Review Film Imperfect: Ketidaksempurnaan Menjadikan Kita Manusia
Rabu, 23 September 2020 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Debby selalu memperlakukan kedua anaknya berbeda. Ketika keduanya dewasa, kita melihat bahwa Rara dikaruniai kecerdasan yang mungkin bisa menutupi “kelemahan” penampilannya. Tapi ternyata tidak. (Baca Juga: Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan, Ini 3 Alasan untuk Nonton Serial Away )
Ketika ada kesempatan menjadi manajer, oleh bosnya, Kelvin (Dion Wiyoko), Rara berhadapan dengan the brutal truth: bahwa penampilan menjadi faktor penting.
![Review Film Imperfect: Ketidaksempurnaan Menjadikan Kita Manusia]()
Foto: Starvision Plus
Saya teringat sosok Andy (Anne Hathaway) dalam film “The Devil Wears Prada” (2006). Ketika memutuskan menerima pekerjaan di majalah Runway, Andy bilang dengan gamblang pada pacarnya bahwa ia tidak akan mengubah penampilan hanya untuk sebuah pekerjaan.
Sayangnya memang, dunia tidak bekerja seperti itu, Ferguso. Bekerja di majalah fesyen tentu menuntutnya menyesuaikan diri. Hal yang sama pun pada akhirnya dilakukan Rara.
Namun pertanyaan terpenting dari sosok seperti Rara atau Andy adalah apakah mengubah penampilan adalah segalanya? Tak cukupkah “sekadar” menyesuaikan, bukan terobsesi secara terus menerus untuk menjadi sempurna?
Bekerja sama dengan istrinya, Meira Anastasia, Ernest Prakasa menggarap skenario film “Imperfect” dengan sangat baik. Jika di karya-karya sebelumnya, beberapa adegan yang di-set untuk menguras tawa penonton bisa dilepaskan dengan plot utama, maka di sini, semua adegan terasa berkesinambungan.
Geng cewek kost yang sejatinya memang di-plot untuk menghadirkan tawa ternyata bisa diintegrasikan sebagai bagian penting dari dunia tak sempurna yang ingin diperlihatkan Rara.
Ketika ada kesempatan menjadi manajer, oleh bosnya, Kelvin (Dion Wiyoko), Rara berhadapan dengan the brutal truth: bahwa penampilan menjadi faktor penting.

Foto: Starvision Plus
Saya teringat sosok Andy (Anne Hathaway) dalam film “The Devil Wears Prada” (2006). Ketika memutuskan menerima pekerjaan di majalah Runway, Andy bilang dengan gamblang pada pacarnya bahwa ia tidak akan mengubah penampilan hanya untuk sebuah pekerjaan.
Sayangnya memang, dunia tidak bekerja seperti itu, Ferguso. Bekerja di majalah fesyen tentu menuntutnya menyesuaikan diri. Hal yang sama pun pada akhirnya dilakukan Rara.
Namun pertanyaan terpenting dari sosok seperti Rara atau Andy adalah apakah mengubah penampilan adalah segalanya? Tak cukupkah “sekadar” menyesuaikan, bukan terobsesi secara terus menerus untuk menjadi sempurna?
Bekerja sama dengan istrinya, Meira Anastasia, Ernest Prakasa menggarap skenario film “Imperfect” dengan sangat baik. Jika di karya-karya sebelumnya, beberapa adegan yang di-set untuk menguras tawa penonton bisa dilepaskan dengan plot utama, maka di sini, semua adegan terasa berkesinambungan.
Geng cewek kost yang sejatinya memang di-plot untuk menghadirkan tawa ternyata bisa diintegrasikan sebagai bagian penting dari dunia tak sempurna yang ingin diperlihatkan Rara.
Lihat Juga :