Orangtua Harus Ekstra Perhatian Lindungi Anak dari Covid-19
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 09:45 WIB
loading...
Orangtua harus ekstra perhatian untuk menjaga imunitas anak selama pandemi covid-19. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Covid-19 menyerang tanpa pandang bulu termasuk anak-anak. Orangtua harus ekstra perhatian untuk menjaga imunitas anak. Apa saja yang harus dilakukan?
Tidak sedikit warga yang menggunakan momen new normal ini untuk berlibur bersama keluarga. Mumpung anak-anak sedang libur sekolah, begitu pikir mereka. Alhasil tempat wisata di berbagai kota dipenuhi oleh anak-anak yang diajak orangtuanya. (Baca: Keajaiban Surah Al-Fatihah Menyembuhkan Penyakit dan Penawar Racun)
DR. Dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), Ketua Bidang 3 PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) kembang - pediatri sosial ini menyayangkan hal ini. Masyarakat seharusnya melakukan jaga jarak sosial, mulai dari interaksi face-to-face hingga interaksi fisik. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), social distancing juga berarti menjauhi segala bentuk perkumpulan dan menghindari tempat umum. Intinya membatasi pergerakan manusia.
Dr.Hartono mengingatkan, anak juga bisa menjadi pembawa virus (carrier). Maka itu jika anak sedang pilek, disarankan agar anak tersebut dipisahkan dengan saudaranya yang lain. Peralatan makan dan minum pun antar saudara harus dibedakan. Anak yang sakit sebaiknya mengenakan masker agar tidak menulari kakak atau adiknya.
“Orangtua terus edukasi anak mengenai etika batuk, bahwa kalau batuk/bersin anak harus menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju. Sehingga percikan/droplet tidak mengenai orang lain. Pastikan juga anak sering mencuci tangan 20-30 detik dengan sabun di bawah air mengalir. Kalau tidak ada air boleh pakai hand sanitizer,” sarannya.
Tidak sedikit warga yang menggunakan momen new normal ini untuk berlibur bersama keluarga. Mumpung anak-anak sedang libur sekolah, begitu pikir mereka. Alhasil tempat wisata di berbagai kota dipenuhi oleh anak-anak yang diajak orangtuanya. (Baca: Keajaiban Surah Al-Fatihah Menyembuhkan Penyakit dan Penawar Racun)
DR. Dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), Ketua Bidang 3 PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) kembang - pediatri sosial ini menyayangkan hal ini. Masyarakat seharusnya melakukan jaga jarak sosial, mulai dari interaksi face-to-face hingga interaksi fisik. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), social distancing juga berarti menjauhi segala bentuk perkumpulan dan menghindari tempat umum. Intinya membatasi pergerakan manusia.
Dr.Hartono mengingatkan, anak juga bisa menjadi pembawa virus (carrier). Maka itu jika anak sedang pilek, disarankan agar anak tersebut dipisahkan dengan saudaranya yang lain. Peralatan makan dan minum pun antar saudara harus dibedakan. Anak yang sakit sebaiknya mengenakan masker agar tidak menulari kakak atau adiknya.
“Orangtua terus edukasi anak mengenai etika batuk, bahwa kalau batuk/bersin anak harus menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju. Sehingga percikan/droplet tidak mengenai orang lain. Pastikan juga anak sering mencuci tangan 20-30 detik dengan sabun di bawah air mengalir. Kalau tidak ada air boleh pakai hand sanitizer,” sarannya.
Lihat Juga :