Positif dan Negatifnya jadi Vegetarian dan Vegan Menurut Ahli Gizi
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Namun, risiko keseluruhannya kecil, sama dengan tiga kasus tambahan per 1.000 orang selama 10 tahun. Risiko stroke yang lebih tinggi di kalangan vegetarian sebagian besar disebabkan oleh strok hemoragik (pendarahan ke otak).
![Positif dan Negatifnya jadi Vegetarian dan Vegan Menurut Ahli Gizi]()
Foto:beaumont.org
Tetapi penelitian yang dilakukan dapat berbeda memperhitungkan setiap faktor relevan lainnya. Misalnya, kalau vegetarian memilih pola makan nabati karena riwayat keluarga yang terkena stroke, bisa jadi gen mereka mendorong tingkat stroke yang lebih tinggi, bukan pola makannya.
Selain sisi kesehatan, banyak kepercayaan mengenai diet vegan terhadap kondisi kesehatan kulit yang lebih baik. (Baca Juga: Chef Seleb yang Sukses meski Bukan Lulusan Sekolah Kuliner )
Mengutip dari Huffpost.com, sebuah studi mengungkapkan konsumsi daging merah secara khusus berhubungan dengan peningkatan peradangan pada tubuh termasuk kulit, yang bisa memecah kolagen dan elastin. Padahal kedua zat tersebut berperan dalam menjaga kulit tetap lembut dan kenyal.
Tetapi, menghilangkan konsumsi daging dan produk hewani lainnya gak otomatis membuat kondisi kulit lebih baik. Menurut Kristin Kirkpatrick, kalau mau mendapatkan kondisi kulit yang baik, seorang vegan harus mengganti kalori dengan lebih banyak buah dan sayuran serta makanan padat nutrisi lainnya seperti vitamin C.
“Kalau bicara soal gizi, kuncinya keseimbangan nutrisi. Kalori yang masuk harus seimbang dengan kalori yang dibutuhkan tubuh. Ada semi-vegetarian, pescatarian, vegetarian lactovo, dan vegan yang benar-benar hanya makan nabati. Dipilih saja yang tepat sesuai kondisi tubuh,”kata Oky menyarankan.
GenSINDO
Anggita Hutami Ratnaningsih
Politeknik Negeri Jakarta

Foto:beaumont.org
Tetapi penelitian yang dilakukan dapat berbeda memperhitungkan setiap faktor relevan lainnya. Misalnya, kalau vegetarian memilih pola makan nabati karena riwayat keluarga yang terkena stroke, bisa jadi gen mereka mendorong tingkat stroke yang lebih tinggi, bukan pola makannya.
Selain sisi kesehatan, banyak kepercayaan mengenai diet vegan terhadap kondisi kesehatan kulit yang lebih baik. (Baca Juga: Chef Seleb yang Sukses meski Bukan Lulusan Sekolah Kuliner )
Mengutip dari Huffpost.com, sebuah studi mengungkapkan konsumsi daging merah secara khusus berhubungan dengan peningkatan peradangan pada tubuh termasuk kulit, yang bisa memecah kolagen dan elastin. Padahal kedua zat tersebut berperan dalam menjaga kulit tetap lembut dan kenyal.
Tetapi, menghilangkan konsumsi daging dan produk hewani lainnya gak otomatis membuat kondisi kulit lebih baik. Menurut Kristin Kirkpatrick, kalau mau mendapatkan kondisi kulit yang baik, seorang vegan harus mengganti kalori dengan lebih banyak buah dan sayuran serta makanan padat nutrisi lainnya seperti vitamin C.
“Kalau bicara soal gizi, kuncinya keseimbangan nutrisi. Kalori yang masuk harus seimbang dengan kalori yang dibutuhkan tubuh. Ada semi-vegetarian, pescatarian, vegetarian lactovo, dan vegan yang benar-benar hanya makan nabati. Dipilih saja yang tepat sesuai kondisi tubuh,”kata Oky menyarankan.
GenSINDO
Anggita Hutami Ratnaningsih
Politeknik Negeri Jakarta
(it)
Lihat Juga :