Waspada! Diabetes Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi
Rabu, 04 November 2020 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Wiley Online Library, prevalensi tinggi disfungsi ereksi pada diabetes tipe 2 diteliti. Disfungsi ereksi mungkin umum terjadi pada pria dengan diabetes, tetapi prevalensinya masih diperdebatkan.
"Kami bertujuan untuk menilai prevalensi relatif disfungsi ereksi pada diabetes yang mencari database utama dari awal hingga November 2016 untuk studi yang melaporkan disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes mellitus Tipe 1 dan Tipe 2," jelas penelitian tersebut.
Prevalensi disfungsi ereksi pada diabetes secara keseluruhan adalah 52,5%. Disfungsi ereksi umum terjadi pada diabetes, mempengaruhi lebih dari setengah pria dengan kondisi tersebut dan dengan prevalensi ganjil sekitar 3,5 kali lebih banyak daripada kontrol. Studi tersebut menyimpulkan bahwa skrining dan intervensi yang tepat untuk pria dengan disfungsi ereksi diperlukan.
Sementara itu, tanda peringatan lain dari kadar gula darah tinggi meliputi meningkatnya rasa haus dan lapar, buang air kecil lebih banyak, dan lebih sering, peningkatan buang air kecil di malam hari, rasa lapar meningkat, kelelahan, penglihatan kabur dan luka atau luka yang tidak kunjung sembuh.
"Kami bertujuan untuk menilai prevalensi relatif disfungsi ereksi pada diabetes yang mencari database utama dari awal hingga November 2016 untuk studi yang melaporkan disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes mellitus Tipe 1 dan Tipe 2," jelas penelitian tersebut.
Prevalensi disfungsi ereksi pada diabetes secara keseluruhan adalah 52,5%. Disfungsi ereksi umum terjadi pada diabetes, mempengaruhi lebih dari setengah pria dengan kondisi tersebut dan dengan prevalensi ganjil sekitar 3,5 kali lebih banyak daripada kontrol. Studi tersebut menyimpulkan bahwa skrining dan intervensi yang tepat untuk pria dengan disfungsi ereksi diperlukan.
Sementara itu, tanda peringatan lain dari kadar gula darah tinggi meliputi meningkatnya rasa haus dan lapar, buang air kecil lebih banyak, dan lebih sering, peningkatan buang air kecil di malam hari, rasa lapar meningkat, kelelahan, penglihatan kabur dan luka atau luka yang tidak kunjung sembuh.
(wur)
Lihat Juga :