Mengulik Alasan Logis di Balik Manjurnya Ramalan Astrologi
Selasa, 12 Mei 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Masing-masing siswa diberikan soal analisis berisi 13 deskripsi kepribadian yang seragam dan bersifat general, yang ia salin dari kolom astrologi di koran tanpa diketahui oleh para respondennya.
Selanjutnya, para siswa kemudian diminta untuk mengevaluasi 13 deskripsi tersebut dengan memberikan skala nol yang artinya benar-benar gak akurat sampai dengan skala lima yang artinya sempurna.
![Mengulik Alasan Logis di Balik Manjurnya Ramalan Astrologi]()
Foto: Maura Dwyer/The Atlantic
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai dari evaluasi yang diberikan oleh para siswa memiliki rata-rata nilai sebesar 4,26. Bahkan, ketika tes ini diulang ratusan kali setelahnya, nilai rata-rata yang diperoleh juga tetap berada pada angka 4,2.
Artinya, penelitian ini berhasil menjelaskan bahwa banyak orang mudah tertipu oleh daya muslihat astrologi.
Bayangin aja, masa, sih, dari 13 deskripsi kepribadian yang isinya sama persis bisa mendapatkan hasil yang akurat dari para siswa? Padahal tes kepribadian itu diisi oleh banyak orang yang tentunya memiliki karakter atau kepribadian yang beragam.
Nah, jadi Forer menjelaskan bahwa umumnya, jenis tes kepribadian sering kali bersifat universal dan berlaku untuk semua orang.
Makanya, banyak orang mudah tertipu karena merasa deskripsi kepribadian yang mereka terima adalah informasi khusus tentang dirinya, padahal sebenarnya, informasi tersebut bersifat umum dan siapapun bisa merasakan hal yang sama.
Silmi safriyantini
Kontributor GenSINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Instagram: @silmisafr
Selanjutnya, para siswa kemudian diminta untuk mengevaluasi 13 deskripsi tersebut dengan memberikan skala nol yang artinya benar-benar gak akurat sampai dengan skala lima yang artinya sempurna.

Foto: Maura Dwyer/The Atlantic
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai dari evaluasi yang diberikan oleh para siswa memiliki rata-rata nilai sebesar 4,26. Bahkan, ketika tes ini diulang ratusan kali setelahnya, nilai rata-rata yang diperoleh juga tetap berada pada angka 4,2.
Artinya, penelitian ini berhasil menjelaskan bahwa banyak orang mudah tertipu oleh daya muslihat astrologi.
Bayangin aja, masa, sih, dari 13 deskripsi kepribadian yang isinya sama persis bisa mendapatkan hasil yang akurat dari para siswa? Padahal tes kepribadian itu diisi oleh banyak orang yang tentunya memiliki karakter atau kepribadian yang beragam.
Nah, jadi Forer menjelaskan bahwa umumnya, jenis tes kepribadian sering kali bersifat universal dan berlaku untuk semua orang.
Makanya, banyak orang mudah tertipu karena merasa deskripsi kepribadian yang mereka terima adalah informasi khusus tentang dirinya, padahal sebenarnya, informasi tersebut bersifat umum dan siapapun bisa merasakan hal yang sama.
Silmi safriyantini
Kontributor GenSINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Instagram: @silmisafr
(it)
Lihat Juga :