Lansia Rentan Depresi pada Masa Pandemi
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Tak heran kelompok lansia rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Bahkan, pada era pandemi Covid-19 saat ini, angka gangguan kesehatan mental pada lansia meningkat. Gangguan kesehatan mental ini dapat disebabkan beberapa hal, seperti perasaan terasingkan karena tidak boleh keluar rumah atau cemas dan takut terinfeksi virus. (Baca juga: Hari Santri, Pemerintah Harus Berpihak dan Hadir Bukan Sekedar Selebrasi)
Hal ini diungkapkan oleh dr Gina Anindyajati SpKJ. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, sebanyak 2 dari 5 lansia mengalami gangguan jiwa. “Pembatasan sosial meningkatkan isolasi sosial dan rasa kesepian pada lansia selama pandemi,” kata spesialis kesehatan jiwa RSUI ini.
Karenanya, lansia disarankan untuk mengelola kesehatan jiwa dengan baik. Antara lain menerapkan pola hidup sehat (aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, tidur berkualitas), sering menstimulasi otak (misalnya dengan mengikuti kelas online atau bermain game), serta terus aktif membangun jejaring sosial dan terhubung dengan dunia luar.
“Jarak bukan berarti isolasi sosial, dengan kemajuan teknologi saat ini walaupun sedang #dirumahaja, kita masih bisa berkomunikasi melalui video call dan chatting. Dukungan dari keluarga juga tak kalah penting dalam menjaga kesehatan jiwa lansia,” tutur dr Gina. (Baca juga: Konsumsi Kedelai Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker)
Bentuk dukungannya dapat berupa memberikan hadiah, saling bertukar cerita, sering menelepon atau mengirim makanan (jika tidak tinggal di satu rumah), memberikan informasi yang singkat dan jelas terkait pandemi, serta membantu dan mendukung lansia dalam menerapkan pola hidup sehat.
Hal ini diungkapkan oleh dr Gina Anindyajati SpKJ. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, sebanyak 2 dari 5 lansia mengalami gangguan jiwa. “Pembatasan sosial meningkatkan isolasi sosial dan rasa kesepian pada lansia selama pandemi,” kata spesialis kesehatan jiwa RSUI ini.
Karenanya, lansia disarankan untuk mengelola kesehatan jiwa dengan baik. Antara lain menerapkan pola hidup sehat (aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, tidur berkualitas), sering menstimulasi otak (misalnya dengan mengikuti kelas online atau bermain game), serta terus aktif membangun jejaring sosial dan terhubung dengan dunia luar.
“Jarak bukan berarti isolasi sosial, dengan kemajuan teknologi saat ini walaupun sedang #dirumahaja, kita masih bisa berkomunikasi melalui video call dan chatting. Dukungan dari keluarga juga tak kalah penting dalam menjaga kesehatan jiwa lansia,” tutur dr Gina. (Baca juga: Konsumsi Kedelai Bisa Kurangi Resiko Terkena Kanker)
Bentuk dukungannya dapat berupa memberikan hadiah, saling bertukar cerita, sering menelepon atau mengirim makanan (jika tidak tinggal di satu rumah), memberikan informasi yang singkat dan jelas terkait pandemi, serta membantu dan mendukung lansia dalam menerapkan pola hidup sehat.
Lihat Juga :