Asal Usul Tumpeng yang Disebut-Sebut Identik dengan Agama Hindu
Rabu, 02 Desember 2020 - 13:30 WIB
loading...
Nasi tumpeng. Foto/masakapahariini.com
A
A
A
JAKARTA - Sajian yang satu ini hampir ada di setiap perhelatan, syukuran, bahkan ulang tahun. Ya! Tumpeng , nasi berbentuk kerucut yang ditata bersama aneka rupa lauk pauk sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia sejak turun temurun. Sebenarnya apa makna nasi tumpeng hingga hampir selalu ada di tiap acara dan bagaimana sejarahnya tumpeng bisa begitu mengakar di masyarakat kita?
Tumpeng biasa ada diperayaan, utamanya untuk masyarakat di pulau Jawa, Bali, dan Madura. Falsafah tumpeng sebenarnya terkait juga dengan geografis Indonesia terutama Jawa yang memiliki jajaran gunung berapi. Tumpeng sendiri berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur.
Baca juga : Daripada Beli, Bikin Sendiri Saja Spicy Chicken Nugget
Nah, setelah masyarakat Jawa menganut Hindu nasi tumpeng dicetak dengan bentuk kerucut, menirukan bentuk gunung suci Mahameru, yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya dewa dewi.
Nasi tumpeng memang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu tapi setelah masuknya Islam di tanah Jawa, tradisi tumpeng kemudian diadopsi dengan filosofi Islam Jawa dan menganggap pesan leluhur sebagai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Karena itu dalam tradisi selametan di Islam tradisional Jawa, sebelum tumpeng disajikan dilakukan juga pengajian Al-Quran.
Tumpeng biasa ada diperayaan, utamanya untuk masyarakat di pulau Jawa, Bali, dan Madura. Falsafah tumpeng sebenarnya terkait juga dengan geografis Indonesia terutama Jawa yang memiliki jajaran gunung berapi. Tumpeng sendiri berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur.
Baca juga : Daripada Beli, Bikin Sendiri Saja Spicy Chicken Nugget
Nah, setelah masyarakat Jawa menganut Hindu nasi tumpeng dicetak dengan bentuk kerucut, menirukan bentuk gunung suci Mahameru, yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya dewa dewi.
Nasi tumpeng memang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu tapi setelah masuknya Islam di tanah Jawa, tradisi tumpeng kemudian diadopsi dengan filosofi Islam Jawa dan menganggap pesan leluhur sebagai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Karena itu dalam tradisi selametan di Islam tradisional Jawa, sebelum tumpeng disajikan dilakukan juga pengajian Al-Quran.
Lihat Juga :