Membuat Anak Tetap Ceria pada Masa Pandemi
Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu menyarankan agar orang tua memberikan perhatian ekstra terhadap mereka yang berkebutuhan khusus dalam situasi serba-prihatin ini. Jangan lupa memberi perhatian dan apresiasi guna meningkatkan rasa percaya diri anak. (Baca juga: Fadli Zon Ajak Presiden Jokowi Merenung)
Selain itu, anak tidak melulu dijejalkan dengan tuntutan akademisi. “Buat anak gembira agar psikologisnya positif selama pandemi Covid-19. Ini kekuatan untuk menangkal virus, yaitu tetap optimistis, gembira, dan ciptakan suasana menyenangkan,” ungkap Kak Seto.
Psikolog Saskhya Aulia Prima MPsi menambahkan, orang tua sebaiknya terus memutar otak agar anak bisa tetap betah di rumah, misalnya dengan mengajak anak ikut membantu memasak atau membuat mainan dari kardus bekas, bisa juga membeli paket home learning kit DIY (Do IT Yourself). Momen ini juga bisa digunakan untuk mengajar anak akan tugas rumah tangga dan memberi mereka tugas rutin. Contohnya, anak yang besar menyapu dan mengepel, sedangkan yang lebih kecil diminta merapikan mainannya. Meski libur, Saskhya menyarankan agar orang tua menetapkan jadwal harian anak dan konsisten menjalankan, mulai waktu bangun pagi, mandi, waktu belajar, hingga waktu tidur malam.
"Sebelumnya pastikan dulu siapa yang memegang anak waktu orang tua harus WFH, maka harus ada kerja sama dengan pasangan atau orang di rumah," ucapnya. Hindari memiliki ekspektasi berlebihan terhadap anak saat ini, mengingat kegiatan belajar-mengajar tidak seperti biasanya, terlebih proses belajar juga hanya bersifat satu arah. Tidak hanya itu, anak umumnya juga akan menjadi lebih rewel, manja, bahkan mogok manakala orang tua yang mengajarinya. Memang untuk membuat anak betah di rumah, pada akhirnya orang tua harus menciptakan suasana yang nyaman agar anak tidak jenuh. (Baca juga: Penemu Virus Hepatitis C Raih Nobel Bidang Kesehatan)
Nelly Hursepuny MPsi, psikologi di Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais Jakarta, memberikan tips terkait panduan mendampingi anak di rumah saja. Pertama, perhatikan dan penuhi kebutuhan anak.
Selain itu, anak tidak melulu dijejalkan dengan tuntutan akademisi. “Buat anak gembira agar psikologisnya positif selama pandemi Covid-19. Ini kekuatan untuk menangkal virus, yaitu tetap optimistis, gembira, dan ciptakan suasana menyenangkan,” ungkap Kak Seto.
Psikolog Saskhya Aulia Prima MPsi menambahkan, orang tua sebaiknya terus memutar otak agar anak bisa tetap betah di rumah, misalnya dengan mengajak anak ikut membantu memasak atau membuat mainan dari kardus bekas, bisa juga membeli paket home learning kit DIY (Do IT Yourself). Momen ini juga bisa digunakan untuk mengajar anak akan tugas rumah tangga dan memberi mereka tugas rutin. Contohnya, anak yang besar menyapu dan mengepel, sedangkan yang lebih kecil diminta merapikan mainannya. Meski libur, Saskhya menyarankan agar orang tua menetapkan jadwal harian anak dan konsisten menjalankan, mulai waktu bangun pagi, mandi, waktu belajar, hingga waktu tidur malam.
"Sebelumnya pastikan dulu siapa yang memegang anak waktu orang tua harus WFH, maka harus ada kerja sama dengan pasangan atau orang di rumah," ucapnya. Hindari memiliki ekspektasi berlebihan terhadap anak saat ini, mengingat kegiatan belajar-mengajar tidak seperti biasanya, terlebih proses belajar juga hanya bersifat satu arah. Tidak hanya itu, anak umumnya juga akan menjadi lebih rewel, manja, bahkan mogok manakala orang tua yang mengajarinya. Memang untuk membuat anak betah di rumah, pada akhirnya orang tua harus menciptakan suasana yang nyaman agar anak tidak jenuh. (Baca juga: Penemu Virus Hepatitis C Raih Nobel Bidang Kesehatan)
Nelly Hursepuny MPsi, psikologi di Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais Jakarta, memberikan tips terkait panduan mendampingi anak di rumah saja. Pertama, perhatikan dan penuhi kebutuhan anak.
Lihat Juga :