Tonjolkan Seni Tradisional Autentik, Gerabah Pejaten Banyak Diminati
Minggu, 06 Desember 2020 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Batu bata expose tersebut memiliki karakteristik unik. Tetap menonjolkan berbagai seni melalui tekstur beragam obyek. Selain karakter tonjolan artistik, keunikan lainnya batu bata expose tersebut pun bisa langsung direkatkan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengungkapkan, industri kreatif Bali banyak yang peduli terhadap penanganan Covid-19 dan memiliki sertifikasi CHSE.
"Desa Pejaten sangat populer. Ada banyak karya kreatif gerabah unik yang sangat khas. Mencerminkan karakter Bali yang sesungguhnya. Kawasan ini sebenarnya selalu ramai oleh wisatawan, termasuk juga para wismannya. Kami optimistis semua akan pulih karena mereka kooperatif dalam segala hal terkait penanganan Covid-19. Sudah banyak banyak industri kreatif yang bersertifikat CHSE," terang Putu.
Memiliki kepedulian tinggi, sedikitnya ada 875 industri pariwisata di Pulau Dewata yang sudah punya sertifikat CHSE. Menjadi garansi status aktivasi destinasi, sertifikat CHSE tentu menaikan percayaan dari pasar. "Kami percaya kondisi akan pulih cepat. Sembari menunggu, kami ini melakukan banyak sekali perbaikan dan terus mendorong mereka produktif, seperti gerabah Pejaten," ucap Putu.
Semakin khas, sedikitnya ada 3 tipe batu bata expose yang ditawarkan. Sebut saja bata expose dengan ketebalan 4,5 x 6 Cm, lalu batu bata tipe tipis ukuran 4,5 x 10 cm. Varian lainnya adalah bata expose besar setebal 6 Cm. Harganya pun beragam antara Rp1.300 hingga Rp2.100. Batu bata expose biasanya digunakan sebagai penyengker (pagar) dan asesoris rumah.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Rizki Handayani memaparkan, beragam produk kreatif autentik dimiliki Bali termasuk Pejaten. "Segala lini industri pariwisata di Bali harus didorong, termasuk Desa Pejaten," katanya.
"Desa Pejaten sangat populer. Ada banyak karya kreatif gerabah unik yang sangat khas. Mencerminkan karakter Bali yang sesungguhnya. Kawasan ini sebenarnya selalu ramai oleh wisatawan, termasuk juga para wismannya. Kami optimistis semua akan pulih karena mereka kooperatif dalam segala hal terkait penanganan Covid-19. Sudah banyak banyak industri kreatif yang bersertifikat CHSE," terang Putu.
Memiliki kepedulian tinggi, sedikitnya ada 875 industri pariwisata di Pulau Dewata yang sudah punya sertifikat CHSE. Menjadi garansi status aktivasi destinasi, sertifikat CHSE tentu menaikan percayaan dari pasar. "Kami percaya kondisi akan pulih cepat. Sembari menunggu, kami ini melakukan banyak sekali perbaikan dan terus mendorong mereka produktif, seperti gerabah Pejaten," ucap Putu.
Semakin khas, sedikitnya ada 3 tipe batu bata expose yang ditawarkan. Sebut saja bata expose dengan ketebalan 4,5 x 6 Cm, lalu batu bata tipe tipis ukuran 4,5 x 10 cm. Varian lainnya adalah bata expose besar setebal 6 Cm. Harganya pun beragam antara Rp1.300 hingga Rp2.100. Batu bata expose biasanya digunakan sebagai penyengker (pagar) dan asesoris rumah.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Rizki Handayani memaparkan, beragam produk kreatif autentik dimiliki Bali termasuk Pejaten. "Segala lini industri pariwisata di Bali harus didorong, termasuk Desa Pejaten," katanya.
Lihat Juga :