Siswa di Gowa Meninggal karena Depresi PJJ, Ini Kata Psikolog
Selasa, 20 Oktober 2020 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
"Harus menyenangkan dan kreatif untuk menjaga anak agar tidak bosan, tidak terkendala jaringan, dan tidak harus melulu di depan komputer," jelas Kasandra.
"Pasti PJJ memberikan tekanan, yang harus disiasati oleh guru dan orangtua. Yang paling penting kondisi psikologis anak," sambungnya.
Sebelumnya Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengapresiasi gerak cepat kepolisian yang mengungkapkan motif korban melakukan bunuh diri. Jika benar karena mengalami PJJ, menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh di Kabupaten Gowa.
(Baca Juga: Hipertensi Bisa Perburuk Kondisi Covid-19 )
"KPAI mendorong peran sekolah dalam membantu anak-anak yang mengalami masalah mental atau psikologis akibat pandemi COVID-19 yang sudah mencapai tujuh bulan. Peran wali kelas dan guru bimbingan konseling menjadi sangat strategis dalam membantu anak-anak yang memiliki masalah psikologi, termasuk kesulitan mengikuti PJJ,” papar Retno.
"Pasti PJJ memberikan tekanan, yang harus disiasati oleh guru dan orangtua. Yang paling penting kondisi psikologis anak," sambungnya.
Sebelumnya Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengapresiasi gerak cepat kepolisian yang mengungkapkan motif korban melakukan bunuh diri. Jika benar karena mengalami PJJ, menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh di Kabupaten Gowa.
(Baca Juga: Hipertensi Bisa Perburuk Kondisi Covid-19 )
"KPAI mendorong peran sekolah dalam membantu anak-anak yang mengalami masalah mental atau psikologis akibat pandemi COVID-19 yang sudah mencapai tujuh bulan. Peran wali kelas dan guru bimbingan konseling menjadi sangat strategis dalam membantu anak-anak yang memiliki masalah psikologi, termasuk kesulitan mengikuti PJJ,” papar Retno.
(tsa)
Lihat Juga :