Penelitian Temukan Demam Berdarah Dapat Beri Kekebalan terhadap COVID-19
Rabu, 23 September 2020 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Nicolelis menjelaskan, hasil tersebut sangat menarik karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan antibodi demam berdarah dalam darahnya dapat terbukti positif palsu untuk antibodi COVID-19, bahkan jika mereka tidak pernah terinfeksi oleh virus corona.
"Ini menunjukkan bahwa ada interaksi imunologis antara dua virus yang tidak dapat diduga oleh siapapun, karena kedua virus tersebut berasal dari keluarga yang sama sekali berbeda," jelas Nicolelis, seraya menambahkan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hubungan tersebut.
Studi ini menyoroti korelasi yang signifikan antara insiden, kematian, dan tingkat pertumbuhan COVID-19 yang lebih rendah pada populasi di Brasil, di mana tingkat antibodi terhadap demam berdarah lebih tinggi. Brasil memiliki total infeksi COVID-19 tertinggi ketiga di dunia dengan lebih dari 4,4 juta kasus setelah Amerika Serikat dan India.
Di negara bagian seperti Parana, Santa Catarina, Rio Grande do Sul, Mato Grosso do Sul, dan Minas Gerais, dengan insiden demam berdarah yang tinggi tahun lalu dan awal tahun ini, COVID-19 membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tingkat penularan komunitas yang tinggi dibandingkan ke negara bagian seperti Amapa, Maranhao dan Para yang memiliki lebih sedikit kasus demam berdarah.
Tim menemukan hubungan serupa antara wabah demam berdarah dan penyebaran COVID-19 yang lebih lambat di bagian lain Amerika Latin, serta Asia juga pulau-pulau di Pasifik dan Samudra Hindia.
"Ini menunjukkan bahwa ada interaksi imunologis antara dua virus yang tidak dapat diduga oleh siapapun, karena kedua virus tersebut berasal dari keluarga yang sama sekali berbeda," jelas Nicolelis, seraya menambahkan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hubungan tersebut.
Studi ini menyoroti korelasi yang signifikan antara insiden, kematian, dan tingkat pertumbuhan COVID-19 yang lebih rendah pada populasi di Brasil, di mana tingkat antibodi terhadap demam berdarah lebih tinggi. Brasil memiliki total infeksi COVID-19 tertinggi ketiga di dunia dengan lebih dari 4,4 juta kasus setelah Amerika Serikat dan India.
Di negara bagian seperti Parana, Santa Catarina, Rio Grande do Sul, Mato Grosso do Sul, dan Minas Gerais, dengan insiden demam berdarah yang tinggi tahun lalu dan awal tahun ini, COVID-19 membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tingkat penularan komunitas yang tinggi dibandingkan ke negara bagian seperti Amapa, Maranhao dan Para yang memiliki lebih sedikit kasus demam berdarah.
Tim menemukan hubungan serupa antara wabah demam berdarah dan penyebaran COVID-19 yang lebih lambat di bagian lain Amerika Latin, serta Asia juga pulau-pulau di Pasifik dan Samudra Hindia.
Lihat Juga :