Selain Menyehatkan, Puasa Juga Bisa Bikin Awet Muda
Rabu, 06 Mei 2020 - 17:00 WIB
loading...
Kajian terakhir di Jepang telah menguji coba pada binatang yang menjalankan puasa dan mendapati bahwa sel-sel tubuh yang kuat memakan sel-sel tua, patogen, dan jahat. Foto/Ilustrasi/Medicalnewstoday.com
A
A
A
JAKARTA - Selain sebagai ibadah, puasa ternyata juga bisa membuat orang yang menjalankannya awet muda.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Prof. Dr. Hardinsyah, MS melalui akun YouTube Tim Gizi Kebugaran. Akan tetapi, dalam kondisi seperti saat ini, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap fit selama menjalankan puasa.
"Dasarnya bahwa puasa bisa meregenerasi sel, kinerja sel baik, serta didukung asupan baik melalui pangan beragam dan bergizi. Pada penelitian ditemukan bahwa sel-sel beta di pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup. Dengan puasa, terdapat perbaikan sel-sel di pankreas," jelas Prof. Hardinsyah melalui keterangan tertulis, Rabu (6/5).
Prof. ‎Hardinsyah menambahkan, titik kritis utama yang perlu dikendalikan adalah saat berbuka, makan malam, dan sahur. Misalnya saat berbuka, cukup konsumsi 1-3 buah kurma, 3 potong kubus pepaya, sepotong semangka, atau sebuah pisang, kemudian dilanjutkan minum 1-2 gelas minuman.
"Nah, setelah setengah jam kemudian baru makan malam dengan prinsip 'Isi Piringku' seperti anjuran Kemenkes. Yakni diperbanyak sayur dan lauk pauk disertai minum, dan berhenti makan sebelum kenyang," kata Prof. Hardinsyah.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Prof. Dr. Hardinsyah, MS melalui akun YouTube Tim Gizi Kebugaran. Akan tetapi, dalam kondisi seperti saat ini, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap fit selama menjalankan puasa.
"Dasarnya bahwa puasa bisa meregenerasi sel, kinerja sel baik, serta didukung asupan baik melalui pangan beragam dan bergizi. Pada penelitian ditemukan bahwa sel-sel beta di pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup. Dengan puasa, terdapat perbaikan sel-sel di pankreas," jelas Prof. Hardinsyah melalui keterangan tertulis, Rabu (6/5).
Prof. ‎Hardinsyah menambahkan, titik kritis utama yang perlu dikendalikan adalah saat berbuka, makan malam, dan sahur. Misalnya saat berbuka, cukup konsumsi 1-3 buah kurma, 3 potong kubus pepaya, sepotong semangka, atau sebuah pisang, kemudian dilanjutkan minum 1-2 gelas minuman.
"Nah, setelah setengah jam kemudian baru makan malam dengan prinsip 'Isi Piringku' seperti anjuran Kemenkes. Yakni diperbanyak sayur dan lauk pauk disertai minum, dan berhenti makan sebelum kenyang," kata Prof. Hardinsyah.
Lihat Juga :