Efektif Antisipasi Corona, Yuk Membiasakan Anak Memakai Masker
Senin, 12 Oktober 2020 - 13:31 WIB
loading...
Tak hanya orangtua, saat pandemi seperti sekarang ini, anak juga harus dibiasakan mengenakan masker. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Tak hanya orangtua, saat pandemi seperti sekarang ini, anak juga dibiasakan mengenakan masker. Pemakaian masker dinilai lebih efektif ketimbang jaga jarak atau diam di rumah.
Masker dipandang sebagai perlengkapan yang kritis dalam menekan penyebaran virus SARS-Cov-2 terlebih jika masyarakat semua memakainya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC. Anak-anak di atas usia 2 tahun harus memakai masker di area publik merujuk rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan CDC. Utamanya dalam situasi dimana jaga jarak sulit diterapkan. (Baca: Inilah Pintu-pintu Surga untuk Perempuan)
Masalahnya, meminta anak memakai masker bisa menjadi suatu tantangan tersendiri. Padahal anak-anak rentan terkena Covid-19. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan hingga bulan Juli 2020, keseluruhan tercatat 70 persen dari kasus anak meninggal karena infeksi Covid-19 di usia di bawah enam tahun. “Covid-19 menyebar terutama dari orang ke orang melalui doplet pernapasan seperti batuk, bersin, atau ketika berbicara.
Masker berperan sebagai penghalang untuk mencegah penyebaran droplet,” jelas Jeffrey Kahn, MD, kepala penyakit infeksi anak di UT Southwestern Medical Center, AS dikutip dari Healthline. Disamping memakai masker, menjaga jarak, membatasi interaksi, dan di rumah saja adalah protokol kesehatan lain yang harus dipatuhi.
Memilih masker untuk anak, haruslah yang pas atau muat di wajahnya sehingga efektif dalam mencegah penularan virus ini. Demikian dikatakan Vivek Cherian, MD. Hal ini tidak selalu mudah, karena kebanyakan masker diperuntukkan bagi orang dewasa. Masker untuk anak harus menutup wajah dan mulut tapi di saat bersamaan tidak menyulitkan anak untuk bernapas. (Baca juga: Pilkada di Masa Pandemi, Perlu Ada Jaminan dari Penyelenggara Pemilu)
Jikapun orangtua merasa kesulitan mencari masker yang pas, tidak ada salahnya untuk membuatnya sendiri. Yang harus diperhatikan adalah masker berbahan kain itu harus terdiri dari dua lapis dan terbuat dari bahan katun, seperti direkomendasikan CDC. Anak-anak di atas usia dua tahun harus memakai masker jika keluar rumah.
“Untuk anak berkebutuhan khusus yang menyulitkan mereka untuk mamai masker, cara terbaik adalah menghindari kerumunan atau interaksis sosial dimana masker diperlukan,” beber Kahn. Namun WHO menyarankan agar anak-anak tidak memakai masker ketika mereka melakukan aktifivitas fisik seperti olahraga, lompat, berlari, atau permainan lain yang sarat aktivitas fisik.
Masker dipandang sebagai perlengkapan yang kritis dalam menekan penyebaran virus SARS-Cov-2 terlebih jika masyarakat semua memakainya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC. Anak-anak di atas usia 2 tahun harus memakai masker di area publik merujuk rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan CDC. Utamanya dalam situasi dimana jaga jarak sulit diterapkan. (Baca: Inilah Pintu-pintu Surga untuk Perempuan)
Masalahnya, meminta anak memakai masker bisa menjadi suatu tantangan tersendiri. Padahal anak-anak rentan terkena Covid-19. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan hingga bulan Juli 2020, keseluruhan tercatat 70 persen dari kasus anak meninggal karena infeksi Covid-19 di usia di bawah enam tahun. “Covid-19 menyebar terutama dari orang ke orang melalui doplet pernapasan seperti batuk, bersin, atau ketika berbicara.
Masker berperan sebagai penghalang untuk mencegah penyebaran droplet,” jelas Jeffrey Kahn, MD, kepala penyakit infeksi anak di UT Southwestern Medical Center, AS dikutip dari Healthline. Disamping memakai masker, menjaga jarak, membatasi interaksi, dan di rumah saja adalah protokol kesehatan lain yang harus dipatuhi.
Memilih masker untuk anak, haruslah yang pas atau muat di wajahnya sehingga efektif dalam mencegah penularan virus ini. Demikian dikatakan Vivek Cherian, MD. Hal ini tidak selalu mudah, karena kebanyakan masker diperuntukkan bagi orang dewasa. Masker untuk anak harus menutup wajah dan mulut tapi di saat bersamaan tidak menyulitkan anak untuk bernapas. (Baca juga: Pilkada di Masa Pandemi, Perlu Ada Jaminan dari Penyelenggara Pemilu)
Jikapun orangtua merasa kesulitan mencari masker yang pas, tidak ada salahnya untuk membuatnya sendiri. Yang harus diperhatikan adalah masker berbahan kain itu harus terdiri dari dua lapis dan terbuat dari bahan katun, seperti direkomendasikan CDC. Anak-anak di atas usia dua tahun harus memakai masker jika keluar rumah.
“Untuk anak berkebutuhan khusus yang menyulitkan mereka untuk mamai masker, cara terbaik adalah menghindari kerumunan atau interaksis sosial dimana masker diperlukan,” beber Kahn. Namun WHO menyarankan agar anak-anak tidak memakai masker ketika mereka melakukan aktifivitas fisik seperti olahraga, lompat, berlari, atau permainan lain yang sarat aktivitas fisik.
Lihat Juga :