Didi Kempot, Sosok dan Karyanya Tak Lekang oleh Waktu
Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Setelah beberapa kali gagal, akhirnya Didi Kempot bersama teman-temannya yang menamai dirinya Kelompok Pengamen Trotoar (Kempot) berhasil menarik perhatian label Musica Studio's. Tepat di 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya, dan setelah perjalanan panjang mampu menjelma menjadi sosok yang begitu digandrungi karya-karyanya.
Lagu Cidro, yang diambil dari album perdananya, sukses meningkatkan pamor seorang Didi Kempot. Dia pun mulai tampil di luar negeri, yakni Suriname pada 1993. Tidak berhenti sampai di situ, Didi Kempot lanjut melangkahkan kakinya hingga ke Eropa, dan sempat menggarap dan merekam lagu Layang Kangen di Rotterdam, Belanda.
Menjelang 2020, popularitas Didi Kempot semakin meroket. Luar biasanya, walau sebagian besar karyanya berlirik bahasa Jawa, namun mampu menyedot animo anak-anak muda Tanah Air. Bukan itu saja, mereka yang tidak paham dengan bahasa Jawa, turut menyukai dan menikmati lagu-lagunya.
Hal tersebut membuat kehadiran Didi Kempot kian dinantikan banyak orang. Jika di awal perjalanan kariernya, Didi Kempot banyak mengamen di jalanan, kini dia banyak tampil di panggung megah dengan jumlah penonton yang selalu membludak. Melihat itu semua, Didi pun sangat bersyukur lagu campursari bisa digemari masyarakat Indonesia.
![Didi Kempot, Sosok dan Karyanya Tak Lekang oleh Waktu]()
Pria yang juga akrab disapa Pakdhe Didi itu mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, tidak hanya dirasakannya sendiri, tapi juga turut membuat bangga seniman tradisional seluruh Indonesia. "Ya, ini kebangaan buat seniman tradisional seluruh Indonesia, ternyata kita dikasih kesempatan juga untuk bernyanyi di panggung semewah ini," ujar Didi Kempot saat jumpa pers jelang Konser Ambyar Tak Jogeti di Jakarta, Maret 2020.
(Baca juga: Konser Ambyar Tak Jogeti Bentuk Penghargaan terhadap Musik Tradisional )
Sayangnya, dengan kepergian sang maestro, Konser Ambyar Tak Jogeti yang rencananya dihelat di panggung akbar Gelora Bung Karno, Jakarta pada 10 Juli 2020 batal terwujud.
Lagu Cidro, yang diambil dari album perdananya, sukses meningkatkan pamor seorang Didi Kempot. Dia pun mulai tampil di luar negeri, yakni Suriname pada 1993. Tidak berhenti sampai di situ, Didi Kempot lanjut melangkahkan kakinya hingga ke Eropa, dan sempat menggarap dan merekam lagu Layang Kangen di Rotterdam, Belanda.
Menjelang 2020, popularitas Didi Kempot semakin meroket. Luar biasanya, walau sebagian besar karyanya berlirik bahasa Jawa, namun mampu menyedot animo anak-anak muda Tanah Air. Bukan itu saja, mereka yang tidak paham dengan bahasa Jawa, turut menyukai dan menikmati lagu-lagunya.
Hal tersebut membuat kehadiran Didi Kempot kian dinantikan banyak orang. Jika di awal perjalanan kariernya, Didi Kempot banyak mengamen di jalanan, kini dia banyak tampil di panggung megah dengan jumlah penonton yang selalu membludak. Melihat itu semua, Didi pun sangat bersyukur lagu campursari bisa digemari masyarakat Indonesia.
%2002.jpg)
Pria yang juga akrab disapa Pakdhe Didi itu mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, tidak hanya dirasakannya sendiri, tapi juga turut membuat bangga seniman tradisional seluruh Indonesia. "Ya, ini kebangaan buat seniman tradisional seluruh Indonesia, ternyata kita dikasih kesempatan juga untuk bernyanyi di panggung semewah ini," ujar Didi Kempot saat jumpa pers jelang Konser Ambyar Tak Jogeti di Jakarta, Maret 2020.
(Baca juga: Konser Ambyar Tak Jogeti Bentuk Penghargaan terhadap Musik Tradisional )
Sayangnya, dengan kepergian sang maestro, Konser Ambyar Tak Jogeti yang rencananya dihelat di panggung akbar Gelora Bung Karno, Jakarta pada 10 Juli 2020 batal terwujud.
Lihat Juga :