Konsumsi Kedelai Bisa Mengurangi Risiko Terkena Kanker
Kamis, 22 Oktober 2020 - 22:43 WIB
loading...
Konsumsi kedelain bisa membantu mengurangi risiko kanker. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Penelitian menunjukkan banyak manfaat kedelai. Salah satunya adalah menurunkan risiko kanker . Dikutip dari Healthline, sebagian besar penelitian observasional yang menunjukkan konsumsi produk kedelai dapat turunkan risiko kanker payudara. “Penelitian lain terkait senyawa kedelai (termasuk isoflavon dan lunasin) berpotensi memiliki efek pencegahan kanker,” sebut Atli Arnarson BSc, PhD. Dosen Gizi senior dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.
Baca juga: Mengenal Kanker Limfoma yang Diderita Aktor Jeff Bridges
Dr. Rimbawan memaparkan, konsumsi produk kedelai berhubungan dengan penurunan risiko kanker paru. Bahkan paparan isoflavon yang terdapat pada kedelai sejak dini, dapat melindungi terjadinya kanker payudara di kemudian hari. “Hasil penelitian yang lain menyebutkan, diet rendah daging/pati dan tinggi sayur/kedelai, berhubungan dengan penurunan risiko kanker payudara pada wanita Asia-Amerika,” jelas Dr. Rimbawan pada Webinar yang diadakan PT Amerta Indah Otsuka.
Bukan hanya itu, penelitian juga menempatkan pangan berbasis kedelai berhubungan negatif dengan penurunan fungsi kognitif lansia di Taiwan. Informasi lain terkait kedelai adalah konsumsi kedelai dapat berpengaruh terhadap gangguan menopause. Faktanya beberapa penelitian termasuk penelitian metanalisis menunjukkan bahwa isoflavon yang terdapat pada kedelai dapat mengurangi serangkaian gejala menopause.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Temulawak Bisa Mencegah Penyakit ini
Lebih dari itu, kandungannya cukup lengkap meliputi karbohidrat, serat, protein, lemak, dan vitamin mineral. Meski demikian, kedelai memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga apabila dikonsumsi tidak akan menaikkan kadar gula seseorang dengan cepat dan dapat membantu menjaga kesehatan. Jika kadar gula darah tidak cepat naik, maka hal tersebut akan berimbas pada pengendalian berat badan seseorang.
Sebab akan merasakan kenyang lebih lama. Dengan segudang manfaat kedelai tidak ada salahnya mulai sekarang masukkan kedelai dalam menu keseharian Anda. Yang mudahnya adalah tahu dan tempe yang menjadi makanan keseharian orang Indonesia.
Baca juga: Mengenal Kanker Limfoma yang Diderita Aktor Jeff Bridges
Dr. Rimbawan memaparkan, konsumsi produk kedelai berhubungan dengan penurunan risiko kanker paru. Bahkan paparan isoflavon yang terdapat pada kedelai sejak dini, dapat melindungi terjadinya kanker payudara di kemudian hari. “Hasil penelitian yang lain menyebutkan, diet rendah daging/pati dan tinggi sayur/kedelai, berhubungan dengan penurunan risiko kanker payudara pada wanita Asia-Amerika,” jelas Dr. Rimbawan pada Webinar yang diadakan PT Amerta Indah Otsuka.
Bukan hanya itu, penelitian juga menempatkan pangan berbasis kedelai berhubungan negatif dengan penurunan fungsi kognitif lansia di Taiwan. Informasi lain terkait kedelai adalah konsumsi kedelai dapat berpengaruh terhadap gangguan menopause. Faktanya beberapa penelitian termasuk penelitian metanalisis menunjukkan bahwa isoflavon yang terdapat pada kedelai dapat mengurangi serangkaian gejala menopause.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Temulawak Bisa Mencegah Penyakit ini
Lebih dari itu, kandungannya cukup lengkap meliputi karbohidrat, serat, protein, lemak, dan vitamin mineral. Meski demikian, kedelai memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga apabila dikonsumsi tidak akan menaikkan kadar gula seseorang dengan cepat dan dapat membantu menjaga kesehatan. Jika kadar gula darah tidak cepat naik, maka hal tersebut akan berimbas pada pengendalian berat badan seseorang.
Sebab akan merasakan kenyang lebih lama. Dengan segudang manfaat kedelai tidak ada salahnya mulai sekarang masukkan kedelai dalam menu keseharian Anda. Yang mudahnya adalah tahu dan tempe yang menjadi makanan keseharian orang Indonesia.
(wur)
Lihat Juga :