Iis Dahlia Kagumi Karya Didi Kempot, GTV Cari Talenta Penerus
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:28 WIB
loading...
Siapa sangka jika pedangdut Iis Dahlia mengagumi karya mendiang Didi Kempot. Musisi asal Solo ini memang memiliki karya yang bisa merangkul semua kalangan. Foto/Dok.GTV.
A
A
A
JAKARTA - Mendiang Didi Kempot bukanlah nama baru di blantika musik Indonesia. Musikus asal Solo, Jawa Tengah, ini sudah malang melintang di dunia musik sejak memapaki kariernya sebagai penyanyi pada pertengahan 80-an. Pria bernama asli Dionisius Prasetyo itu memulai langkahnya dengan menjadi pengamen jalanan.
Perjalanan karier Didi terus menanjak pada era 90-an. Dia mulai bisa tampil di luar negeri. Suriname hingga benua Eropa pun dia jelajahi. Pada 1996, dia bahkan rekaman di Rotterdam, Belanda. Pada 1998, Didi pulang ke Indonesia. Setahun kemudian, dia menggebrak blantika musik dengan merilis lagu Stasiun Balapan. (Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja untuk Mengisi Libur Panjang )
Nama Didi di genre musik campursari kian berkibar di era 2000-an. Setiap lagu yang dia tulis dan rilis selalu mendapatkan sambutan luar biasa bagi para penikmat musik genre ini. Tiap kali tampil di panggung-panggung musik di daerah, penontonnya selalu menyemut. Mereka pun turut bernyanyi dan merasakan derita luar biasa dengan lagu-lagu patah hati yang menjadi ciri khasnya.
Tidak mengherankan jika pencapaian tersebut membuat penyanyi dangdut Iis Dahlia mengagumi kaya pria yang akrab disapa Godfather of Broken Heart itu. Didi tidak hanya memiliki suara merdu dan selalu membuat orang merasa ambyar saat mendengar lagunya, tapi juga sosok yang sederhana meski menyandang nama besar.
“Mas Didi orang yang sederhana walau punya nama besar. Fansnya banyak dan menurut saya, dia jenius dalam membuat lagu-lagu Jawa. Di seluruh dunia, orang yang nggak ngerti bahasa Indonesia bahkan bahasa Jawa, bule-bule bisa apal lagu-lagunya dia," kata Iis Dahlia melalui siaran resminya, Kamis (29/10).
Perjalanan karier Didi terus menanjak pada era 90-an. Dia mulai bisa tampil di luar negeri. Suriname hingga benua Eropa pun dia jelajahi. Pada 1996, dia bahkan rekaman di Rotterdam, Belanda. Pada 1998, Didi pulang ke Indonesia. Setahun kemudian, dia menggebrak blantika musik dengan merilis lagu Stasiun Balapan. (Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja untuk Mengisi Libur Panjang )
Nama Didi di genre musik campursari kian berkibar di era 2000-an. Setiap lagu yang dia tulis dan rilis selalu mendapatkan sambutan luar biasa bagi para penikmat musik genre ini. Tiap kali tampil di panggung-panggung musik di daerah, penontonnya selalu menyemut. Mereka pun turut bernyanyi dan merasakan derita luar biasa dengan lagu-lagu patah hati yang menjadi ciri khasnya.
Tidak mengherankan jika pencapaian tersebut membuat penyanyi dangdut Iis Dahlia mengagumi kaya pria yang akrab disapa Godfather of Broken Heart itu. Didi tidak hanya memiliki suara merdu dan selalu membuat orang merasa ambyar saat mendengar lagunya, tapi juga sosok yang sederhana meski menyandang nama besar.
“Mas Didi orang yang sederhana walau punya nama besar. Fansnya banyak dan menurut saya, dia jenius dalam membuat lagu-lagu Jawa. Di seluruh dunia, orang yang nggak ngerti bahasa Indonesia bahkan bahasa Jawa, bule-bule bisa apal lagu-lagunya dia," kata Iis Dahlia melalui siaran resminya, Kamis (29/10).
Lihat Juga :