Warner Bros Tunda Penayangan The Batman dan The Flash
Selasa, 06 Oktober 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Selain "Dune", Warner Bros mengatakan, pergantian tanggal rilis terbaru itu dikarenakan penundaan produksi. Setelah penutupan produksi pada Maret karena pandemi COVID-19, beberapa film Hollywood telah diberi lampu hijau untuk memulai syuting lagi. Tapi, ada banyak masalah dalam prosesnya. Salah satunya, "The Batman" harus menangguhkan syuting di Inggris beberapa hari setelah kembali diproduksi karena Robert Pattinson dinyatakan positif COVID-19.
Menurut laman Variety, Pattinson diizinkan untuk kembali bekerja pada akhir September lalu. Sebaliknya, sekuel "Matrix" terbaru justru selesai lebih awal dari yang diharapkan.
Sejauh ini "Wonder Woman 1984" masih tetap pada jadwal rilisnya yaitu pada 25 Desember 2020. Bersamaan dengan "Soul" dari Pixar, sekuel superhero yang dibintangi Gal Gadot itu adalah satu-satunya film terkenal yang belum sepenuhnya menyerah pada 2020. (Baca Juga: Avengers: Endgame Art Ungkap Tampilan Captain America vs Thanos )
Bagi pemilik bioskop, kurangnya produk baru untuk memikat penonton sangat merugikan. Hampir 70% bioskop AS telah kembali beroperasi sejak Maret lalu, tapi tidak termasuk tempat-tempat di New York dan Los Angeles.
Dengan penjualan tiket yang lebih rendah dari perkiraan, banyak tempat menghadapi kemungkinan harus ditutup lagi. Cineworld, perusahaan yang memiliki jaringan bioskop Regal, mengumumkan rencananya untuk menutup bioskop di AS dan Inggris.
Menurut laman Variety, Pattinson diizinkan untuk kembali bekerja pada akhir September lalu. Sebaliknya, sekuel "Matrix" terbaru justru selesai lebih awal dari yang diharapkan.
Sejauh ini "Wonder Woman 1984" masih tetap pada jadwal rilisnya yaitu pada 25 Desember 2020. Bersamaan dengan "Soul" dari Pixar, sekuel superhero yang dibintangi Gal Gadot itu adalah satu-satunya film terkenal yang belum sepenuhnya menyerah pada 2020. (Baca Juga: Avengers: Endgame Art Ungkap Tampilan Captain America vs Thanos )
Bagi pemilik bioskop, kurangnya produk baru untuk memikat penonton sangat merugikan. Hampir 70% bioskop AS telah kembali beroperasi sejak Maret lalu, tapi tidak termasuk tempat-tempat di New York dan Los Angeles.
Dengan penjualan tiket yang lebih rendah dari perkiraan, banyak tempat menghadapi kemungkinan harus ditutup lagi. Cineworld, perusahaan yang memiliki jaringan bioskop Regal, mengumumkan rencananya untuk menutup bioskop di AS dan Inggris.
(tsa)
Lihat Juga :