Jaga Keharmonisan Rumah Tangga dengan Laser Vagina
Senin, 07 Desember 2020 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Di lokasi yang sama, dr. Yunira, SpKK, dokter spesialis kulit kelamin di dr. Fit Aesthetic, mengatakan, vagina longgar penyebabnya adalah otot panggul dan otot vagina yang merenggang saat mendorong bayi keluar. "Vagina bisa menjadi kendor atau longgar, setelah menjalani persalinan normal atau vaginal birth," ujarnya.
Owner Klinik dr. Fit Aesthetic, dr. Fitria menambahkan bahwa laser vagina tightening merupakan tindakan non-invasif yang menggunakan teknologi Laser Erbium yang dilakukan di dalam dan di luar organ intim kewanitaan. "Laser ini tujuanya adalah untuk meremajakan dan mengembalikan kembali struktur optimal dari organ intim dan sekitarnya," ucapnya.
Laser vagina tightening juga bermanfaat untuk meningkatkan kepuasan seksual, mengatasi inkontinesia urine, serta mengurangi rasa sakit karena atrofi vagina. "Treatment ini sangat dianjurkan bagi perempuan yang sudah melahirkan dan perempuan yang sudah menopause," lanjut dr. Fitria.
Sementara itu, dr. Yunira memaparkan proses pelaksanaan laser vagina. Menurutnya, sebelum menjalani treatment laser vagina sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual selama tiga hari. Selain itu, tidak sedang haid dan keputihan yang berlebihan, serta tidak sedang terinfeksi penyakit kelamin.
Pelaksanaan treatment diawali dengan pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian pembersihan bagian dalam vagina dan memeriksa keadaan di dalam vagina. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan tes IVA. Jika hasilnya negatif, maka treatment laser vagina bisa dilanjutkan, yang caranya ditembakkan laser di dinding vagina.
Owner Klinik dr. Fit Aesthetic, dr. Fitria menambahkan bahwa laser vagina tightening merupakan tindakan non-invasif yang menggunakan teknologi Laser Erbium yang dilakukan di dalam dan di luar organ intim kewanitaan. "Laser ini tujuanya adalah untuk meremajakan dan mengembalikan kembali struktur optimal dari organ intim dan sekitarnya," ucapnya.
Laser vagina tightening juga bermanfaat untuk meningkatkan kepuasan seksual, mengatasi inkontinesia urine, serta mengurangi rasa sakit karena atrofi vagina. "Treatment ini sangat dianjurkan bagi perempuan yang sudah melahirkan dan perempuan yang sudah menopause," lanjut dr. Fitria.
Sementara itu, dr. Yunira memaparkan proses pelaksanaan laser vagina. Menurutnya, sebelum menjalani treatment laser vagina sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual selama tiga hari. Selain itu, tidak sedang haid dan keputihan yang berlebihan, serta tidak sedang terinfeksi penyakit kelamin.
Pelaksanaan treatment diawali dengan pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian pembersihan bagian dalam vagina dan memeriksa keadaan di dalam vagina. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan tes IVA. Jika hasilnya negatif, maka treatment laser vagina bisa dilanjutkan, yang caranya ditembakkan laser di dinding vagina.
Lihat Juga :