Mencegah Covid-19 Lebih Baik daripada Mengobati
Rabu, 18 November 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Prof Hasbullah menekankan bahwa penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat. “Oleh karena itu, jangan gampang menyalahkan Tuhan kalau kita sakit. Tuhan tidak akan memberikan seseorang musibah ataupun pahala dan rezeki tanpa melihat sejauh apa usahanya. Jadi Covid-19 ini sebenarnya penyakit yang bisa dicegah, melalui penerapan disiplin 3M. Apalagi kita tahu bahwa setelah sakit, kita tidak bisa bekerja,” bebernya. Pada dialog itu, Prof Hasbullah juga menekankan bahwa Covid-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien COVID-19 masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya. (Baca juga: Kemendikbud Pastian Bantuan Subsidi Upah Guru dan Dosen Disalurkan Bulan ini)
Pengeluaran negara mencapai 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 . Apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus COVID-19 pun juga menurun. “Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp5.000. Tapi begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita 1 hari Rp100.000, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah,” ujar Prof Hasbullah.
Lebih baik, sambungnya, mengeluarkan Rp5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan satu setengah juta. “Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja,” imbuhnya.
Terkait soal vaksin Covid-19 yang sedang dipersiapkan, Prof Hasbullah menyatakan, vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati. Lebih lanjut disampaikannya. Dengan divaksin akan menguntungkan masyarakat. Kita menjadi tidak terkena virus dan tidak menularkan virus kepada orang lain. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
Sementara itu, dr Reisa mengatakan, ada acara yang lebih murah mencegah terkena penyakit dengan vaksin dan sambil menunggu vaksin (Covid) yang aman dan efektif. Yaitu dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, disiplin menerapkan 3M yang dipraktikkan sebagai satu kesatuan sangat membantu meringankan beban kita dalam kondisi serbasulit pada masa pandemi Covid-19. (Sri Noviarni)
Pengeluaran negara mencapai 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 . Apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus COVID-19 pun juga menurun. “Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp5.000. Tapi begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita 1 hari Rp100.000, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah,” ujar Prof Hasbullah.
Lebih baik, sambungnya, mengeluarkan Rp5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan satu setengah juta. “Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja,” imbuhnya.
Terkait soal vaksin Covid-19 yang sedang dipersiapkan, Prof Hasbullah menyatakan, vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati. Lebih lanjut disampaikannya. Dengan divaksin akan menguntungkan masyarakat. Kita menjadi tidak terkena virus dan tidak menularkan virus kepada orang lain. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
Sementara itu, dr Reisa mengatakan, ada acara yang lebih murah mencegah terkena penyakit dengan vaksin dan sambil menunggu vaksin (Covid) yang aman dan efektif. Yaitu dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, disiplin menerapkan 3M yang dipraktikkan sebagai satu kesatuan sangat membantu meringankan beban kita dalam kondisi serbasulit pada masa pandemi Covid-19. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :