Pentingnya Peran dan Dukungan Caregiver bagi Pasien Diabetes
Kamis, 29 Oktober 2020 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data, penderita diabetes dengan COVID-19 cenderung kondisinya lebih berat dan bahkan berdampak fatal. Karena itu, jika diabetes dapat dicegah, angka kematian akibat COVID-19 mungkin bisa jauh lebih rendah.
"Melihat angka prevalensi diabetes di dunia dan khususnya di Indonesia yang masih meninggi, menunjukkan sebenarnya masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama-sama, terutama dalam hal kesadaran masyarakat tentang diabetes ini. Terutama kondisi pandemi saat ini yang mengharuskan penderita diabetes lebih waspada dan berhati-hati untuk menjaga gula darahnya," kata Director of Special Needs & Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals Tunghadi Indra melalui siaran resminya, Rabu (28/10).
Membangun kesadaran masyarakat memang perlu dilakukan secara terus-menerus, terutama jika melihat data dari IDF yang mencatat ada 463 juta orang dewasa menderita diabetes dan lebih dari setengah penderita diabetes tersebut adalah orang dewasa yang tidak terdiagnosis. Adapun dari setengah kasus yang tak terdiagnosis tersebut, sebesar 90% menderita diabetes tipe 2 atau diabetes melitus yang diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat.
"Perlunya dibentuk komunitas masyarakat yang sadar diabetes, sehingga semakin banyak orang yang mampu menjadi caregiver diabetes. Caregiver setiap orang yang bisa menjadi sistem pendukung (support system) bagi penderita diabetes, contoh sederhananya saja keluarga dekat. Caregiver diharapkan memahami penyebab penyakit diabetes, gejala diabetes, jenis-jenis penyakit diabetes, cara mencegah diabetes, pemicu gula darah naik, cara menormalkan gula darah, bahkan cara mengobati diabetes," jelasnya.
Diabetes merupakan penyakit seumur hidup dan tidak ada cara untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu upaya pengawasan dan pemantauan secara intensif bagi diabetesi menjadi penting. Upaya tersebut tentu tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada dokter atau tenaga medis saja. Dalam hal ini, peran caregiver sangat diperlukan, khususnya untuk melakukan manajemen diabetes guna mengontrol gula darah agar tetap stabil.
"Melihat angka prevalensi diabetes di dunia dan khususnya di Indonesia yang masih meninggi, menunjukkan sebenarnya masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama-sama, terutama dalam hal kesadaran masyarakat tentang diabetes ini. Terutama kondisi pandemi saat ini yang mengharuskan penderita diabetes lebih waspada dan berhati-hati untuk menjaga gula darahnya," kata Director of Special Needs & Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals Tunghadi Indra melalui siaran resminya, Rabu (28/10).
Membangun kesadaran masyarakat memang perlu dilakukan secara terus-menerus, terutama jika melihat data dari IDF yang mencatat ada 463 juta orang dewasa menderita diabetes dan lebih dari setengah penderita diabetes tersebut adalah orang dewasa yang tidak terdiagnosis. Adapun dari setengah kasus yang tak terdiagnosis tersebut, sebesar 90% menderita diabetes tipe 2 atau diabetes melitus yang diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat.
"Perlunya dibentuk komunitas masyarakat yang sadar diabetes, sehingga semakin banyak orang yang mampu menjadi caregiver diabetes. Caregiver setiap orang yang bisa menjadi sistem pendukung (support system) bagi penderita diabetes, contoh sederhananya saja keluarga dekat. Caregiver diharapkan memahami penyebab penyakit diabetes, gejala diabetes, jenis-jenis penyakit diabetes, cara mencegah diabetes, pemicu gula darah naik, cara menormalkan gula darah, bahkan cara mengobati diabetes," jelasnya.
Diabetes merupakan penyakit seumur hidup dan tidak ada cara untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu upaya pengawasan dan pemantauan secara intensif bagi diabetesi menjadi penting. Upaya tersebut tentu tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada dokter atau tenaga medis saja. Dalam hal ini, peran caregiver sangat diperlukan, khususnya untuk melakukan manajemen diabetes guna mengontrol gula darah agar tetap stabil.
Lihat Juga :