Mengenal Kanker Limfoma yang Diderita Aktor Jeff Bridges
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip WebMD, limfoma juga tidak sama dengan limfedema, yaitu kumpulan cairan yang terbentuk di jaringan tubuh saat terjadi kerusakan atau penyumbatan pada sistem getah bening.
Adapun tanda dan gejala limfoma termasuk pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, ketiak, atau selangkangan, batuk, kelelahan terus-menerus, demam, keringat malam, sesak napas, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan dan kulit yang gatal.
Banyak dari gejala ini juga bisa menjadi tanda peringatan penyakit lain. Temui dokter untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda menderita limfoma.
Dokter tidak yakin apa yang menyebabkan limfoma. Tapi kondisi ini dimulai ketika sel darah putih yang melawan penyakit yang disebut limfosit mengembangkan mutasi genetik. Mutasi memberitahu sel untuk berkembang biak dengan cepat, menyebabkan banyak limfosit yang sakit terus berkembang biak.
Mutasi juga memungkinkan sel untuk terus hidup ketika sel normal lainnya akan mati. Hal ini menyebabkan terlalu banyak limfosit yang sakit dan tidak efektif di kelenjar getah bening dan menyebabkan kelenjar getah bening, limpa dan hati membengkak.
Sedangkan, faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma antara lain usia, beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada orang dewasa muda, sementara yang lain paling sering didiagnosis pada orang berusia di atas 55 tahun. Laki-laki sedikit lebih mungkin mengembangkan limfoma daripada perempuan.
Adapun tanda dan gejala limfoma termasuk pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, ketiak, atau selangkangan, batuk, kelelahan terus-menerus, demam, keringat malam, sesak napas, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan dan kulit yang gatal.
Banyak dari gejala ini juga bisa menjadi tanda peringatan penyakit lain. Temui dokter untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda menderita limfoma.
Dokter tidak yakin apa yang menyebabkan limfoma. Tapi kondisi ini dimulai ketika sel darah putih yang melawan penyakit yang disebut limfosit mengembangkan mutasi genetik. Mutasi memberitahu sel untuk berkembang biak dengan cepat, menyebabkan banyak limfosit yang sakit terus berkembang biak.
Mutasi juga memungkinkan sel untuk terus hidup ketika sel normal lainnya akan mati. Hal ini menyebabkan terlalu banyak limfosit yang sakit dan tidak efektif di kelenjar getah bening dan menyebabkan kelenjar getah bening, limpa dan hati membengkak.
Sedangkan, faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma antara lain usia, beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada orang dewasa muda, sementara yang lain paling sering didiagnosis pada orang berusia di atas 55 tahun. Laki-laki sedikit lebih mungkin mengembangkan limfoma daripada perempuan.
Lihat Juga :