Kemenkes Siapkan Program Lawan HIV AIDS
Rabu, 02 Desember 2020 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
“Kita kuatkan komitmen untuk berupaya mencegah ibu hamil yang positif HIV/AIDS menularkan kepada anaknya. Ini yang sudah pasti supaya kita menghasilkan SDM yang tentu berdaya saing dan nanti akan berkontribusi pada pembangunan secara umum," ucap dr. Nadia.
Ia menjelaskan langkah awal yang dilakukan adalah mencegah anak yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV/AIDS melalui Program Aku Bangga Aku Tahu. Kemenkes juga berusaha mengurangi stigma dan diskriminasi yang dirasakan orang dengan HIV/AIDS.
"Terutama pada anak-anak ataupun bayi yang tadinya HIV/AIDS positif kemudian mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat. Dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, untuk tahun ini kita berusaha mengurangi bahkan menghilangkan stigma dan diskriminasi," kata dr. Nadia.
Menurutnya, dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, Kemenkes mengajak semua orang untuk mengetahui status HIV/AIDS-nya agar memastikan pada saat nanti berkeluarga dan kemudian berencana memiliki keturunan sudah mengetahui statusnya.
Sementara itu, Ketua PP Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi dr. Ari Kusuma J, Sp.OG mengatakan, untuk mengakhiri HIV/AIDS terdapat 3 ukuran yakni pertama zero infeksi baru, pemerintah akan menekan infeksi baru seminimal mungkin tidak ada kasus baru. Ditargetkan sebanyak 90% orang dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya.
Kedua zero kematian akibat HIV/AIDS. Hal ini diukur dari 90% orang dengan HIV/AIDS diobati atau menjalani pengobatan ARV. Ketiga zero diskriminasi, yakni 90% orang dengan HIV/AIDS tidak merasa terdiskriminasi.
Ia menjelaskan langkah awal yang dilakukan adalah mencegah anak yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV/AIDS melalui Program Aku Bangga Aku Tahu. Kemenkes juga berusaha mengurangi stigma dan diskriminasi yang dirasakan orang dengan HIV/AIDS.
"Terutama pada anak-anak ataupun bayi yang tadinya HIV/AIDS positif kemudian mengalami stigma dan diskriminasi di masyarakat. Dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, untuk tahun ini kita berusaha mengurangi bahkan menghilangkan stigma dan diskriminasi," kata dr. Nadia.
Menurutnya, dengan Program Aku Bangga Aku Tahu, Kemenkes mengajak semua orang untuk mengetahui status HIV/AIDS-nya agar memastikan pada saat nanti berkeluarga dan kemudian berencana memiliki keturunan sudah mengetahui statusnya.
Sementara itu, Ketua PP Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi dr. Ari Kusuma J, Sp.OG mengatakan, untuk mengakhiri HIV/AIDS terdapat 3 ukuran yakni pertama zero infeksi baru, pemerintah akan menekan infeksi baru seminimal mungkin tidak ada kasus baru. Ditargetkan sebanyak 90% orang dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya.
Kedua zero kematian akibat HIV/AIDS. Hal ini diukur dari 90% orang dengan HIV/AIDS diobati atau menjalani pengobatan ARV. Ketiga zero diskriminasi, yakni 90% orang dengan HIV/AIDS tidak merasa terdiskriminasi.
Lihat Juga :