4 dari 5 Pasien COVID-19 Miliki Gejala Neurologis
Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:33 WIB
loading...
Sebuah studi menemukan empat dari lima pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit memiliki gejala neurologis seperti sakit kepala, pusing, dan fungsi otak. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sebuah studi baru menemukan bahwa sekitar empat dari lima pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 memiliki gejala neurologis seperti sakit kepala, pusing, dan perubahan fungsi otak, nyeri otot, hilangnya penciuman atau rasa dan lainnya.
Menurut penelitian, ensefalopati dikaitkan dengan morbiditas yang lebih besar pada pasien rawat inap dengan infeksi virus corona baru. (Baca juga: Waspada! Obesitas seperti Donald Trump Berisiko Tinggi Covid-19 )
Para peneliti mengatakan bahwa virus corona baru dapat merusak banyak organ, termasuk sistem saraf, jantung, ginjal, dan bukan hanya paru-paru. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Clinical and Translational Neurology, berusaha untuk mengkarakterisasi manifestasi neurologis SARS-C0V-2, faktor risikonya, dan hasil terkait pada pasien rawat inap dengan COVID-19.
Untuk penelitian tersebut, para peneliti memeriksa manifestasi neurologis pada 509 pasien berturut-turut yang dirawat dengan COVID-19 yang dikonfirmasi dalam jaringan rumah sakit di Chicago, Illinois. Studi tersebut menunjukkan bahwa manifestasi neurologis muncul saat onset COVID-19 pada 215, di rawat inap pada 319, dan kapan saja selama perjalanan penyakit pada 419 pasien.
Dilansir Times Now News, gejala neurologis yang paling umum adalah mialgia (nyeri otot), sakit kepala, ensefalopati, pusing, dysgeusia (perubahan rasa) dan anosmia (kehilangan penciuman). Stroke, gangguan gerakan, defisit motorik dan sensorik, ataksia, dan kejang jarang terjadi, kata penelitian tersebut.
Menurut penelitian, ensefalopati dikaitkan dengan morbiditas yang lebih besar pada pasien rawat inap dengan infeksi virus corona baru. (Baca juga: Waspada! Obesitas seperti Donald Trump Berisiko Tinggi Covid-19 )
Para peneliti mengatakan bahwa virus corona baru dapat merusak banyak organ, termasuk sistem saraf, jantung, ginjal, dan bukan hanya paru-paru. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Clinical and Translational Neurology, berusaha untuk mengkarakterisasi manifestasi neurologis SARS-C0V-2, faktor risikonya, dan hasil terkait pada pasien rawat inap dengan COVID-19.
Untuk penelitian tersebut, para peneliti memeriksa manifestasi neurologis pada 509 pasien berturut-turut yang dirawat dengan COVID-19 yang dikonfirmasi dalam jaringan rumah sakit di Chicago, Illinois. Studi tersebut menunjukkan bahwa manifestasi neurologis muncul saat onset COVID-19 pada 215, di rawat inap pada 319, dan kapan saja selama perjalanan penyakit pada 419 pasien.
Dilansir Times Now News, gejala neurologis yang paling umum adalah mialgia (nyeri otot), sakit kepala, ensefalopati, pusing, dysgeusia (perubahan rasa) dan anosmia (kehilangan penciuman). Stroke, gangguan gerakan, defisit motorik dan sensorik, ataksia, dan kejang jarang terjadi, kata penelitian tersebut.
Lihat Juga :