suatu hari nanti bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.
Pengalaman berbeda disampaikan Akmal Insan Purwandha. Bagi penerima Beasiswa Widia tersebut, dukungan pendidikan menjadi pencapaian yang turut menghadirkan kebanggaan bagi keluarga.
“Menerima beasiswa ini membuat saya sangat bersyukur karena bukan hanya menjadi pencapaian bagi diri saya, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga. Dukungan dan doa dari orang tua menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik,” tutur Akmal.
Ia juga mendorong para pelajar agar tidak takut mencoba berbagai peluang yang tersedia.
“Saya ingin mengajak teman-teman untuk tidak ragu mencoba setiap kesempatan beasiswa yang ada, karena setiap usaha dan keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.
Kreativitas Digital Membuka Peluang Pendidikan
Di tengah perkembangan media sosial, kreativitas digital juga dapat menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan. Konten yang dibuat secara positif dan bertanggung jawab tidak hanya membangun portofolio, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Hal tersebut dialami Almeyda Nayara, penerima Beasiswa BINUSFLUENCER. Ia memulai perjalanannya dari kegemaran membuat konten dan membagikan berbagai hal yang disukainya.
“Saya memulai semuanya dari ketertarikan untuk membuat konten dan berbagi hal-hal yang saya sukai. Dalam menjalani proses tersebut, saya selalu mengomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada orang tua,” ujar Almeyda.
Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan mengembangkan kreativitas di ruang digital.
“Dukungan, kepercayaan, dan restu dari mereka membuat saya semakin yakin untuk terus mengembangkan kreativitas secara positif. Saya tidak pernah menyangka bahwa perjalanan ini dapat membuka kesempatan bagi saya untuk memperoleh beasiswa,” katanya.
Almeyda menilai kreativitas sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membuka peluang pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan pesan yang bermanfaat.
“Bagi saya, kreativitas bukan hanya membuka peluang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi cara untuk menghadirkan konten yang positif, menginspirasi, dan memberikan dampak bagi lebih banyak orang,” ungkapnya.
Selain dukungan biaya pendidikan, mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi. Salah satunya dengan memahami pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI secara tepat, kreatif, etis, dan bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut diperlukan agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan dan menciptakan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui semakin banyaknya pilihan beasiswa, pelajar dari berbagai latar belakang diharapkan lebih berani mencari peluang. Prestasi akademik bukan satu-satunya modal karena kemampuan olahraga, kepemimpinan, aktivitas sosial, serta kreativitas juga dapat menjadi pintu menuju pendidikan tinggi.
(dra)
Lihat Juga :