Viral di Hari Batik, Lagu Sehelai Batik Miranti Serad Bertutur soal Cintanya pada Wastra Nusantara
Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Siapapun yang memakainya, ujar Miranti, akan mempunyai daya tarik tersendiri. Selain itu, motif tersebut dipercaya memiliki kemampuan untuk menolak bala. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, lanjutnya, mereka yang sedang menderita suatu penyakit diibaratkan bagai kain yang sobek untuk menyembuhkan kembali, maka kain itu harus direkat dengan segala doa yang tertuang dalam motif-motif di kain tersebut.
Dari situlah Miranti menuliskan lagu tersebut. Miranti tidak sendiri. Ia dibantu rekan-rekannya dari Melati Chamber Musik dalam proses penggarapan lagu. Selain itu, lagu tersebut bisa dikenal lebih luas juga karena peran Ketua Yayasan Batik Indonesia, Yanti Airlangga yang merilisnya bertepatan dengan Hari Batik Nasional.
“Saat ini kesadaran kita tentang pelestarian alam juga terus meningkat dan menjadi semacam keharusan untuk terlibat di dalamnya, berapapun sumbangsih yang dapat diberitan,” ujar Miranti.
Karena itu, ujarnya, penggunaan pewarna alam sudah sejak dulu dikembangkan. Para pembatik zaman dulu berusaha membuat batik pewarna alam dengan cara menggunakan warna-warna tersebut sebagai untuk pelestarian alam.
Saat ini cerita soal sejarah desain batik, termasuk para pembuatnya, terus dibicarakan seiring tingginya apresiasi banyak orang terhadap para membatik. Dan yang membuat kita makin berbahagia, menurut Miranti, adalah karena hampir setiap daerah memiliki motif dan ciri khas.
Dari situlah Miranti menuliskan lagu tersebut. Miranti tidak sendiri. Ia dibantu rekan-rekannya dari Melati Chamber Musik dalam proses penggarapan lagu. Selain itu, lagu tersebut bisa dikenal lebih luas juga karena peran Ketua Yayasan Batik Indonesia, Yanti Airlangga yang merilisnya bertepatan dengan Hari Batik Nasional.
“Saat ini kesadaran kita tentang pelestarian alam juga terus meningkat dan menjadi semacam keharusan untuk terlibat di dalamnya, berapapun sumbangsih yang dapat diberitan,” ujar Miranti.
Karena itu, ujarnya, penggunaan pewarna alam sudah sejak dulu dikembangkan. Para pembatik zaman dulu berusaha membuat batik pewarna alam dengan cara menggunakan warna-warna tersebut sebagai untuk pelestarian alam.
Saat ini cerita soal sejarah desain batik, termasuk para pembuatnya, terus dibicarakan seiring tingginya apresiasi banyak orang terhadap para membatik. Dan yang membuat kita makin berbahagia, menurut Miranti, adalah karena hampir setiap daerah memiliki motif dan ciri khas.
Lihat Juga :