Mencegah Covid-19 Lebih Baik daripada Mengobati
Rabu, 18 November 2020 - 12:15 WIB
loading...
Biaya pengobatan Covid-19 tidaklah murah. Karenanya, tindakan pencegahan amat perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit ini. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Biaya pengobatan Covid-19 tidaklah murah. Karenanya, tindakan pencegahan amat perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit ini.
![Mencegah Covid-19 Lebih Baik daripada Mengobati]()
Persentase kasus meninggal akibat Covid-19 (fatality rate) di Indonesia minggu ini turun menjadi 3,26% dari minggu sebelumnya 3,34%. Ini dapat diartikan bahwa tenaga kesehatan (nakes) telah berjuang maksimal dalam merawat pasien positif Covid-19, terutama pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta. Hal ini juga didukung oleh masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19, melalui disiplin menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman). (Baca: Niatkan Aktivitas Sehari-hari Bernilai Pahala)
“Dampak mencegah penularan Covid-19 melalui 3M ini sangat luar biasa, selain membantu nakes, juga mengurangi beban daya tampung ruang perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19,” terang dr Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas Covid-19 dalam acara Dialog Juru Bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11). Dampak ekonomi akibat tertular COVID-19, tidak main-main.
Prof Dr dr Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, “Biaya penyakit itu mahal. Dari Covid-19 saja, biayanya bisa sampai Rp600 juta.” Lebih lanjut ia menyatakan, survei di 9 provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid-19, menemukan biaya tertinggi mencapai Rp446 juta. Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien Covid-19 adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.

Persentase kasus meninggal akibat Covid-19 (fatality rate) di Indonesia minggu ini turun menjadi 3,26% dari minggu sebelumnya 3,34%. Ini dapat diartikan bahwa tenaga kesehatan (nakes) telah berjuang maksimal dalam merawat pasien positif Covid-19, terutama pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta. Hal ini juga didukung oleh masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19, melalui disiplin menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman). (Baca: Niatkan Aktivitas Sehari-hari Bernilai Pahala)
“Dampak mencegah penularan Covid-19 melalui 3M ini sangat luar biasa, selain membantu nakes, juga mengurangi beban daya tampung ruang perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19,” terang dr Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas Covid-19 dalam acara Dialog Juru Bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11). Dampak ekonomi akibat tertular COVID-19, tidak main-main.
Prof Dr dr Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, “Biaya penyakit itu mahal. Dari Covid-19 saja, biayanya bisa sampai Rp600 juta.” Lebih lanjut ia menyatakan, survei di 9 provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid-19, menemukan biaya tertinggi mencapai Rp446 juta. Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien Covid-19 adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.
Lihat Juga :