Setiap Individu Diingatkan Ambil Bagian Perangi Penyakit Kardiovaskular
Selasa, 29 September 2020 - 05:35 WIB
loading...
Pada peringatan tahun ini, Hari Jantung Dunia atau World Heart Day 2020 mengangkat tema Use Heart to Beat Cardiovascular Disease. / Foto: ilustrasi/Healthifyme
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun ini mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk di bidang kesehatan baik dari sisi pasien maupun pelayanan kesehatan . Seseorang dengan penyakit kardiovaskular bukan hanya berisiko lebih parah ketika terkena Covid-19, namun juga berisiko dari penyakit kardiovaskular karena dia takut mencari perawatan ke rumah sakit.
(Baca juga: 4 Kebiasaan yang Membuat Berat Badan Bertambah )
Pada peringatan tahun ini, Hari Jantung Dunia atau World Heart Day 2020 mengangkat tema Use Heart to Beat Cardiovascular Disease. Setiap orang diingatkan untuk mengambil bagian dengan sungguh-sungguh memerangi penyakit ini. Usaha-usaha ini dilakukan melalui gaya hidup sehat, skrining dini, hingga mencari treatment yang tepat.
Paradigma-paradigma yang selama ini ada di masyarakat adalah dokter, tenaga medis dan alat-alat canggih di ruang tindakan yang mampu menyembuhkan pasien dengan berbagai keluhan jantung.
"Namun, kami di Siloam Heart Institute (Siloam Hospitals Kebon Jeruk) justru membuat perspektif yang berbeda, bahwa kami disini sebagai 'advisor' dan pasien sebagai 'hero'. Kami di sini membantu mengarahkan dengan kompetensi dan empati, sedangkan pasien sendirilah yang akhirnya memilih dan menentukan bagaimana cara bisa hidup berkualitas kembali," tutur dr. Antono Sutandar,Sp.JP-K, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/9).
(Baca juga: 4 Kebiasaan yang Membuat Berat Badan Bertambah )
Pada peringatan tahun ini, Hari Jantung Dunia atau World Heart Day 2020 mengangkat tema Use Heart to Beat Cardiovascular Disease. Setiap orang diingatkan untuk mengambil bagian dengan sungguh-sungguh memerangi penyakit ini. Usaha-usaha ini dilakukan melalui gaya hidup sehat, skrining dini, hingga mencari treatment yang tepat.
Paradigma-paradigma yang selama ini ada di masyarakat adalah dokter, tenaga medis dan alat-alat canggih di ruang tindakan yang mampu menyembuhkan pasien dengan berbagai keluhan jantung.
"Namun, kami di Siloam Heart Institute (Siloam Hospitals Kebon Jeruk) justru membuat perspektif yang berbeda, bahwa kami disini sebagai 'advisor' dan pasien sebagai 'hero'. Kami di sini membantu mengarahkan dengan kompetensi dan empati, sedangkan pasien sendirilah yang akhirnya memilih dan menentukan bagaimana cara bisa hidup berkualitas kembali," tutur dr. Antono Sutandar,Sp.JP-K, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/9).
Lihat Juga :