Begini Penanganan Covid-19 Donald Trump

Senin, 05 Oktober 2020 - 22:26 WIB
loading...
A A A
Dalam uji klinis Fase 3, remdesivir ditemukan mempercepat pemulihan pada pasien pneumonia yang sakit sedang akibat Covid-19. Menurut hasil yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA pada Agustus, percobaan ini melibatkan hampir 600 pasien yang secara acak menerima perawatan standar saat ini untuk Covid-19; pengobatan remdesivir selama lima hari sebagai tambahan dari perawatan standar saat ini; atau 10 hari pengobatan plus perawatan. Pemulihan setiap pasien dilacak dan diperiksa.

Penelitian menemukan pasien Covid-19 sedang yang menerima remdesivir selama lima hari lebih mungkin menjadi lebih baik setelah 11 hari dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima perawatan standar. Pada Mei, remdesivir menjadi obat terapi pertama yang mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk Covid-19 di Amerika Serikat.

FDA awalnya mengizinkan penggunaan remdesivir darurat untuk Covid-19 pada Mei, tetapi hanya untuk mengobati pasien dengan virus korona parah yang membutuhkan oksigen ekstra atau ventilasi mekanis untuk membantu pernapasan mereka. Kemudian pada 28 Agustus, FDA memperpanjang otorisasi penggunaan darurat untuk remdesivir kepada semua pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, terlepas dari tingkat keparahan penyakit mereka. (Baca juga: Idap Komplikasi COVID-19, Desainer Ternama Pendiri Label Mewah Kenzo Takada Tutup Usia )

Selain itu, Trump dilaporkan juga diberi obat kortikosteroid deksametason pada setelah tingkat oksigennya turun untuk sementara. Obat ini biasanya diberikan kepada pasien dengan oksigen tambahan atau membutuhkan ventilasi. Di Amerika Serikat, deksametason telah digunakan untuk mengobati beberapa pasien Covid-19 sejak awal pandemi, tetapi beberapa dokter sebelumnya telah memperingatkan bahwa ini bukan pengobatan untuk penyakit ringan.

Pada bulan Juni, hasil awal dari penelitian besar dan acak di Inggris menemukan bahwa rejimen deksametason dosis rendah selama 10 hari mengurangi kematian sepertiga di antara pasien rawat inap yang membutuhkan ventilasi. Percobaan itu melibatkan sekitar 6.400 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sepertiga di antaranya secara acak menerima deksametason, dan sisanya diberikan perawatan standar di rumah sakit mereka.

Pada percobaan awal, deksametason diberikan dengan dosis 6 mg sekali sehari hingga 10 hari, baik sebagai suntikan atau oral. Para peneliti melaporkan tidak ada efek samping serius di antara pasien yang memakai deksametason. Steroid tersedia secara luas dan sudah umum digunakan untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved