Kebiasaan Main Gadget Malam Hari Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Selasa, 24 November 2020 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
"19 orang dewasa yang sehat menyelesaikan protokol rawat inap empat hari ini dalam kondisi cahaya redup. Peserta diacak ke paparan cahaya biru selama tiga jam pada hari ketiga mulai 0,5 jam setelah bangun atau 10,5 jam setelah bangun. Semua peserta tetap dalam cahaya redup pada hari kedua untuk menjadi baseline mereka," tulis penelitian tersebut.
Skala lapar dan kantuk dikumpulkan setiap jam. Darah diambil sampelnya pada interval 30 menit selama empat jam terkait dengan periode paparan cahaya untuk glukosa, insulin, kortisol, leptin, dan ghrelin. Berbeda dengan kelompok malam, untuk kelompok pagi memiliki nilai puncak glukosa yang lebih tinggi secara signifikan selama paparan cahaya yang diperkaya biru dibandingkan dengan cahaya redup.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa paparan cahaya biru secara akut mengubah metabolisme glukosa dan rasa kantuk. Hasil ini memberikan dukungan lebih lanjut untuk peran paparan cahaya lingkungan dalam regulasi metabolisme.
"Penemuan awal kami menunjukkan bahwa satu malam paparan cahaya selama tidur berdampak akut pada ukuran resistensi insulin. Paparan cahaya semalaman selama tidur telah terbukti mengganggu tidur, tetapi data ini menunjukkan bahwa hal itu juga berpotensi mempengaruhi metabolisme," kata penulis utama Dr Ivy Cheung Mason.
"Hasil ini penting mengingat semakin meluasnya penggunaan paparan cahaya buatan, terutama di malam hari. Efek yang kami lihat sangat akut, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah paparan cahaya kronis semalam selama tidur memiliki efek kumulatif jangka panjang pada fungsi metabolisme," lanjutnya.
Skala lapar dan kantuk dikumpulkan setiap jam. Darah diambil sampelnya pada interval 30 menit selama empat jam terkait dengan periode paparan cahaya untuk glukosa, insulin, kortisol, leptin, dan ghrelin. Berbeda dengan kelompok malam, untuk kelompok pagi memiliki nilai puncak glukosa yang lebih tinggi secara signifikan selama paparan cahaya yang diperkaya biru dibandingkan dengan cahaya redup.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa paparan cahaya biru secara akut mengubah metabolisme glukosa dan rasa kantuk. Hasil ini memberikan dukungan lebih lanjut untuk peran paparan cahaya lingkungan dalam regulasi metabolisme.
"Penemuan awal kami menunjukkan bahwa satu malam paparan cahaya selama tidur berdampak akut pada ukuran resistensi insulin. Paparan cahaya semalaman selama tidur telah terbukti mengganggu tidur, tetapi data ini menunjukkan bahwa hal itu juga berpotensi mempengaruhi metabolisme," kata penulis utama Dr Ivy Cheung Mason.
"Hasil ini penting mengingat semakin meluasnya penggunaan paparan cahaya buatan, terutama di malam hari. Efek yang kami lihat sangat akut, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah paparan cahaya kronis semalam selama tidur memiliki efek kumulatif jangka panjang pada fungsi metabolisme," lanjutnya.
Lihat Juga :