Serangan Jantung Ubah Pola Hidup sang Komedian
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada Maret 2017, Jodhi dipasang ring pertama, kemudian satu setengah bulan kemudian dipasang ring kedua, termasuk pemasangan dua balon juga dilakukannya. Jhody sadar jantungnya tidak sesempurna dulu sehingga kini dia mengurangi aktivitas di dunia hiburan.
Dengan pemasangan dua ring dan balon, dia sudah tidak kembali ke dokter setiap bulan. Diakuinya, kini check-up dilakukan hanya tiga kali selama setahun. Pria yang hobi naik motor dan mengoleksi motor-motor besar ini juga menganggap tubuhnya seperti mesin yang karburatornya sudah tidak benar sehingga dimaklumi terkadang terasa tidak nyaman.
"Sesak sedikit masih ada, lalu jantung seperti terasa dicubit. Saya melihat itu sebagai tanda untuk tidak kebablasan dalam beraktivitas," ujar Jodhy.
Dokter pun menyarankan olahraga hanya joging, bukan lari atau bersepeda seperti yang sedang tren sekarang. Meskipun bersepeda santai, dokter tidak menyarankannya karena bersepeda itu memacu adrenalin.
"Kata dokter, pokoknya tidak usah bersepeda, kita bukan robot yang ada sistem otomatis kecepatan. Nanti kalau lihat teman bersepeda cepat, kita terpacu ingin menyusul dia, malah ngebut kan?" ucapnya terkekeh. (Baca juga: Angka KDRT Turun karena Tak Terdeteksi Selama Pandemi)
Jodhy pun kini masih asyik dengan hobi naik motor yang lebih aman dan tidak akan membuatnya kelelahan.
Dengan pemasangan dua ring dan balon, dia sudah tidak kembali ke dokter setiap bulan. Diakuinya, kini check-up dilakukan hanya tiga kali selama setahun. Pria yang hobi naik motor dan mengoleksi motor-motor besar ini juga menganggap tubuhnya seperti mesin yang karburatornya sudah tidak benar sehingga dimaklumi terkadang terasa tidak nyaman.
"Sesak sedikit masih ada, lalu jantung seperti terasa dicubit. Saya melihat itu sebagai tanda untuk tidak kebablasan dalam beraktivitas," ujar Jodhy.
Dokter pun menyarankan olahraga hanya joging, bukan lari atau bersepeda seperti yang sedang tren sekarang. Meskipun bersepeda santai, dokter tidak menyarankannya karena bersepeda itu memacu adrenalin.
"Kata dokter, pokoknya tidak usah bersepeda, kita bukan robot yang ada sistem otomatis kecepatan. Nanti kalau lihat teman bersepeda cepat, kita terpacu ingin menyusul dia, malah ngebut kan?" ucapnya terkekeh. (Baca juga: Angka KDRT Turun karena Tak Terdeteksi Selama Pandemi)
Jodhy pun kini masih asyik dengan hobi naik motor yang lebih aman dan tidak akan membuatnya kelelahan.
Lihat Juga :