Kim Seon Ho Trauma Melihat Ibunya Ditusuk Perampok
Selasa, 10 November 2020 - 15:29 WIB
loading...
Dalam wawancara terbaru, Kim Seon Ho mengungkap kisah memilukan tentang masa lalunya. Dia trauma menyaksikan ibunya yang ditusuk oleh perampok. Foto/Istimewa.
A
A
A
SEOUL - Kim Seon Ho mengungkap kisah memilukan tentang masa lalunya. Selama wawancara yang dilakukan baru-baru ini, dia mengaku trauma dengan masa kecilnya, di mana dia menjadi sangat pemalu bahkan sulit untuk membaca buku di depan teman-temannya.
Kim menerima trauma ini saat duduk di bangku sekolah dasar ketika seorang perampok memasuki rumahnya. Pada saat perampokan, hanya ada dia dan ibunya di rumah. (Baca juga: Bukan Orang Ketiga, Ini Alasan Kang Daniel dan Jihyo TWICE Putus )
Dilansir Koreaboo, Kim Seon Ho bersembunyi di bawah tempat tidur, sementara ibunya ditusuk dengan pisau oleh perampok. “Ketika ibuku diseret saat dia berdarah, aku melakukan kontak mata dengannya. Aku masih ingat perampok itu menjerit saat ibuku mencoba kabur," kata aktor 34 tahun itu.
Setelah kejadian mengerikan ini, pemeran Han Ji Pyeong dalam drama Start Up itu menjadi cemas setiap kali seseorang berdiri di belakangnya.
"Ketika guru saya menyuruh saya membaca buku dengan suara keras, saya kesulitan bernapas. Setiap kali guru atau pengawas ujian berdiri di belakangku selama ujian, pikiranku akan kosong," jelasnya.
Kim menerima trauma ini saat duduk di bangku sekolah dasar ketika seorang perampok memasuki rumahnya. Pada saat perampokan, hanya ada dia dan ibunya di rumah. (Baca juga: Bukan Orang Ketiga, Ini Alasan Kang Daniel dan Jihyo TWICE Putus )
Dilansir Koreaboo, Kim Seon Ho bersembunyi di bawah tempat tidur, sementara ibunya ditusuk dengan pisau oleh perampok. “Ketika ibuku diseret saat dia berdarah, aku melakukan kontak mata dengannya. Aku masih ingat perampok itu menjerit saat ibuku mencoba kabur," kata aktor 34 tahun itu.
Setelah kejadian mengerikan ini, pemeran Han Ji Pyeong dalam drama Start Up itu menjadi cemas setiap kali seseorang berdiri di belakangnya.
"Ketika guru saya menyuruh saya membaca buku dengan suara keras, saya kesulitan bernapas. Setiap kali guru atau pengawas ujian berdiri di belakangku selama ujian, pikiranku akan kosong," jelasnya.
Lihat Juga :