PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika, Ini Alasannya

Jum'at, 04 Desember 2020 - 06:03 WIB
loading...
PBB Hapus Ganja dari...
Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memilih untuk menghapus ganja dari daftar yang mengkategorikannya sebagai salah satu obat paling berbahaya. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memilih untuk menghapus ganja dari daftar yang mengkategorikannya sebagai salah satu obat paling berbahaya. Dengan demikian, PBB mengakui tanaman tersebut memiliki nilai obat.

Komisi Narkotika PBB menyetujui rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (2/12) untuk menghapus ganja dan resin ganja dari klasifikasi Jadwal IV di bawah Konvensi Tunggal 1961 tentang narkotika. Penunjukan itu menempatkan ganja dan salah satu turunannya dalam kategori bersama heroin dan opioid lainnya. (Baca juga: Ikuti PBB, Indonesia Didesak Lebih Terbuka soal Pemanfaatan Ganja untuk Medis )

Zat diklasifikasikan sebagai Jadwal IV adalah bagian dari obat Jadwal I. Itu berarti tidak hanya dianggap sangat adiktif dan sangat bertanggung jawab atas penyalahgunaan, obat itu juga diberi label sebagai sangat berbahaya dan nilai medis atau terapeutiknya sangat terbatas.

"Ini adalah kabar baik bagi jutaan orang yang menggunakan ganja untuk tujuan terapeutik dan mencerminkan realitas pasar yang berkembang untuk produk obat berbasis ganja," kata sekelompok organisasi advokasi kebijakan obat dalam rilis berita dilansir CNN.

Pemungutan suara ini berarti bahwa ganja dan resin ganja tidak lagi diklasifikasikan sebagai zat paling berbahaya dan diakui memiliki manfaat medis. Tapi ganja tetap pada batasan di bawah kategori Jadwal I.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Sering Dikira Daki,...
Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Berita Terkini
Birdman Tayang di VISION+,...
Birdman Tayang di VISION+, Simak Sinopsis Film Drama Komedi Dibintangi Michael Keaton
Benarkah Song Joong...
Benarkah Song Joong Ki dan Katy Louise Saunders Cerai? Ini Faktanya
Microdrama China Time...
Microdrama China Time Traveling Terbaru di V+Short, Prince's Rules Broken?! Wajib Masuk Watchlist
Meski Raja Charles Sudah...
Meski Raja Charles Sudah Reuni dengan Harry, Pangeran William Belum Siap Berdamai
Ariel Tatum Rayakan...
Ariel Tatum Rayakan Ulang Tahun Kucing dengan Tumpeng dan Kado, Tuai Pujian Warganet
BRI Wellness Experience...
BRI Wellness Experience 2026, Menjelajahi Wellness Garden Pertama dan Terbesar di Jantung Jakarta
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved