Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Kacamata Anti Blue-Light
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 00:34 WIB
loading...
Momami menghadirkan Momami Zuper Vision Anti Blue-Light Glasses yang dapat memblokir radiasi elektromagnetik. Foto/Momami
A
A
A
JAKARTA - Sejak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan, anak-anak jadi lebih banyak memandang layar komputer, tablet, smartphone, maupun televisi di rumah. Hal itu akan berdampak negatif buat si kecil karena perangkat tersebut memancarkan blue light atau sinar biru.
Karenanya, dengan adanya belajar online, orangtua disarankan untuk tetap menjaga kesehatan mata anak saat sudah selesai belajar online di antaranya dengan membatasi waktu penggunaan gadget untuk anak usia 2-5 tahun. Waktu penggunaan gadget tidak boleh lebih dari 1 jam. Sedangkan untuk anak di atas 6 tahun dapat menggunakan gadget maksimal 2 jam. (Baca Juga: 4 dari 5 Pasien COVID-19 Miliki Gejala Neurologis )
Mengingat saat ini mayoritas anak bersekolah dari rumah dan belajar menggunakan laptop, maka setelah proses belajar mengajar selesai, usahakan anak tidak kembali bermain menggunakan gadget. Ubah kebiasaan main gadget dengan mengajak anak membaca buku, mewarnai, atau bermain puzzle untuk mengisi waktu luang. Jangan lupa untuk bermain di luar dan pretend play. Pada saat yang sama, hal ini juga akan membantu si kecil membangun keterampilan motorik kasar saat dia berlari dan melalukan beberapa permainan di luar ruangan.
Selanjutnya, dengan kondisi seperti itu, sinar biru dari layar digital turut mengemisikan sinar tersebut dalam level yang tinggi. Jika hal ini berlanjut terus-menerus, sinar biru bisa menimbulkan masalah yang disebut Digital Eye Strain (DES). Efek yang ditimbulkan DES bisa menyebabkan sederet gangguan pada mata seperti memicu mata kering, iritasi, mata merah, pandangan kabur, kelelahan mata, hingga mata berair.
Untuk mencegah serta mengurangi efek tersebut, Momami menghadirkan Momami Zuper Vision Anti Blue-Light Glasses yang dapat memblokir radiasi elektromagnetik dan memantulkan keluar sehingga mata anak aman saat menggunakan gadget baik untuk belajar maupun bermain.
Karenanya, dengan adanya belajar online, orangtua disarankan untuk tetap menjaga kesehatan mata anak saat sudah selesai belajar online di antaranya dengan membatasi waktu penggunaan gadget untuk anak usia 2-5 tahun. Waktu penggunaan gadget tidak boleh lebih dari 1 jam. Sedangkan untuk anak di atas 6 tahun dapat menggunakan gadget maksimal 2 jam. (Baca Juga: 4 dari 5 Pasien COVID-19 Miliki Gejala Neurologis )
Mengingat saat ini mayoritas anak bersekolah dari rumah dan belajar menggunakan laptop, maka setelah proses belajar mengajar selesai, usahakan anak tidak kembali bermain menggunakan gadget. Ubah kebiasaan main gadget dengan mengajak anak membaca buku, mewarnai, atau bermain puzzle untuk mengisi waktu luang. Jangan lupa untuk bermain di luar dan pretend play. Pada saat yang sama, hal ini juga akan membantu si kecil membangun keterampilan motorik kasar saat dia berlari dan melalukan beberapa permainan di luar ruangan.
Selanjutnya, dengan kondisi seperti itu, sinar biru dari layar digital turut mengemisikan sinar tersebut dalam level yang tinggi. Jika hal ini berlanjut terus-menerus, sinar biru bisa menimbulkan masalah yang disebut Digital Eye Strain (DES). Efek yang ditimbulkan DES bisa menyebabkan sederet gangguan pada mata seperti memicu mata kering, iritasi, mata merah, pandangan kabur, kelelahan mata, hingga mata berair.
Untuk mencegah serta mengurangi efek tersebut, Momami menghadirkan Momami Zuper Vision Anti Blue-Light Glasses yang dapat memblokir radiasi elektromagnetik dan memantulkan keluar sehingga mata anak aman saat menggunakan gadget baik untuk belajar maupun bermain.
Lihat Juga :